SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
022 - JOKO & TINI.


__ADS_3

“Halo, Tuan-Tuan. Perkenalkan namaku Tini, anggota baru tim pendukung bagian lapangan.”


Tini membungkuk dan memperkenalkan dirinya kepada Tri dan Joko yang sedang duduk di sofa.


“Astaga, Tini. Aku sudah memanggilmu sejak lama, kenapa kau lama sekali?” ucap Tri.


“Maafkan aku, Pak. Aku tak memeriksa ponselku karena sedang makan siang.”


“Baiklah. Beri salam padanya. Dia orang yang akan berada dengan tim yang sama denganmu sekaligus partner kerjamu.”


Tri menyuruh Tini untuk menyapa Joko.


“Halo, Tuan. Namaku Tini. Senang bisa bertemu denganmu.”


Tini tersenyum kepada Joko yang hanya dibalas dengan anggukkan olehnya.


Setelah mereka bertiga selesai mengobrol santai dan berbincang, Joko pun memutuskan untuk kembali terlebih dahulu.


Di luar ruangan Tri, Joko kembali berpapasan dengan asisten pribadi Tri yang terus menatapnya dengan tatapan sinis.


Sepertinya asisten Tri juga tak menyukai kembalinya Joko. Akan tetapi, asisten Tri tak dapat melakukan apapun selain menatap Joko, karena ia mengetahui, tak seorang agen di kantor ini yang mampu menandingi kemampuan Joko.


Joko terus berjalan tanpa memperdulikan semua orang yang memperhatikannya dan pergi meninggalkan kantor itu.

__ADS_1


Joko menuju lift yang berada di ujung ruangan, sebelum pintu lift kembali tertutup, Tini berlari dan menyusul Joko masuk ke dalam lift.


Joko pun hanya diam dan melihat tingkah konyol Tini yang tiba-tiba berlari menyusulnya.


“Astaga. Nafasku.”


Nafas Tini pun terengal-engal karena berlari menyusul Joko yang sudah berada di dalam lift yang akan tertutup.


“Permisi, Pak. Suatu kehormatan dapat bekerja bersamamu. Sejujurnya aku melamar di bagian itu karena mendengar kau dipindahkan kesana.”


Tini pun mulai menyapa Joko dengan berbasa-basi yang pasti diabaikan oleh Joko.


*TINGGG!!!


Tini yang belum menyerah pun berjalan menyusul Joko yang sudah keluar dari lift.


“Tunggu aku, Pak. Ini hari pertama kita bekerja sebagai rekan, jadi, jika kau punya waktu, apa kau mau minum kopi bersamaku?”


“Apa kau tak tau? Apa kau belum mendengar? Semua rekanku tewas tiga tahun lalu.”


Joko pun menghentikan langkahnya dan menatap Tini yang terus mengikutinya kemana ia pergi.


“Tidak. Bukan begitu maksudku, Pak,” ucap Tini

__ADS_1


Joko pun pergi meninggalkan Tini yang tak tahu lagi harus berbuat apa.


***


Malam harinya di apartemen Joko, terlihat Joko yang bersiap untuk beristirahat.


Saat ia akan berbaring di kasurnya,


*TOK TOK TOK!!!


Seseorang telah mengetuk pintu apartemen Joko. Saat Joko membuka pintunya, Joko hanya melihat sebuah kotak yang ditinggalkan di depan pintu apartemennya dan tidak melihat seorangpun disana.


Joko mengambil kotak itu, lalu kembali masuk ke dalam rumahnya. Saat membuka kotak itu, Joko melihat sebuah flashdisk kecil berwarna hitam.


Ia pun mengambil laptop miliknya, lalu membuka file yang berada di flashdisk itu.


Ia membuka satu file video yang berisi sebuah video. Joko pun sangat terkejut saat melihat video itu yang memperlihatkan dirinya sendiri sedang berbicara dan merekam dirinya sendiri.


Joko pun langsung memutar video rekaman itu.


“Mulai sekarang, dengarkan aku baik-baik, karena kesempatanmu tidaklah banyak. Ada beberapa oknum pengkhianat di agensi kita, lalu aku menghapus ingatanku sendiri untuk menangkap pengkhianat itu.”


“Situasi yang melibatkanmu. Ada pengkhianat di balik semuanya. Tugasmu adalah menemukan siapa pengkhianat itu.”

__ADS_1


__ADS_2