
“Aku. Aku lah yang bertanggung jawab atas kematian anak buahmu itu. Aku, Joko. Hanya Aku. Hahahahahaha!!!!!!”
“Astaga. Kenapa wajahmu seperti itu, Joko? Apa kau masih tak mengingatnya? Mau kuberi tahu apa yang kulakukan dengan mereka? Baiklah. Dengarkan aku!”
“Aku menggunakan tangan kiriku untuk menjambak rambut mereka, lalu menggunakan tangan kananku untuk menggorok leher mereka menggunakan golok ini. Hahahahaha.”
Sulistyo memperagakan di depan Joko, bagaimana dia menggorok leher salah satu agen yang bekerja dengan Joko saat itu.
“Aku akan membunuhmu, Iblis sialan!”
Joko menggeram dan sangat emosi mendengar perkataan Sulistyo.
“Uhuk!!!”
Joko batuk dan berusaha memuntahkan sesuatu. Sepertinya Joko berusaha memuntahkan alat pelacak yang telah ia telan sebelum ia tertangkap.
“Astaga. Apa kau mabuk? Apa kau mulai takut denganku? Dasar, Bodoh!”
*BUK!!!!
__ADS_1
Sulistyo meninju wajah Joko beberapa kali, lalu menendangnya yang membuat Joko terjatuh dengan kursi yang masih terikat dengannya.
“KRIINGG!!!!
Ponsel Sulistyo berbunyi, dan saat Sulistyo melihatnya, ternyata Putra lah yang menelpon dirinya.
“Bawa dia ke ruang sebelah! Kalian bisa bermain-main dengannya terlebih dahulu. Aku akan pergi untuk mengangkat telepon ini,” ucap Sulistyo.
Beberapa anak buah Sulistyo termasuk dengan salah satu orang kepercayaannya pun melepaskan ikatan Joko dari kursi, lalu menyeret Joko ke ruangan khusus dengan tangan Joko yang masih terikat di belakang.
Saat berada di ruangan, Joko kembali batuk dan berusaha memuntahkan alat pelacak yang telah ia telan.
“Uhuk!!!!”
Setelah beberapa kali mencoba untuk mengeluarkan, akhirnya Joko dapat mengeluarkan kapsul gps itu dan meludahkannya bersama air ludah, agar anggota Sulistyo tak menyadarinya.
“Cuihh!!!”
“Hei! Ada apa denganmu?” ucap salah satu orang yang bertugas menjaga.
__ADS_1
Kedua orang yang menjaga Joko pun memutari Joko, dan saat salah satu orang menunduk dan mengambil kapsul itu, Joko menggunakan kesempatan itu untuk menyerangnya.
Dengan cepat Joko menyeruduk kepala salah satu orang itu, yang membuatnya terpental. Saat orang itu kesakitan, Joko berlari dan kembali menyeruduk orang itu hingga dinding kaca, dan kaca dinding itu pun pecah akibat itu.
Satu orang pun telah berhasil ditumbangkan Joko. Saat seorang akan menyerang Joko, Joko menjegal kaki orang itu, lalu memutar badannya, dan mencekik orang itu menggunakan kedua tangan Joko yang terikat.
Kemampuan beladiri Joko sangatlah tinggi, ia bahkan dapat bertarung dan menghabisi kedua orang itu menggunakan kaki dan tubuhnya.
Joko juga menggunakan tali yang mengikat kedua tangannya di belakang untuk mencekik satu orang yang tersisa, sampai kehabisan nafasnya.
Joko melepaskan cekikan, lalu menendang satu orang tersisa, hingga terpental.
Saat kedua orang itu tumbang, Joko berjalan ke dinding kaca, lalu melepaskan tali ikatannya menggunakan pecahan kaca yang tajam.
Kini Joko akan lebih brutal setelah kedua tangannya tak terikat.
Setelah kedua tangannya terlepas, Joko keluar dari ruangan dan kembali menuju ruangan tempat ia diikat sebelumnya.
Di lorong markas, satu orang anak buah Sulistyo melihat Joko yang berhasil melepaskan dirinya.
__ADS_1
Dia mengeluarkan pisau dan menyerang joko di lorong itu. Akan tetapi, kini tangan Joko sudah tak terikat, yang membuatnya sangat mudah untuk menumbangkan satu orang saja.
Joko menendang pria itu, lalu merebut pisaunya dan menusuk leher pria itu berulang kali. Joko lebih terlihat seperti seorang psikopat yang membunuh orang secara brutal.