SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
021 - TINI.


__ADS_3

“Selalu ada cahaya setelah kegelapan. Setelah aku naik jabatan dan menempati ruangan ini, catatan kinerjaku bertambah dan jarang sekali mengalami kegagalan. Kurasa inilah tempat yang tepat untukku.”


Tri tersenyum kepada Joko dan terus bercerita memamerkan jabatan saat ini yang ia dapat, padahal itu sama sekali tak membuat seorang Joko menginginkan jabatan itu.


Dari awal tujuan Joko bergabung dengan Agen adalah untuk membela negaranya dari seorang komunis dan kriminal, dan membersihkan negaranya dari catatan kriminal yang tinggi, tanpa memperdulikan jabatan.


“Aku juga sudah mendengar semuanya. Tentang ingatanmu yang hilang sebagian. Astaga. Aku merasa tak percaya bahwa kau telah kehilangan ingatanmu.”


Joko hanya diam dan menatap Tri yang terus mengoceh di depannya.


“Hahaha. Maafkan aku. Aku yakin kau sudah muak mendengar semua ocehan yang tak berguna ini, jadi, kita bisa membicarakannya kembali nanti.”


Tri akhirnya tersipu malu karena Joko belum mengeluarkan sepatah katapun dan terlihat seperti mengabaikannya.


“Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Joko.


Akhirnya Joko pun bertanya kembali pada Tri yang membuat Tri bertanya-tanya, apa maksud pertanyaan Joko.


“Tak apa. Kau bisa bertanya padaku apapun itu.”

__ADS_1


Joko pun telah mengerti bahwa Tri mempunyai tujuan lain saat ia memanggil Joko ke ruangan kerjanya dan berbicara secara empat mata.


Tri menegakkan badannya dan bertanya,


“Apa kau sungguh kehilangan semua ingatanmu dari tiga tahun lalu? Apa kau tak ingat apapun? Tidak sama sekali?” tanya Tri yang akhirnya berkata jujur bahwa ia curiga pada Joko.


Tri terlihat ketakutan dan sepertinya menyembunyikan sesuatu, yang bisa membahayakan bagi dirinya sendiri.


“Ya. Aku tak ingat apapun sejak kita kehilangan kontak di Beijing sampai sekarang,” jawab Joko dengan santainya dan menyandarkan badannya ke sofa.


“Lantas, bagaimana dengan sebelum kejadian itu? Apa kau juga tak ingat sedikitpun?” tanya Tri kembali.


“Kenapa kau ingin tahu soal itu? Sepenting itukah ingatanku bagimu?” tanya balik Joko.


“Untungnya, semua hal sebelum kejadian itu terjadi teringat jelas di kepalaku. Terutama semua yang telah terjadi padamu, Pak.”


Joko menatap Tri dengan kata-kata yang terlihat mengintimidasinya.


“Jika kau tak percaya, perlukah aku menyebutkan semua yang kuingat?”

__ADS_1


“Hahahaha. Kepribadianmu belum berubah sama sekali.”


Tri hanya tertawa mencairkan suasana karena merasa telah terpojok.


“Omong-omong, apa kau sudah menemui Yuli?” tanya Tri.


Yuli adalah mantan kekasih El salah satu dari kedua kolega Joko yang meninggal, yang bertemu dengan Joko di depan apartemennya.


“Kau akan terkejut saat melihatnya. Dia sudah sangat berubah. Kau tau kemana dia pergi setelah tim kita bubar? Dia masuk bagian domestik. Dia juga menjadi ketua di tim empat, di pusat ini.”


“Bukankah itu sangat lucu? Dia seolah-olah sangat peduli dengan rekannya, tapi setelah insiden yang menimpamu bersama kedua orang kolegamu itu terjadi, dia merubah wajahnya dan berada di bagian itu.”


Tri terus mengoceh dan kembali mengingatkan Joko tentang kejadian di masa lalunya, yang membuat Joko semakin muak lagi.


*TOK TOK TOK!!!


“Masuklah!”


Seorang wanita pun masuk ke dalam ruangan Tri. Wanita itu adalah Tini, yang melamar di kantor ARN yang sekaligus akan bekerja sebagai partner Joko di salah satu kantor cabangnya.

__ADS_1


Tini mengenakan pakaian dengan setelan jas abu-abu dengan sepatu casual yang membuatnya lebih terlihat seperti wanita abg. Tini juga mempunyai wajah dengan paras yang cukup cantik yang membuat itu menjadi nilai plus.


__ADS_2