SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
052 - TUJUAN TINI SEBENARNYA.


__ADS_3

Dan ternyata benar dugaan Joko, Tini mempunyai tujuan lain dari awal mendaftar dan bekerja di ARN.


Di dalam ruang kerja Tini tertempel wajah Joko dan semua berita yang berkaitan tentangnya.


Di dinding itu juga tertempel sebuah berita dari beberapa tahun lalu yang mengabarkan bahwa salah satu direktur ARN bunuh diri saat ia sedang menjalankan sebuah misi.


Dan direktur itulah ayah kandung Tini yang pernah menjadi atasan Joko, dan itulah mengapa alasan Tini mau bekerja dengan Joko.


Tini pun masih belum sepenuhnya yakin bahwa ayahnya melakukan bunuh diri, karena ia sangat mengenal ayahnya dan sama sekali tak mungkin baginya untuk melakukan itu.


Begitupun dengan misi yang sedang dijalankan ayah Tini saat itu. Misi itu menjadi sebuah dokumen rahasia yang disembunyikan oleh agensi, karena kematian ayah Tini.


Tini sudah mempersiapkan itu semua sejak lama, sebelum ia bergabung bersama ARN dan menyelidikinya sendiri atas kematian ayahnya yang tidak wajar.


Di ruangannya juga terdapat beberapa monitor komputer yang bisa digunakannya untuk meretas sistem dan mencari data diri seseorang dan merubah data dirinya sendiri.


Sehingga, Tini pun dapat merubah data dirinya dan berhasil bergabung menjadi salah satu anggota ARN.


Tini berjalan dan melihat sekeliling ruangan itu yang dipenuhi oleh foto, berita koran, dan berkas-berkas lainnya.

__ADS_1


Ia juga memajang foto ayahnya di atas meja kerjanya. Terlihat sang ayah yang sedang berfoto bersama Tini saat Tini mendapatkan gelar sarjana.


Tini meneteskan air mata dan memandangi Sang Ayah yang tersenyum di dalam foto itu.


“Ini baru permulaan,” ucap Tini yang kemudian mengambil fotonya bersama Sang Ayah.


“Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Ayah?”


Tini pun menangis dan memeluk foto ayahnya di bingkai itu.


***


Joko duduk menyendiri sambil melihat beberapa anak yang bermain dan berlarian di taman itu.


Sesaat ia kembali teringat dengan semua perkataan orang kepadanya. Ia teringat pada omongan Sulistyo, bahwa ia membunuh kedua rekannya dengan menggorok lehernya.


Akan tetapi, Joko berpikir bahwa Sulistyo hanyalah membual untuk membuatnya semakin emosi saja, saat itu.


Selain itu, Joko juga mengingat bahwa kedua koleganya mati karena tertembak pistol, bukan dengan clurit atau senjata tajam lainnya.

__ADS_1


Joko juga kembali memikirkan ucapan Annchi yang berkata, Sulistyo hanyalah boneka dan ada yang mengendalikan mereka semua, yaitu Putra.


Belum selesai dengan itu, Joko memikirkan kembali ucapan Budi terakhir kalinya, tentang kenapa ia tak menghubungi nomor yang telah ia beri setelah insiden tiga tahun lalu, saat menghilangnya Joko.


Budi berkata, bahwa ia sudah menelpon nomor yang Joko berikan padanya. Akan tetapi, sekelompok lain muncul untuk membunuh Budi saat, dan budi pun berhasil kabur dari kejaran kelompok itu.


Semua perkataan dari setiap orang membuat urusan itu semakin rumit dan membuat Joko kembali merasakan sakit di kepalanya, akibat terlalu memikirkan semua itu.


Saat Joko mulai penat dengan semua yang ada di pikirannya,


“Hoi!!! Astaga. Kenapa kau sangat tegang sekali?”


Irul tiba-tiba datang dari belakang yang membuat Joko cukup terkejut.


Irul membawa segelas es americano dan sebuah roti pun duduk di sebelah Joko.


“Apa kau mau?”


Irul menawarkan sebuah roti bekas gigitannya kepada Joko.

__ADS_1


__ADS_2