Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Serba Salah


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน



Grey tersenyum melihat pemandangan tubuh telanjang istrinya di pagi hari. Dia mengingat semalaman mereka bercinta, Silver begitu bersemangat melakukan penjelajahan hutan rimba.


Hingga mata Grey teralihkan oleh bercak darah yang menempel di sprai. Grey menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.


Dia berjanji akan menjaga dan melindungi Silver sampai kapanpun.


"Honey, wake up...," Grey berusaha membangunkan istrinya yang kelelahan karena hari ini mereka akan membujuk sang Kapten lagi agar segera melakukan pelayaran.


Silver melenguh, badannya sakit semua apalagi di bagian hutan rimbanya. Sotong laut Grey memang begitu perkasa membuatnya mengerang semalaman penuh.


"Grey, bantu aku ke kamar mandi," ucap Silver saat nyawanya sudah terkumpul sepenuhnya.


Grey segera mengangkat tubuh telanjang istrinya ke kamar mandi setelah itu mendudukkannya di closet.


"Apa masih sakit?" tanya Grey perhatian.


Silver mengangguk. "Rasanya perih! Tapi enak saat digoyang! Sotong lautmu memang numero uno!"


Yang mana membuat Grey berdehem kuat, Grey mengingat saat di London waktu itu dimana Silver mengira jika telah memperkosa dan menyakitinya. Syukurlah, sekarang gadis polos itu belajar sedikit demi sedikit agar pikirannya tidak berpikir terbalik.


"Pantas saja mommy dan daddy suka berbuat hal cabul ternyata rasanya memang dahsyat!" tambah Silver.


Dan jangan lupakan, gen mesum melekat pada diri Silver.


Grey membuka paha Silver yang disitu tampak darah perawan istrinya mengering disana, dengan telaten Grey mengelap dan membersihkannya dengan handuk kecil yang dia basahi dengan air.

__ADS_1


"I love you, Grey," ucap Silver yang melihat suaminya begitu menyanyanginya dan memperlakukannya seperti berlian yang berharga.


"I love you too, Mrs. Hoult," Grey mengecup bibir Silver dengan menggendong tubuh istrinya ke bathup.


"Mandilah dan kita bersiap menemui Kapten lagi!"


"Mengenai itu, bagaimana pekerjaanmu di London, Grey? Kau yakin akan ikut berlayar? Aku takut mimpiku akan jadi kenyataan!" lirih Silver.


Grey membelai wajah istrinya itu. "Semua pekerjaanku sudah di handle oleh daddyku dan kau tidak perlu mencemaskan mimpi itu, Honey! Aku tidak akan meninggalkanmu!"


"Promise?"


"Promise!" sahut Grey dengan menautkan kelingkingnya dengan jari kelingking istrinya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Dan saat itu yang membuka pintu adalah Naku. "Kau tega Silver!"


"Maafin aku, Bang! Aku benar-benar tidak bisa menolak ketampanan Grey dan sotong lautnya yang perkasa!" sahut Silver.


"Oh my God! Rudal raksasa itu sudah menghantammu Silver?" pekik Naku tidak percaya.


Silver mengangguk malu. "Kami sedang melakukan program penanaman bibit pada sel telur!"


"Aku bahkan menahan 13 tahun lebih untuk membuat rudalku melayang, dan kau tidak akan tahu rasanya Blue yang selalu menggodaku dan merangsangku tapi aku selalu menolaknya, Silver! Tapi kau curi start duluan," protes Naku disana.


Grey yang mendengar pembicaraan kedua bersaudara itu menjadi jengah sendiri. "Lebih baik kita fokus ke pelayaran, okay! Aku minta maaf sebelumnya kakak ipar, aku mungkin menikahi Silver tidak meminta restu tapi itu semua ku lakukan demi membuat Silver percaya jika aku benar-benar mencintainya!"


Naku mulai luluh walau bagaimanapun yang dikatakan Grey benar adanya semakin cepat mereka menemukan Lotus laut itu semakin cepat dirinya akan bisa menikah. Dan tentu saja membuat rudalnya melayang setelah menunggu 13 tahun lebih lamanya.

__ADS_1


"Jika aku melihat kau menyakiti Silver seperti sebelumnya, aku benar-benar akan membuat alat untuk mengempeskan rudal jumbomu itu menjadi baby cumi!" ancam Naku kemudian.


Grey mengangguk mantap karena dia sudah cinta mati dengan Silver, dia tidak mungkin akan menyakiti orang yang dia cintai.


"Kapten, sudah menunggu kalian di dalam!"


Dan benar saja Arse didalam tengah duduk bersidekap dengan memejamkan matanya menunggu Silver dan Grey datang.


Keduanya duduk bersimpuh menghadap Arse dengan terus berpegangan tangan.


"Dad...," panggil Silver kemudian.


Arse membuka matanya mendengar suara Silver yang sangat dirindukannya.


"Dad, kata orang cinta pertama seorang anak perempuan itu adalah ayahnya dan itu memang benar! Aku mencintai daddy dan mengagumi daddy yang selama ini berjuang untukku, menjagaku, melindungiku, mencintaiku tanpa kenal lelah! Aku pasti membuat daddy kecewa, aku benar-benar minta maaf! I love you so much, daddy," ucap Silver dengan isak tangisnya.


Melihat putrinya seperti itu membuat hati Arse sakit, dia paling tidak bisa melihat Silver menangis.


"Mau permen kaki?" tanya Arse kemudian.


Yang mana membuat senyum Silver mengembang karena itulah yang Arse sering berikan padanya ketika dulu saat masih kecil sering menangis karena di bully teman-temannya sekolah. Dan untuk membujuknya Arse memberinya permen kaki.


Silver mengangguk dan Arse merogoh permen kaki dikantongnya lalu memberikannya pada putrinya. Silver langsung memakan permen kaki itu dengan Arse yang mengelus rambutnya.


"Putriku sudah besar sekarang! Jadi katakan pada daddy berapa ronde Grey menggempurmu! Kalau kau menjawab lebih dari lima kali aku benar-benar akan menembaknya! Berani-beraninya membuat putriku kelelahan!" ucap Arse dengan penuh emosi.


Grey yang mendengar itu menelan salivanya serak. "Tapi Silver yang terus memintanya Daddy mertua!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2