Silver Untuk Grey

Silver Untuk Grey
Bonchap - Jiwa Emak-Emak


__ADS_3

Grey melihat istrinya tertidur bersama Keenan di kamar, dengan pelan dia menciumi Silver supaya istrinya itu terbangun.


"Eugh!" Silver melenguh dan membuka matanya. Dia melihat suaminya tersenyum penuh arti melihatnya. Silver kasihan melihat itu, karena Grey beberapa kali gagal bercinta dengannya.


"Aku tahu yang ada di kepalamu, Grey. Aku mau pompa ASI-ku dulu. Biar Kee minum di botol saja," ucap Silver yang sudah sadar sepenuhnya.


"Apa Kee bisa minum di botol?" tanya Grey ragu pasalnya selama ini Keenan selalu minum dari sumbernya.


"Kee tidak mau makan dan minum Nyonyok lagi, jadi dia harus belajar minum susu di botol," ucap Silver dengan berlalu keluar kamar untuk mencari pengasuh yang membantunya.


Pengasuh itu sedang bermain dengan Flo di ruang santai.


"Nanny, pompa ASI dibawa kan?" tanya Silver kemudian.


"Iya Nyonya," jawab pengasuh itu dengan mengambil tas yang isinya segala keperluan Keenan.


Setelah mendapat pompa ASI, Silver masuk ke kamar lagi dan disana Grey tengah menciumi anak laki-lakinya yang tertidur pulas.

__ADS_1


"Jangan mengganggunya, Grey!" ucap Silver dengan bersiap memompa ASI-nya.


"Dia begitu menggemaskan, Honey. Apa perlu Kee kita sekolahkan? Supaya lancar bicara dan juga bisa mandiri seperti Flo," sahut Grey dengan mendekati istrinya.


"Tahun depan saat tahun ajaran baru. Lebih baik sekarang selesaikan pekerjaanmu supaya kita bisa bersiap ke Indonesia secepatnya," ucap Silver lagi.


Yang mana membuat Grey menghela nafasnya mengingat bagaimana anak-anak Pandawa. Mereka pasti akan memberi pengaruh buruk pada dua anak normalnya bahkan sekarang Silver sudah menjadi normal, Silver sudah tidak savage seperti dulu dan mulai mengerti banyak hal.


"Grey, kenapa melamun?" tegur Silver yang melihat suaminya hanya diam saja.


Grey langsung tersadar. "Bagaimana kalau natal tahun ini kita ikut ke New York, Honey?" pinta Grey supaya dua anaknya bermain dengan anak Mich yang juga normal.


Setelah berkata seperti itu Silver segera berdiri karena dia sudah selesai memompa ASI-nya dan mulai bersiap pergi. "Come on!"


Mau tidak mau Grey menurut, sebelum itu mereka mencium Keenan bergantian lalu berpamitan dengan Flo.


"Jaga Kee ya, mommy mau membeli hadiah untuk 15 sepupumu dan juga mau berkencan dengan daddy," pamit Silver dengan mencium anak perempuannya.

__ADS_1


Flo mengerucutkan bibirnya. "Seharusnya daddy berkencan denganku, Mom!"


"Setelah kencan dengan mommy pasti daddy berkencan denganmu princess oceanku," ucap Grey dengan mencium putri kesayangannya.


Akhirnya Silver dan Grey meninggalkan mansion orangtuanya dan pergi ke salah satu mall untuk membeli oleh-oleh yang akan mereka bawa ke Indonesia nanti.


"Kita beli perlengkapan untuk musim dingin saja, bukankah para abangmu akan membuat salju di mansion?" Grey memberi saran pada istrinya saat Silver kebingungan membeli apa.


Dan setelah mereka selesai berbelanja, mereka pergi salah ke satu hotel untuk menuntaskan yang sebelumnya tertunda.


Grey sudah bersemangat melakukan percintaan panasnya, lain hal dengan Silver yang hanya bersikap pasif yang mana membuat Grey heran.


"Kenapa, Honey?" tanya Grey dengan nafas memburu dan terus menghentakkan kejantanannya.


"Aku memikirkan Flo dan Kee, mereka sedang apa sekarang! Besok Flo akan les balet dan Kee jadwalnya spa, aku harus mempersiapkan semuanya, Grey! Hurry up!"


Yang mana membuat Grey membatin. "Terkadang aku rindu Silver yang savage! Ternyata benar kata mommy jika club bisbol kita sangat datar!"

__ADS_1


"Kalau orang Indonesia bilang Silver itu mempunyai jiwa emak-emak!"


__ADS_2