
🌹🌹🌹
Samudera Pasifik
Samudra Pasifik atau Lautan Teduh adalah kawasan kumpulan air terbesar di dunia, serta mencakup kira-kira sepertiga luas permukaan Bumi, dengan luas permukaan sebesar 165.250.000 km². Panjangnya sekitar 15.500 km dari Laut Bering di Arktik hingga batasan es di Laut Ross di Antartika di selatan.
Hari itu pelayaran sudah berjalan sebulan lamanya, lebih cepat sesuai perkiraan. Mesin, bahan bakar semua masih aman. Artinya, mereka bisa kembali pulang sesuai perkiraan bahkan lebih awal.
Tapi, malam ini udara begitu dingin karena mereka melewati gunung es di lautan Antartika.
"Tidak lama lagi kita akan mencapai lokasi, sabarlah Bee," ucap Arse dengan menyelimuti istrinya yang kedinginan.
"Jangan sampai kapal kita menabrak gunung es, aku tidak mau nasib kita seperti Titanic!" sahut Bianca yang menggigil itu.
Arse terkekeh mendengarnya. "Tidak ada yang seperti itu, Bee! Jangan terlalu berfikir negative!"
Lalu Arse mengecup kening istrinya dan keluar dari kamarnya untuk mencari Naku yang saat ini di ruang kendali kapal.
"Bagaimana, Naku?"
Naku menghela nafasnya panjang. "Cuaca buruk dan bintang tidak kelihatan akan sulit mencari lokasi yang tepat bahkan aku susah menghubungi Veronica! Aku sudah mencoba menghubungkan lewat satelit tapi selalu gagal, kita tidak punya sinyal apapun jika terjadi apa-apa pasti kita akan mati konyol disini!"
"Ternyata benar kata Sean mengenai mitos mitologi kuno itu jika tempat ini terkutuk!" tambah Naku yang gelisah.
"Bicara apa kau, hah! Jangan membuat adikmu pesimis! Dia sudah meminta kembali dari beberapa hari yang lalu karena selalu bermimpi buruk!"
Arse mengingat Silver yang terus membujuknya agar kembali karena setiap hari selalu bermimpi sama dan berulang-ulang.
__ADS_1
Dad, aku rela bau seumur hidupku asal Grey tidak kenapa-kenapa, Aku mencintainya
Kalimat Silver yang terus terlintas dipikirannya tapi disisi lain, Arse juga selalu mengingat betapa Silver berusaha menghindari semua orang selama ini. Bahkan keluarganya sendiri dan juga dirinya. Arse selalu ingin menjadi sosok ayah yang selalu menjadi tempat bersandar putrinya tapi selama ini Silver selalu memendam semuanya sendiri.
Sementara Silver saat ini tengah muntah-muntah untuk kesekian kalinya. Dia pikir ini efek karena perubahan suhu dingin yang drastis.
"Honey, kau tidak apa-apa?" tanya Grey khawatir.
Silver menggeleng. "Tidak apa-apa! Jangan tinggalkan aku, Grey!"
"Honey, kau mengatakan kalimat itu setiap 5 menit sekali. Aku tidak akan meninggalkanmu jadi jangan terus mengatakan hal itu. Kondisimu jadi memburuk sekarang!" ucap Grey penuh penekanan.
Grey ingin mengambilkan minuman hangat untuk istrinya itu tapi Silver terus saja menempel padanya dan begitu posesif bahkan hal apapun yang dia lakukan, Silver harus melihatnya.
Saat mandi bahkan boker sekalipun Silver tidak jijik padanya.
Grey menurut, dia menggendong Silver dari kamar mandi menuju tempat tidur tapi saat itu juga Silver ingin dinyanyikan lagu selamat tidur oleh daddynya.
Tentu saja membuat Arse senang bukan main, Arse segera mendatangi putri kesayangannya itu di kamarnya.
"Kau ingin daddy nyanyikan lagu seperti kau kecil dulu?" tanya Arse memastikan.
"Iya Dad, aku tiba-tiba ingin mendengarnya!"
Grey terus memegang tangan istrinya itu agar baunya tidak menguar sementara Arse mulai bernyanyi.
Ku coba coba melempar manggis
__ADS_1
Manggis ku lempar mangga ku dapat
Ku coba coba melamar gadis
Gadis ku lamar janda ku dapat
Jamane jamane jaman edan
Wong tuwo rabi perawan
Prawane yen bengi nangis wae
Amargo wedi karo manuke
Manuke manuke cucak rowo
Cucak rowo dowo buntute
Buntute sing akeh wulune
Yen digoyang ser-ser aduh penake
Yang mana membuat Grey keheranan karena baru pertama kali mendengar lagu seperti itu, dia pikir Arse akan menyanyikan lagu nina bobo.
"Honey, apa itu lagu nina bobo versi orang Indonesia?" tanya Grey yang bingung.
🌹🌹🌹
__ADS_1