
๐น๐น๐น
"Kau merasakan kerlipan cahaya tadi?" tanya Silver kemudian.
Grey menggeleng. "Aku tidak merasakan apapun!" dustanya.
Silver berdiri dan mendekati Grey karena ingin bertatapan dengan pria itu lagi. Dia merasakan Zing seperti film Hotel Transylvania yang pernah dia tonton.
Silver seakan dibuat lupa dengan bau tubuhnya dengan berani dia mendekati Grey tapi saat sudah dekat Grey langsung menepis tangan Silver yang mencoba menyentuhnya.
CRASH!
Kali ini mereka merasakan getaran saat bersentuhan.
"Apa kau merasakan getaran itu?" tanya Silver lagi.
"Tidak," dusta Grey lagi.
"Ini aneh tapi aku merasakannya! Seperti terkena aliran listrik," ucap Silver dengan melihat tangannya yang bersentuhan dengan Grey sebelumnya.
"Sebenarnya parfum apa yang kau pakai?" tiba-tiba Grey bertanya seperti itu.
Yang mana membuat Silver langsung tersadar dengan bau tubuhnya dia mulai memundurkan tubuhnya apalagi dia mulai berkeringat pasti baunya akan menyengat.
__ADS_1
Tapi justru Grey malah mendekati Silver sampai Silver terbentur ke dinding barulah gadis itu berhenti.
"Stop! Jangan mendekat lagi! Kau akan pingsan jika dekat denganku!" pekik Silver.
Grey yang penasaran dengan aroma Silver tidak peduli dengan teriakan Silver, dia semakin mendekati gadis itu. Saat jarak mereka sudah pepet maksimal barulah Grey mendekatkan wajahnya ke leher Silver dan menghendusnya sementara Silver memejamkan matanya sambil mengatur detak jantungnya yang berpacu cepat karena baru pertama kali ini ada seorang pria yang begitu dekat dengan dirinya.
"Aroma apa ini? Lavender, jasmine atau vanilla?" tanya Grey yang sudah menegakkan wajahnya.
Grey mencium aroma yang tidak biasa pada tubuh Silver, aroma yang sangat harum yang membuatnya penasaran bahkan gilanya dia ingin terus mencium aroma itu.
Silver langsung membuka matanya mendapat pertanyaan seperti itu.
"Apa maksudmu?" tanya Silver memberanikan diri.
"Aku dari tadi bertanya padamu parfum apa yang kau pakai? Aku menyukai aromanya, aku akan membelikan kekasihku parfum itu jadi cepat katakan parfum apa yang kau pakai?" tanya Grey penasaran.
"Haist, gadis ini. Lupakan! Aku masuk kedalam saja!"
Grey berjalan menjauhi Silver tapi langkahnya terhenti karena tangannya dicekal oleh Silver sontak dia menoleh kearah Silver lagi.
"Katakan lagi, katakan kau menyukai aromaku," ucap Silver yang masih bingung.
Lalu Silver meraup wajah tampan Grey dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Apa kau tidak mencium aroma busuk?" tanya Silver memastikan.
Grey menggeleng. "Kau sangat harum!"
"Apa indera penciumanmu bermasalah?" tanya Silver lagi.
Yang mana membuat Grey mendengus kesal karena dia memang tidak tahu tentang masalah Silver sebelumnya.
"Kau harum Silver. Apa kau puas sekarang!" ucap Grey setengah berteriak.
Silver langsung tersipu malu untuk pertama kalinya ada yang bilang jika dia harum.
Untuk memastikan Silver menaikkan tangannya dan menyuruh Grey mencium ketiaknya.
"Apa ketiakku juga harum?"
Grey langsung memundurkan tubuhnya. "Gadis aneh! Aku bukan pria yang suka menghendus ketiak seorang gadis!"
Silver tidak peduli apapun lagi sekarang ada seorang pria yang tidak bisa mencium aroma busuknya justru sebaliknya pria itu mencium aroma harum, Silver langsung memeluk Grey seperti mendapat jackpot.
"Namamu pasti Grey kan! Anak Aunty Kate dan Uncle Nick. Mari kita berteman Grey! Apa kita jodoh? bahkan nama kita satu warna yang sama," ucap Silver yang memeluk Grey dengan erat.
Grey yang mendapat perlakuan seperti itu ingin melepaskan diri dari pelukan gadis aneh itu tapi lagi-lagi Grey mencium aroma memabukkan dari tubuh Silver. Grey mencuri kesempatan lalu mencium rambut Silver sejenak.
__ADS_1
"Gadis ini begitu harum!" gumam Grey dalam hati.
๐น๐น๐น