SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
023 - MENCARI PENGKHIANAT!


__ADS_3

“Aku tidak akan menceritakan semua yang kutemukan sejauh ini, agar prasangka tidak mengaburkan penilaian dan dugaanmu dan itu bisa menjadi penghalang untukmu saat mencari pengkhianat.”


“Satu hal yang lebih utama, ada satu potongan teka-teki terakhir yang tak bisa kutemukan. Untuk melengkapi teka-teki itu, aku membutuhkan potongan itu.”


“Kau harus tetap berwaspada dengan semua orang disekitarmu dari setiap gerakan dan kata-kata mereka.”


“Saat kau benar-benar membutuhkanku, saat itulah kita akan bertemu lagi.


Video singkat yang menampilkan dirinya sendiri itu membuat Joko semakin bertanya-tanya dan semakin pusing dengan apa yang telah terjadi padanya.


Entah dari mana, siapa, apa dan maksud tujuan orang itu mengirim file itu ke rumah Joko.


Akan tetapi, Joko sangat yakin bahwa pengkhianat itu adalah seseorang yang berada di ARN sendiri, dan semua orang yang berkaitan tentang kejadian tiga tahun lalu.


***


Keesokan harinya di kantor ARN, Joko sedang berjalan di depan kantor barunya dan bertugas seperti biasa.


Saat melewati kantor pusat, ia tak sengaja berpapasan dengan Yuli, mantan kekasih El yang sudah sampai lebih dulu di kantor.


Begitupun Yuli yang cukup terkejut yang melihatnya sudah kembali bekerja. Yuli menghentikan langkahnya dan menatap Joko yang juga berhenti saat melihatnya.

__ADS_1


“Hhhh. Aku sungguh tak menyangka, kau sudah kembali bekerja. Kau sungguh mengesankan. Sangat luar biasa.”


Yuli memuji Joko dengan kata-kata seolah menyindirnya.


Tanpa memperdulikan omongan Yuli, Joko pun pergi meninggalkannya di halaman gedung.


***


Di tempat lain, terlihat Tri yang mendatangi Aji di ruangan pribadinya.


*TOK TOK TOK!!!


“Masuklah!!!”


“Ada yang ingin kubicarakan kepadamu, Pak.”


“Ya. Bicaralah. Disini hanya ada kita berdua dan tak mungkin ada cctv di ruangan ini.”


Sepertinya Tri ingin membicarakan sesuatu yang sangat serius dengan Aji.


“Lihatlah ini. Aku menemukan jejak rekaman yang menunjukkan seseorang.”

__ADS_1


Tri memberikan tablet miliknya yang menunjukkan foto seseorang.


“Siapa dia?” tanya Aji.


“Dia adalah Hendro. Wakil ketua dari organisasi kartel Narkoba yang telah dimusnahkan oleh Joko tiga tahun lalu. Sepertinya ia salah satu orang yang berhasil selamat saat itu, dan membuat kartel baru setelah berhasil kembali ke Indonesia,” jelas Tri.


“Apa? Apa dia bodoh? Kenapa dia sangat berani?”


Aji pun cukup terkejut saat mendengar ada salah satu petinggi kartel narkoba yang masih selamat dari Joko tiga tahun lalu.


“Benar, Pak. Dia merupakan tangan kanan langsung dari bos kartel yang telah dieksekusi oleh Joko tiga tahun lalu. Aku sudah sangat yakin itu dia.”


“Ada rumor yang mengatakan bahwa ia pindah kemari dan membentuk gangster dengan anak buah yang cukup banyak.”


Entah darimana Tri mendapatkan rekaman cctv itu yang harus membuat mereka berdua mengobrol secara empat mata.


“Aku sangat yakin Direktur Utama pusat akan menyuruh Joko menangani kasus ini, saat mengetahui Hendro masih hidup, karena hanya Joko lah yang mampu menangani organisasi besar seperti itu.”


“Baiklah. Langsung saja ke intinya,” ucap Aji yang menghela nafas panjang.


“Biarkan aku yang akan menangani ini semua. Jika kau membantuku, aku berjanji akan segera menangkap Hendro secepatnya. Aku hanya perlu menangkapnya.”

__ADS_1


“Aku hanya butuh beberapa agen dan divisi kriminal dari kepolisian yang akan mengurus sisanya nanti.”


__ADS_2