SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
037 - PENJAHAT DI ATAS PENJAHAT LAIN.


__ADS_3

“Dan kurasa, mereka pun tak punya ruang lagi untuk kembali ke China. Maka itu dia berada disini, selain memburumu.”


Joko terus berpikir kenapa semuanya menjadi lebih rumit dan menjalar seperti akar pohon.


“Kenapa mereka terlibat dan melakukan hal seperti itu? Kurasa ini bukanlah suatu kebetulan,” ucap Joko.


“Astaga, Joko. Kurasa kau lah yang menggali terlalu dalam. Kau masih saja mempunyai insting yang cukup tinggi di setiap masalah.”


“Kau benar, Joko. Ada dalang yang mengendalikan mereka semua dari belakang, dan orang itu bernama Putra.”


“Putra?” tanya Joko.


“Dia mengendalikan informasi rahasia dari dekat perbatasan di China dan memonopoli semuanya termasuk narkoba, penyelundupan organ dalam manusia, dan senjata api ilegal.”


“Bisa dibilang, dia adalah penjahat di atas penjahat lain. Dia bukan penjahat biasa seperti penjahat kelas teri lainnya.”


“Hmmm. Baiklah. Apa kau punya detailnya?” tanya Joko.


“Tidak, Joko. Aku tak mempunyai apapun yang berkaitan dengan itu. Dia bahkan hampir tidak memiliki jejak kriminal apapun saat melakukan tindak kriminal.”


“Baiklah, Joko. Mungkin hanya itu yang bisa kukatakan kepadamu.”

__ADS_1


 “Terimakasih, Annchi. Kalau begitu, aku permisi dulu.”


Joko pun segera pergi dari griya tawang mewah itu dan kembali di mobilnya.


Di dalam mobil, ternyata Tini sudah menunggu Joko sejak tadi. Mulai pagi itu Tini pun membantu Joko dengan semua informasi yang ia punya.


“Bagaimana dengan hasilnya? Apa kau sudah menemukan dia?” tanya Joko pada Tini.


“Aku baru menemui salah satu keluarga Budi yang tersisa, lalu ia memberikan nomor yang sudah kutemukan keberadaannya. Lihatlah ini!”


Tini menunjukkan sebuah lokasi di laptopnya.


“Itu berada di jalan Soekarno hatta gang 4, tepatnya berada di gudang kosong dekat jalan lingkar luar.”


“Enam dari tujuh panggilan keluar dari nomor itu berasal dari menara seluler di dekatnya,” jelas Tini.


“Kerja bagus, Tini. Segera kirimkan lokasinya ke ponselku. Aku pergi dulu.”


Saat Joko membuka pintu mobil dan akan pergi, Tini menarik jas Joko menahannya agar tak keluar dari mobil.


“Mau kemana kau, Pak? Apa kau sudah lupa? Kau sudah berjanji untuk mengerjakan kasus ini bersamaku. Baiklah, jika kau tetap mau pergi, aku akan melaporkannya kepada Pak Direktur.”

__ADS_1


Joko menatap mata Tini yang cengengesan karena mengancamnya dan kembali menutup pintu mobil.


“Kau duduk saja, Pak, biarkan aku yang menyetir menuju ke lokasi,” ucap Tini yang berhasil merayu Joko dengan mengancamnya.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun telah sampai di lokasi yang dituju.


Lokasi itu berada di sebuah gedung kosong yang cukup besar dan luas. Gedung itu cukup sepi dan tak terlihat seorang pun yang berada di gedung itu,


“Kau tunggu saja di mobil, aku akan masuk ke dalam untuk memeriksa dan menunggu mereka. Aku yakin mereka akan datang sebentar lagi.”


“Baik, Pak. Hati-hati.”


Joko keluar dari mobil dan masuk ke dalam gudang.


Dan benar saja, beberapa saat setelah Joko masuk ke dalam gedung, sebuah mobil datang ke gudang kosong itu.


Mobil itu terus berjalan masuk ke dalam gudang dan berhenti sesampainya di dalam.


Tiga orang keluar dari mobil dan melihat Joko yang sudah duduk di kursi seorang diri.


Begitupun Joko yang berdiri saat melihat beberapa orang yang keluar dari mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2