
๐น๐น๐น
Pada akhirnya Silver dan Grey kembali ke kamar hotel dengan perasaan yang sulit diartikan, Silver terus termenung sendirian di balkon kamar hotel itu.
Keluarganya begitu kecewa padanya hingga memutuskan pergi ke Berlin meninggalkan dirinya di Bamberg bersama Grey sang suami.
"Mau menyusul ke Berlin?" tanya Grey dengan memeluk Silver dari belakang.
Silver menggeleng. "Mereka semua kecewa padaku, Grey!"
"Ini semua salahku, maafkan aku!" lirih Grey.
Silver langsung membalik badannya agar bisa menatap wajah tampan suaminya. Dia meraba wajah Grey dengan lembut. "Bukankah katamu kita akan menghadapi semuanya berdua?"
"Of Course, Honey," ucap Grey dengan mengecup kening Silver setelah itu turun ke bibir sampai ciuman itu semakin dalam dan menuntut.
Grey mengangkat tubuh Silver tanpa melepas ciumannya, dia membawa istrinya kembali masuk dalam kamar dan membaringkannya diatas ranjang.
"Kita akan melanjutkan penjelajahan hutan rimbanya, Honey," bisik Grey ditelinga Silver dengan menggigitnya pelan.
Yang mana membuat bulu kuduk Silver meremang apalagi saat Grey mulai menjilati tubuhnya rasanya seperti tersengat belut listrik yang pernah dia rasakan saat menyelam di lautan.
"Grey, do it...," lenguh Silver yang tidak tahan.
Grey menyeringai karena berhasil membuat Silver basah yang artinya hutan rimba istrinya sudah siap untuk dijelajahi.
Saat sotong laut Grey yang ukurannya diatas rata-rata itu sudah menantang, suara ketukan dibarengi gedoran pintu kamar hotel itu terdengar.
__ADS_1
Well ya, Grey pindah ke hotel lain karena di hotel sebelumnya ada keributan besar yang mana mengharuskan Grey ganti rugi dalam jumlah besar karena beberapa fasilitas hotel yang rusak.
Grey pikir setelah ini tidak ada gangguan tapi selalu saja ada gangguan saat dia ingin menjelajahi hutan rimba.
"Buka saja, siapa tau keluargaku datang lagi," ucap Silver dengan membenahi penampilannya.
Mau tidak mau Grey membuka pintu kamar hotel itu dan ternyata Sean pelakunya.
"Dasar pengganggu!" pekik Grey dengan kesal.
Sean menulikan telinganya, dia segera masuk kedalam kamar itu dan mendudukkan badannya karena dia sudah berkeliling seluruh hotel di Bamberg untuk mencari Grey dan akhirnya hotel terakhir, dia bisa menemukan temannya itu setelah sebelumnya bertanya pada resepsionis hotel.
"Rencana gagal karena kau! Seharusnya kau bisa menahan diri!" ucap Sean dengan emosi.
Lalu Sean membuka peta besar yang mana itu adalah peta Kapten Arse yang dibawanya. Sementara Grey dan Silver mendekat ikut melihat peta itu.
"Kami sudah mencocokkan peta Kapten dengan Death Marry dan kami menemukan lokasi yang kemungkinan besar disana lokasi trisula Poseidon yang juga lokasi Lotus laut itu berada. Lokasinya tepat ditengah gugusan bintang yang ada di Death Marry!" jelas Sean.
"Carina," jawab Silver dengan mantap.
"Good girl! Kau harus menemukan Carina maka lokasi itu tepat dibawahnya. Dan Silver kau harus mulai pelayaranmu dalam waktu dekat ini setidaknya membutuhkan waktu 4-5 bulan menuju ke lokasi," jelas Sean lagi.
"Dan ada yang perlu kalian tahu lagi trisula Poseidon itu berada di Zona Abisal!"
Zona Abisal terletak jauh sekali di bawah permukaan laut sehingga sudah tidak ada sama sekali cahaya matahari yang masuk. Oleh karena itu, suhu di zona abisal juga sangat dingin. Pada zona ini jarang sekali ditemukan kehidupan.
"Tanpa cahaya tanpa oksigen! Petualangan yang menegangkan bukan?"
__ADS_1
Silver dan Grey langsung terduduk lemas pantas saja Arse begitu kecewa perjuangannya sudah sampai di titik ini dan mereka malah membuat sang Kapten marah.
"Sepertinya penjelajahan hutan rimbanya kita pending dulu, Grey. Membuat Kapten memaafkan kita jauh lebih penting!" ucap Silver kemudian.
Grey mengangguk setuju. "Aku rela dihabisi Kapten asal dia mau memaafkan kita!"
Lalu keduanya menghela nafas panjang bersama-sama sambil memikirkan cara untuk minta maaf pada Arse dengan cara apa lagi.
"Karena urusanku sudah selesai, aku ingin kembali ke London. Aku harus menghadapi keluargaku sekarang!" pamit Sean disana.
"Apa rencanamu? Apa kau menerima perjodohan itu?" tanya Grey memastikan.
"Aku punya rencana untuk itu, aku akan menikahi Jane!" sahut Sean dengan santainya.
"What? Apa aku tidak salah dengar?"
"Aku akan bilang pada orangtuaku jika anak yang dikandung Jane adalah anakku pasti perjodohan itu akan batal!"
Grey hanya bisa geleng kepala mendengar keputusan Sean yang kadang tidak masuk akal.
Tak lupa Sean juga berpamitan dengan Silver, gadis yang membuatnya jatuh hati tapi saat ini sudah menjadi istri sahabatnya.
"Selamat Silver. I hope you are always happy," ucapnya.
"Thanks Sean bantuanmu tidak akan aku lupakan!" sahut Silver tulus.
Mereka berdua berpelukan dan Sean yang panca inderanya mulai kembali itu mencium aroma Silver yang sesungguhnya.
__ADS_1
"Wah, bau Silver memang estetik sampai bulu hidungku rontok dibuatnya," batin Sean yang melihat bulu hidungnya rontok dipundak Silver yang masih di peluknya itu.
๐น๐น๐น