
๐น๐น๐น
Silver terus mengurung dirinya di dalam kamar, dia mengira jika sudah melakukan pencabulan pada Grey. Dia sangat takut jika dirinya hamil, dia ingin menghubungi Kate atau Bianca untuk bertanya tapi malu mereka pasti akan mengeluarkan jurus kepo mana para Abangnya mengeluarkan dari grup jadi untuk sekarang dia memendam sendirian kegelisahan hatinya.
"Bulan ini aku harus datang bulan," gumamnya.
Sementara diluar hal yang sama dirasakan oleh Grey, pria itu juga merasa malu lantaran benda keramatnya telah dilihat oleh Silver. Dia bingung harus bersikap bagaimana pada gadis itu. Tapi sampai dia sudah siap akan berangkat ke kantor, Silver tak kunjung keluar dari kamarnya.
"Kenapa aku tadi malam menidurkannya di kamarku," gumamnya.
Sean yang tertidur semalaman di sofa mulai terbangun perlahan dan melihat sekitarnya ternyata dia masih di apartemen Grey, dia mendengus pelan karena kejadian seperti ini sering terjadi bahkan tak jarang dia tertidur di tempat umum.
"Sudah bangun? Kau seperti hibernasi! Aku sudah membangunkanmu dari satu jam lalu!" gerutu Grey yang melihat Sean sudah bangun.
Sean hanya diam saja sampai ingatannya kembali pada Silver semalam yang mabuk. "Bagaimana keadaan Silver?"
"Jangan dekat dengannya lagi! Cepat pulang sana, aku ingin berangkat ke kantor!" ucap Grey gusar.
"Boleh aku membawanya ke Seaworld-ku? Sebagai permintaan maaf, aku tidak tahu dia sepolos itu!" pinta Sean.
"Tidak boleh, dia tidak bisa jauh dariku!" ucap Grey tegas mengingat kejadian di mall kemarin.
"Dia akan aman bersamaku! Dia tidak akan kau kurung terus menjadi simpananmu kan!" goda Sean.
"Sialan! Silver bukan seperti wanita yang sering kau tiduri!" kesal Grey.
"Aku tahu! Bukankah dia mencari Lotus laut yang langka itu? Dan kau tahu kan aku penggila mitologi kuno! Come on... kalau dia berhasil menemukan itu, dia tidak akan mengganggumu lagi!" ucap Sean lagi.
Grey tampak berfikir yang dikatakan Sean ada benarnya juga. Dia mendekati Sean dan mencengkram bajunya.
"Jaga dia baik-baik jika terjadi sesuatu padanya! Aku akan memberimu pelajaran!" ancam Grey.
"Kau menganggapnya seperti kekasih sungguhan, Man!"
Grey langsung berdehem mendengar itu. "Aku berangkat ke kantor dulu!"
__ADS_1
Melihat Grey sudah menutup pintu apartemen, Sean membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu memakai baju Grey disana. Hal itu sudah biasa dia lakukan karena sering menginap di apartemen Grey.
Setelah dirasa penampilannya sudah kece badai, dia mengetuk kamar Silver.
"Silver! Silver!" panggilnya.
Silver yang mendengar suara Sean langsung membuka pintu kamarnya, dia melirik kanan kiri.
"Apa Grey sudah berangkat kerja?"
Sean mengangguk. "Ayo ganti bajumu, aku akan mengajakmu ke suatu tempat!"
"Tidak mau! Aku tidak bisa pergi jika tidak bersama dengan Grey," tolak Silver.
"Hal apa yang membuatmu merasa jika dirimu tidak bau?" tanya Sean kemudian.
"Aku merasa tidak bau jika aku sedang berenang dan menyelam," jawab Silver spontan.
"Kebetulan aku punya Seaworld! Ayo kita kesana, aku punya sebuah buku mitologi kuno tentang Poseidon mungkin itu bisa membantumu mencari Lotus laut!" jelas Sean.
"Makanya cepat ganti bajumu! Kau bisa tahan nafas berapa lama?"
Silver tampak berfikir sejenak. "Aku tidak pernah menghitungnya tapi aku bisa mengalahkan mommy dan daddyku!"
Sean menganggukkan kepalanya. "Sepertinya aku punya pekerjaan yang cocok untukmu!"
"Apa itu?"
"Jadi mermaid di Seaworld-ku!"
๐น๐น๐น
Silver menatap takjub Seaworld yang dia datangi, dia terus saja mengencangkan kipas angin mini yang dia bawa karena takut jika kejadian di mall waktu itu akan terulang lagi.
__ADS_1
Melihat itu, Sean segera merebutnya. "Kau tidak perlu kipas angin ini lagi!"
Sean membawa Silver ke ruangan ganti dimana disana ada kostum mermaid dengan berbagai model.
"Penyelamku sedang cuti, jadi kau bisa menggantikan dia sementara! Tenang saja aku akan menggajimu perjam!" ucap Sean dengan menyerahkan salah satu kostum mermaid pada Silver.
Dengan ragu Silver menerima kostum itu. "Tapi Sean... "
"Silver, kau harus percaya diri dan jangan tergantung dengan Grey terus! Ada banyak hal yang bisa kau lakukan di dunia ini!" ucap Sean memberi motivasi.
"Aku akan mengacaukan semuanya! Percayalah!" lirih Silver.
Sean mendengus kesal melihat gadis rendah diri itu. "Sekarang ada kunjungan wisata anak-anak sekolah dasar. Coba kau hibur mereka dengan menjadi mermaid sambil memberi makan ikan-ikan disana!"
Akhirnya Silver menurut karena memang bakat satu-satunya adalah bisa menahan nafas lama di dalam air.
Silver mengganti bajunya dengan kostum mermaid itu lalu setelah selesai anak buah Sean membantunya untuk masuk ke dalam akuarium raksasa disana yang di dalamnya ada berbagai jenis biota laut.
Silver mulai menyelam menggunakan kostum mermaid itu dan mendatangi gerombolan anak-anak yang menantinya.
Anak-anak disana begitu riuh saat melihat mermaid cantik mendekati mereka, tangan mereka ditempelkan dikaca akuarium berharap Silver akan membalasnya.
Mengerti akan kode itu, Silver juga menempelkan tangannya dikaca membalas tangan anak-anak disana yang menyapa dirinya.
Tepuk tangan riuh saat Silver mulai melenggak lenggokkan tubuhnya dengan berbagai gaya menyelam disana.
Yang mana membuatnya tersenyum haru dimana melihat dibalik kaca itu semua orang menyukainya.
Disisi lain, Sean yang melihat bagaimana cantik dan seksinya Silver saat menjadi mermaid merasakan perasaan aneh dalam dirinya.
Sean meraih ponsel dan memfoto Silver disana lalu dia kirimkan pada Grey dan menuliskan.
"She's mine... "
๐น๐น๐น
__ADS_1
Jane_Grey_Silver_Sean \= Segiempat