
๐น๐น๐น
Grey termenung sambil terus mengingat perkataan Daddy-nya. Dia berada di balkon kamarnya saat ini, rasanya dia tidak merasakan kantuk sama sekali.
Hingga dia mendengar suara bersin-bersin yang ternyata Silver terbangun dan terduduk disisi ranjang.
"Hachim... Hachim... " Silver terus bersin-bersin disana.
Grey segera mendekat dan menempelkan punggung tangannya ke kening Silver.
"Kau demam, Silver!" ucap Grey mulai panik.
"Aku tidak apa-apa! Bisa aku minta sesuatu Grey?" sahut Silver.
"Apa itu?"
"Bisakah kita gunakan sisa waktu kita sebagai pacar?" tanya Silver memohon.
Grey mengangguk, lalu Silver menyuruh Grey duduk menyender di tepi ranjang sementara dia duduk di depannya dan menyenderkan kepalanya di belakang ke dada pria kekar itu.
"Rasanya sangat nyaman," lirih Silver.
Yang mana membuat Grey melingkarkan kedua tangannya ke perut Silver dari belakang.
"Grey, aku bermimpi," ucap Silver.
"Mimpi apa?"
"Aku merasa melihat Lotus laut di mimpiku tapi saat aku mendekat aku tidak bisa mengambilnya dan aku melihatmu disana mengambilnya untukku tapi..."
"Tapi?"
"Tapi setelah itu kau menghilang, kau menukar nyawamu demi mendapatkan Lotus laut itu untukku! Aku mau kau berjanji padaku Grey..."
__ADS_1
"Aku tidak akan membuat janji yang tidak bisa aku tepati, Silver!"
"Janji ini bisa kau tepati, berjanjilah apapun yang terjadi jangan menyusulku ke Jerman!"
Grey langsung terdiam mendengarnya lalu mengeratkan pelukannya. Dia menyenderkan kepalanya dibahu Silver dan menghirup aroma Silver sampai dia tertidur.
Pagi menjelang, Silver bersiap-siap untuk pergi ke Bandara. Kate yang menginap di apartemen Grey ikut membantu Silver bersiap.
"Ingat Silver! Saat di Jerman kau harus tetap cantik, jangan jadi gadis perompak lagi! Kau harus sering-sering memakai sunblock agar kulitmu tidak gosong!" cerocos Kate sambil menyiapkan baju dan memilah-milah yang masih kering dalam kopernya.
Silver memandang Kate dari kejauhan. Menyadari itu, Kate langsung merentangkan kedua tangannya yang mana membuat Silver menggeleng.
"Tidak apa-apa, Silver! Jangan remehkan kak Sultan! Aku bisa menahan baumu!" ucapnya.
Silver mendekati Kate dan memeluk calon mama mertua gagalnya itu.
"Cintai dirimu sendiri, Silver! Jangan selalu rendah diri!" ucap Kate memberi nasehat.
"Thanks Aunty!"
"Ehem!"
Tiba-tiba suara deheman membuat mereka melepaskan pelukannya.
"Kitty, jangan mulai!" ucap Nick memperingati. Lalu dia mendelik kearah Silver. "Sean, sudah menunggumu, Silver!"
Akhirnya Silver berpamitan dengan keduanya yang dimana Sean sudah menunggunya.
"Sean, apa kau tidak terganggu dengan bau Silver?" tanya Kate penuh selidik melihat Sean tidak memakai masker.
"Hidungku mati rasa, Mom!" jawab Sean dengan santainya.
Kate hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Jaga Silver baik-baik! Dia sedang patah hati jadi hibur dia, kau kan raja gombal!"
__ADS_1
"Serahkan padaku, Mom!"
Kate melambaikan tangannya melihat keduanya keluar dari pintu apartemen. Tiba-tiba tangan kekar melingkar diperutnya yang mana membuat Kate langsung membalikkan badannya dan wajah tampan Nick yang dia lihat.
"Sekarang perlakukan Jane seperti Siena, kau sudah berjanji, Kitty!"
"Aku kasihan pada Silver, Nick!"
"Bukankah cinta tidak harus memiliki?"
"Aku benci orang yang membuat pepatah itu! Aku ingat masa mudaku yang bergairah ingin jatuh cinta padamu, Nick! Aku beruntung kau mau membalas cintaku waktu itu," ucap Kate dengan meraba dada kekar Nick.
Nick langsung menggendong Kate dan mencium bibirnya sejenak. "Karena kau selalu menggodaku, Kitty!"
"Ayo kita lakukan permainan bisbol satu ronde sebelum kembali ke mansion!" ajak Kate.
Tanpa menunggu lama lagi, Nick langsung membawa istrinya ke kamar untuk memulai permainan panas mereka.
Sementara Grey yang baru terbangun, terkejut mendapati Silver sudah tidak ada dikamarnya. Dia keluar dan mencari dimana Silver berada, tapi tidak menemukan gadis itu.
Saat akan mencari di kamar yang sebelumnya Silver tempati justru Grey mendengar suara-suara erotis disana.
"Damn! Ini bahkan masih pagi, karena inilah aku tidak mau tinggal di mansion!" gumam Grey.
Tapi karena penasaran dimana Silver, Grey tetap mengetuk pintu kamar itu.
"Mom... Dimana Silver?" tanya Grey dengan nada keras.
Tidak ada sahutan membuat Grey menggendor pintunya.
"Akhhh... Grey! Jangan ganggu pas lagi enak-enaknya dong! Kami sedang bereproduksi!"
"Mom.... ingat umur!"
__ADS_1
๐น๐น๐น