SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
031 - KEMATIAN HENDRO.


__ADS_3

Setelah membantai habis semua polisi, akhirnya salah satu anak buah Hendri dapat membuka sel, lalu membebaskannya dan seorang sopir yang juga ditahan.


Semua anak buah Hendro berbaris rapi saling menghadap dan menunduk menyambutnya Hendro yang berhasil mereka bebaskan.


Hendro pun berjalan menuju sel tempat sopir ditahan lalu membungkuk di depan sopir suruhan memberinya hormat.


“Beri hormat pada ketua!” ucap Hendro.


Semua anggota pun menunduk kembali memberi hormat kepada seorang Pria berumur 30 tahunan awal itu.


Ternyata,  pria itu bukanlah sopir, melainkan bos yang sesungguhnya dan Hendro adalah tangan kanan yang siap untuk dijadikan tumbal untuk bos itu.


Bos sesungguhnya dari gengster itu adalah anak kandung dari bos kartel narkoba yang telah dilenyapkan oleh Joko. Ia sengaja pergi ke Indonesia untuk membalaskan dendam pada Joko yang telah membunuh ayahnya.


Bos itu bernama Sulistyo. Sulistyo sengaja berpura-pura bodoh saat ia bertemu dengan Joko dan ditanya olehnya, agar Joko dapat dikelabui olehnya.


Sulistyo berjalan di antara semua anak buahnya yang sedang berdiri dan berbaris rapi.


“Oi, Hendro!” panggil Sulistyo.

__ADS_1


Hendro pun berjalan mendekat dan menunduk hormat pada Sulistyo.


“Astaga, Sial. Sejak bekerja dengan ayahku, dia adalah orang yang selalu banyak berbicara dan selalu gagal dan tertangkap.”


Sulistyo mengambil salah satu golok milik anak buahnya, lalu menggorok leher Hendro dari belakang.


Darah pun muncrat secara deras dari leher Hendro yang membuatnya terlihat seperti ayam yang telah disembelih.


Sungguh malang nasib Hendro. Ia selalu menjadi nomor dua dan akhirnya harus mengakhiri hidupnya di tangan anak Bos yang pernah bekerja dengannya.


“Tunggu apa lagi? Mari pergi kita pergi dari sini.”


“Baik, Bos!!”


***


Beralih pada Joko yang sedang dalam perjalanan pulang. Joko membuka ponselnya di dalam mobil dan melihat 20 panggilan tak terjawab dari Tini.


Joko pun langsung meminggirkan mobilnya ke tepi jalan, lalu menelpon Tini.

__ADS_1


“Halo, Pak. Ini aku, Tini. Aku sudah menelponmu dari tadi, tapi kau belum mengangkatnya.”


“Baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Joko.


“Ada sesuatu yang harus kau ketahui. Rekanku yang berada di divisi intelijen dan analis, mengirimkan sesuatu kepadaku. Biar ku kirimkan filenya kepadamu. Aku berpikir itu mungkin bisa membantumu dengan masalah yang sedang kau hadapi.”


File itu berisi sebuah data yang hilang dan mungkin Joko belum menyadarinya.


“Baiklah, terima kasih. Aku akan membukanya.”


Joko langsung mematikan telepon Tini dan membuka file itu. Fail itu berisi sebuah data yang menunjukkan anak kandung dari bos kartel narkoba yang telah dilenyapkan Joko.


Anak kandung laki-laki dari bos kartel yang telah dilenyapkan Joko ternyata sedang berada di Indonesia untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya di tangan Joko. Pria itu bernama Sulistyo.


Joko yang baru ingat hal itu pun cukup terkejut dan teringat pada seorang sopir yang juga ditahan bersama Hendro di kantor kepolisian.


Joko sangat curiga bahwa sopir itu lah Sulistyo. Ia hanya berpura-pura bodoh saat ditanya olehnya untuk mengelabui Joko.


Setelah menyadari hal itu, Joko memutar kemudi mobilnya dan kembali menuju ke kantor polisi.

__ADS_1


Joko menginjak pedal gas mobil sedalam-dalamnya dan mobilnya pun melaju dengan kencang.


Di dalam perjalanan, Mobil Joko berpapasan dengan sedang berwarna hitam dan beberapa mobil box dan truk yang mengawalnya dari belakang.


__ADS_2