SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
053 - PANGGILAN DARURAT.


__ADS_3

“Tidak, terima kasih. Aku tak lapar,” ucap Joko.


“Astaga. Apa kau masih merasa jaim padaku? Hahahahaha.”


Irul tertawa dan kembali melahap roti yang masih dipegang olehnya.


“Omong-omong, kenapa kau menyuruhku kemari?” tanya Irul.


“Aku ingin meminta bantuanmu lagi.”


“Apa itu? Katakan saja,” ucap Irul.


“Pergilah ke ruang IT operasi dan periksalah. Tepat tiga tahun lalu sebelum menghilangnya diriku, ada sebuah panggilan darurat dari Beijing.”


“Aku ingin kau mencari tahu, siapa orang terakhir yang menerima panggilan dan laporan itu.”


Joko meminta bantuan pada temannya untuk melakukan itu untuk memulai menyusun teka-teki yang hilang dari kepalanya.


“Baiklah. Itu sama sekali tidak sulit bagiku, Joko,” ucap Irul sembari meminum kopi nya.


“Ini mendesak, jadi, kuharap kau cepat menyelesaikannya. Satu hal lagi. Aku minta data informasi atau berkas apapun itu yang berkaitan tentang, Yuli. Apa kau bisa?”


“Tentu. Aku akan menelponmu kembali begitu mengetahuinya, tapi, kenapa kau ingin mengetahui berkasnya. Bukah kalian pernah bekerja di satu tim yang sama?”


“Tidak. Aku hanya ingin memastikan sesuatu saja. Baiklah. Kalau begitu, aku permisi dulu,” ucap Joko

__ADS_1


“Astaga. Sial! Kau masih sama saja seperti dahulu. Kupikir kita bisa makan dan menikmati bir bersama terlebih dahulu.”


Irul yang kesal pun berdiri dan pergi meninggalkan Joko.


*TIINGG!!!!


Ponsel Joko berbunyi, tanda pesan SMS masuk dan terkirim ke ponselnya sebelum ia sempat untuk beranjak dari bangku taman.


“Datanglah ke ruanganku, Joko!”


Begitulah isi pesan SMS itu. Saat Joko mengetahui bahwa Yuli lah yang mengirim pesan itu, ia pun beranjak pergi dari taman dan kembali ke kantor ARN.


***


Setibanya Joko di ruangan Yuli, Yuli pun langsung menyuruh Joko untuk duduk di sofa tamu.


“Apa kau mau minum?” tanya Yuli yang akan berdiri dan membuatkan minum untuk Joko.


“Tidak perlu. Langsung saja ke intinya. Apa terjadi sesuatu?” tanya Joko dengan sikapnya yang tetap dingin.


Yuli kembali duduk dan,


“Tak ada, Joko. Tidak terjadi apa-apa. Aku hanya berpikir, jika aku i duduk dan berbincang bersamamu.”


Nada bicara Yuli pun tak seperti biasanya, saat ia bertemu dengan Joko. Yuli terdengar lebih lembut saat berbicara dengan Joko saat itu.

__ADS_1


*KRIIING!!!!


Ponsel Yuli tiba-tiba berdering yang membuatnya harus mengangkat telepon itu.


“Maafkan aku, Joko. Aku harus mengangkat panggilan ini. Apa kau bisa menunggu sebentar saja?”


“Tentu. Silahkan,” ucap Joko.


Saat Yuli keluar dari ruang kerjanya, Joko berdiri dari sofa dan berjalan mendekat meja kerja milik Yuli.


Joko melihat sebuah foto di dalam bingkai yang terletak di atas meja. Joko, Aji, Tri, Yuli, beserta 2 kolega Joko yang sudah meninggal berada dalam foto itu.


Mereka semua saling tersenyum dan merangkul satu sama lain menunjukkan sebuah tim yang sangat solid.


Joko memegang foto itu dan tak menyangka bahwa Yuli yang sudah menjadi atasannya di kantor masih menyimpan foto itu.


Tepat di samping foto tim lama itu, Joko melihat sebuah foto yang menunjukkan sebuah pantai dengan pemandangan yang indah, serta sebuah villa yang berada di dekat pantai itu.


Di bagian pojok kanan bawah dalam foto itu bertuliskan ‘Kuta Beach’. Saat melihat itu, Joko kembali teringat pada perkataan El yang selalu berangan-angan untuk pergi ke tempat itu setelah menjalani misi.


Setelah cukup melihat, Joko kembali meletakkan foto itu ke meja.


*KRIIING!!!!!


“Ya, halo.”

__ADS_1


Joko langsung mengangkat telepon saat melihat bahwa Irul yang menelponnya.


“Astaga. Kau akan terkejut saat mendengarkannya. Dimana kau? Apa kau sendirian?” tanya Irul.


__ADS_2