SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
072 - JOKO MENGELABUI SEMUA ORANG.


__ADS_3

Beralih di ruang kendali, terlihat semua agen yang bertugas sedang berkumpul dibawah perintah Aji. Terlihat pula Tini yang ikut berpartisipasi di dalam sana.


Sekitar 20 layar monitor, menampilkan semua kamera pengawas yang berada di sekitar taman. Aji dan semua orang yang berada di ruang kendali pun dapat melihat kondisi di sekitar taman.


Aji berdiri dan fokus menatap semua layar mencari keberadaan Joko, diantara banyaknya orang yang berada di sekitar taman.


“Sniper 1. Tidak ada yang aneh di sini, Pak.”


Radio ruang kendali berbunyi, salah satu penembak jitu memberi tahu, belum ada yang terlihat mencurigakan di taman itu, padahal salah satu agen telah berhasil dilumpuhkan Joko dengan senyap.


“Sniper 3. Disini juga belum ada yang terlihat mencurigakan.”


Salah satu agen penembak jitu lainnya kembali melapor situasi pada Aji melalui walkie yang terhubung dengan radio di pusat ruang kendali.


“Dengarkan aku, semuanya! Dia akan mencoba mengalihkan perhatian dan menggoyahkan kita.”


“Semuanya saja, biar ku ulangi sekali lagi. Apapun yang terjadi, kalian harus tetap fokus, tenang, dan mempertahankan posisi kalian.”


Aji terus mengingatkan semua agen yang menjaga di stasiun, penembak jitu yang berada di atap gedung, agar tetap tetap waspada, karena Aji sangat paham, bahwa tak mudah untuk menangkap seorang Joko.


“Pak! Komunikasi dengan salah satu agen kita, agen 13, yang berada di luar taman, telah hilang. Dia tak menjawab apapun saat aku memanggilnya dengan sebuah kode.”


Salah satu agen yang berada di ruang kendali melapor pada Aji, atas hilangnya salah satu agen, karena Joko melumpuhkannya dengan cepat.


Aji menekan tombol komunikasi dengan para agen dan penembak jitu yang berada di luar, untuk memberitahu kabar terbaru.


“Target telah bergerak. Kalian harus lebih waspada!”


“Ini sniper 7. Dari arah pukul 1 kita. Aku melihat pria yang cocok dengan deskripsi target. Tolong konfirmasi!”


Salah satu penembak jitu kembali melaporkan kabar terbaru, tentang apa yang ia lihat kepada semua agen yang berada di dalam ruang kendali.


Begitupun dengan beberapa monitor yang langsung menunjukkan posisi target.


Seseorang berjalan menggunakan jaket jumper berwarna hitam, dengan penutup kepala dari jaket itu, dan memakai masker, sedang berjalan mendekati Siti yang sedang duduk di bangku taman.


Semua mata agen di ruang kendali tertuju pada target itu. Begitupun dengan Tini.

__ADS_1


Dia sangat yakin bahwa itu adalah Joko, dan hanya berharap, agar berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan olehnya, dengan bantuan Sam.


“Sniper 1. Tolong konfirmasi identitasnya!” perintah Aji.


“Dengan sniper 1. Aku belum dapat memastikannya, tapi kemungkinan besar dia adalah targetnya. Dia menuju ke tengah mendekati umpan,” sniper 1 memberi informasi.


“Tinggi badan, postur tubuh, dan cara berjalannya sangat sesuai dengan Joko, Pak. Bagaimana jika kita mengirim tim siaga dan mengkonfirmasi itu?”


Ketua tim ruang kendali melapor dan mengusulkan hal itu pada Aji


“Tidak. Jangan lakukan itu sekarang. Jika kita bertindak sekarang, itu merusak seluruh jaringan pengawasan kita. Aku berpikir, mungkin jaringan pengawas itulah yang sedang diincar olehnya,” tegas Aji dengan mata yang terus menatap layar monitor mengawasi target.


Di layar monitor, terlihat Joko yang terus berjalan mendekat pada Siti yang duduk di bangku taman.


Aji menekan tombol penghubung radio dengan walkie talkie dari semua agen dan memberi perintah kepada beberapa sniper.


“Sniper 1, sniper 2. Bidik targetnya sekarang. Arahkan sniper kalian, mengikuti kemana dia berjalan.”


“Ini sniper 1. Target sudah terlihat dengan jelas.”


Beberapa layar monitor kembali menampilkan rekaman dari kamera yang juga dibawa oleh para sniper yang telah membidik target.


Kini Joko sudah berada tepat di hadapan Siti yang sedang duduk di bangku taman.


Suasana di ruang kendali sangat tegang saat Joko mulai membuka maskernya. Setelah membuka masker, Joko membuka penutup kepala dari jaket jumper yang ia kenakan.”


Semua orang yang berada di ruang kendali dibuat terkejut, saat melihat sosok Yuli yang muncul di layar monitor, tak terkecuali dengan Aji yang terus menatap layar monitor yang memperlihatkan Yuli, yang berdiri di depan Siti.


“Sniper! Tahan bidikan kalian!” perintah Aji.


“Ini sniper 1. Aku sudah memastikan identitas target, Pak.”


Semuanya sesuai dan berjalan dengan rencana Joko. Semua sniper melihat bahwa Joko lah yang sedang berada di taman, berdiri tepat di depan Siti.


Terkecuali semua orang yang berada di ruang kendali, mereka melihat Yuli yang berdiri di depan Siti.


Aji terlihat bingung dan belum menyadari bahwa Joko berhasil meretas dan mengubah sistem kamera keamanan, dengan bantuan Sam, menggunakan teknologi FAKE KACE.

__ADS_1


Terkecuali dengan Tini, ia merasa sangat senang karena semuanya berjalan dengan rencana Joko. Tini hanya diam menunduk, tersenyum tipis.


“Apa maksudmu? Sniper 1! Periksa kembali dengan teliti!” perintah Aji yang tak tahu bahwa mereka melihat Joko, bukanlah Yuli, seperti yang ia lihat dari layar monitor.


“Ini sniper 1. Tak ada perubahan dari target, Pak. Aku dapat memastikannya, dia adalah target kita. Aku hanya menunggu perintahmu.”


“Dengan sniper 2. Aku juga sudah memastikan identitas target.”


“Sniper 3. Aku juga sudah memastikan, itu dia.”


Semua penembak jitu saling mengatakan dan mengkonfirmasi identitas Joko, yang hal itu membuat Aji semakin bingung.


Dari layar monitor, terlihat target yang membungkuk dan membisikkan sesuatu pada Siti.


“Lihat ini, Pak!” salah satu agen memanggil Aji untuk menunjukkan apa yang telah ditemukannya.


“Kurasa seseorang meretas jaringan kamera pengawas dan semua cctv. Sepertinya dia mengganti dengan gambar yang berbeda, hingga terjadi seperti ini.”


“Benar, Pak. Itu sangat mustahil. Kepala Yuli sekarang masih berada di rumah sakit. Aku yakin, semua kamera pengawas kita telah diretas.” ucap salah satu agen lainnya yang sangat yakin dengan hal itu.


“Para penembak jitu sudah memastikan identitasnya, Pak. Tolong berikan mereka perintah,” lanjutnya.


Aji hanya diam dan masih berpikir, apa yang harus ia lakukan sekarang ini, sementara agen lainnya menunggu perintah darinya.


Dari layar monitor di ruang kendali, terlihat Joko yang menarik tangan Tini, mengajaknya berlari menuju stasiun bawah tanah, yang tak jauh dari taman itu.


“Ini sniper 2. Target dan Umpan berlari dengan cepat ke arah stasiun bawah tanah. Kami menunggu perintah.”


Radio kembali berbunyi, salah satu penembak jitu juga telah mengkonfirmasi, bahwa Joko berlari membawa Siti menuju stasiun bawah tanah.


Aji masih terdiam dan bingung, apa yang harus ia perintahkan untuk para agen dan penembak jitu lainnya.


“Berikan perintahmu sekarang juga, Pak. Mereka semua menunggu perintahmu,” ucap asisten Aji yang berdiri tepat di belakang Aji.


“Lakukan sekarang!”


Karena Aji hanya terdiam dan tak merespon apapun, asisten Aji menekan tombol radio, dan langsung memberi perintah kepada semua penembak jitu, untuk menembak target.

__ADS_1


__ADS_2