
๐น๐น๐น
Saat Bianca kembali dia sudah melihat suaminya menertibkan beberapa orang yang akan ikut bersama mereka. Itu yang biasanya mereka lakukan membawa setidaknya 4-5 orang untuk ikut berlayar bersama mereka.
"Kalian paham?"
"Siap Kapten!"
Arse tersenyum puas sampai dia melihat istrinya yang mendekat dengan meloncatkan badannya yang mana membuatnya sigap menangkap tubuh istrinya itu.
"Kau sudah puas berbelanja, Bee?"
"Iya sudah semuanya," jawab Bianca manja.
Lalu Bianca mengelus jambang suaminya dan mengecup bibirnya. "Aku harap ini pelayaran terakhir kita, aku ingin melihat anak-anak kita menikah dan kita bisa panen cucu!"
"Aku janji ini pelayaran terakhir kita, kali ini tidak boleh gagal lagi!"
"Aku ingin kita pulang ke Indonesia berkumpul dengan keluarga kita, saling mengasihi, pergi ke Gereja bersama. Hanya itu yang aku inginkan!" ucap Bianca lagi.
"Kita pasti akan pulang, Bee. Jika kita di Indonesia nanti aku ingin menunjukkan sesuatu padamu!"
"Apa itu?"
"Bukan rahasia namanya jika aku beritahu sekarang. Dimana Silver?"
"Sedang produksi cucu kita!"
Silver dan Grey menikmati waktu berdua mereka di kamar hotel sebelum melakukan pelayaran nanti.
__ADS_1
"Setelah ini berbulan-bulan yang kita lihat adalah lautan!" lirih Silver.
Grey langsung mengecup puncak kepala istrinya. "Sekarang aku akan menemanimu!"
"Apa perlu Cimot kita lepas di lautan?"
"Bukankah itu tanda cinta untukku?"
"Tapi Cimot butuh kebebasan bukan? Dia harus berkembang biak dan beranak pinak selama ini dia menemaniku sekarang sudah ada gantinya yaitu suamiku!" ucap Silver.
Grey terkekeh mendengarnya, dia tidak menyangka akan mendapat istri polos seperti Silver.
"Jadi kau membandingkan aku dengan Cimot! Hem!" Grey sudah mulai meraba paha istrinya yang mana membuat Silver melenguh.
"Grey....," rengek Silver yang selalu tidak tahan dengan sentuhan suaminya.
Dan Grey mulai mengangkat tubuh Silver hingga kini tubuh polos itu duduk diatas perutnya.
Silver merona malu. "Aku akan mempratekkan gaya ungkrik-ungkrik dari mommy mertua Kate!"
"Oh Honey, kau belajar pada pakar yang tepat. Mommy pasti bangga padamu!"
๐น๐น๐น
Dan keesokan harinya, pelayaran dimulai semua awak kapal tampak sibuk diposisi mereka masing-masing.
Saat mesin kapal dinyalakan dan siap berlayar semua tampak berdoa agar pelayaran berjalan lancar.
Kapal mulai bergerak dan meninggalkan dermaga Bamberg.
"Apa kapal selam sudah siap?" tanya Arse pada Naku.
__ADS_1
"Sudah Kapten! Semoga tidak ada badai atau cuaca buruk saat kita sampai di kawasan Lotus laut itu berada!"
"Kau lupa mantramu ya! Cepat ucapkan!" bentak Arse yang tidak suka jika anaknya ada yang pesimis.
"Aku keren"
"Aku keren"
"Aku keren"
Naku membaca mantra turun temurun itu agar mengurangi kegugupannya. "Aku ingin menikah dengan pacarku yang cantik jelita, Tuhan. Jadi berkati pelayaran kami!"
Sementara yang lain sibuk kedua manusia yang masih panas-panasnya menjadi pengantin baru terus saja bermesraan tidak tahu tempat.
Mereka bahkan berjemur dengan santainya tanpa memikirkan apapun rasanya dunia hanya milik berdua.
"Aku rindu masa mudaku," gumam Bianca yang melihat kemesraan anak perempuannya.
Dia segera mendatangi suami dan anak laki-laki jeniusnya berada.
"Bubu...," panggil Bianca kemudian.
Arse menoleh menatap istrinya. "Kenapa wajahmu tampak kusut, Bee?"
"Silver dan Grey seperti lem castol! Aku mau kita seperti itu," rengek Bianca.
Naku yang mendengar itu langsung mendesah. "Mommy dan Daddy itu bahkan melebihi mereka seperti lem alteco!"
๐น๐น๐น
__ADS_1