SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
029 - JOKO MEMBABI BUTA.


__ADS_3

Setelah pintu ruangan terkunci. Saat itulah Joko menyiksa Hendro tanpa ampun.


Perlahan Joko melangkah dan mengambil pakaian Hendro yang terletak di lantai. Saat Hendro menoleh ke belakang, Joko mencekik leher Hendro dengan pakaiannya sendiri, lalu mengangkatnya dan membantingnya ke lantai.


“AAARRRGGGHHH!!!”


Hendro mengerang kesakitan karena Joko membantingnya cukup keras.


Tak cukup sampai disana. Joko menahan tubuh Hendri di lantai, lalu membungkus kepala Hendro menggunakan pakaian nya, agar Hendro tak bisa berbicara atau berteriak.


“Mulai sekarang, jika kau ingin berbicara, kau bisa menepuk lantai, karena sekeras apapun kau berteriak dan berusaha, kau tak akan pernah bisa melakukannya,” ucap Joko.


Hendro yang terbaring di lantai terus berusaha melawan, tapi hanyalah sia-sia, karena Joko jauh lebih kuat darinya.


Hendro pun sudah tak bisa meronta atau berteriak karena Joko sudah menutup semua kepala dan mencekiknya.


“Baiklah. Kurasa kau mengerti ucapanku.”


Saat Hendro sudah kehabisan nafas, Joko melepas tangannya dari leher dan mulai memukuli wajah Hendro dengan kedua tangan tangannya.


Pakaian Hendro yang semula putih bersih pun kini harus penuh dengan darah karena Joko memukuli Hendro dengan kepala yang terbungkus dengan pakaiannya sendiri.

__ADS_1


Joko terus memukuli wajah Hendro dengan keras dan menghajarnya dengan membabi buta. Joko terlihat seperti seekor singa yang mencabik-cabik mangsanya di ruang itu.


Saat Joko terus memukuli Hedro, tiba-tiba.


*BRAK!!! BRAK!!! BRAK!!!


“Hei!!! Buka pintunya!! JOKOOO!!”


Dari luar ruangan, Tri menggedor-gedor pintu yang telah terkunci dan berteriak untuk menghentikan perbuatannya.


Joko pun terus memukuli Hendro dan tak memperdulikan Tri yang sedang berteriak di luar ruangan.


Asisten pribadi Tri pun datang untuk membantu Tri membuka pintu ruangan itu.


Akhrinya, pintu ruangan itu dapat terbuka. Tri bersama asistennya pun langsung menghentikan Joko yang terus memukuli Hendro.


Jika  Tri dan asistennya tak cepat datang, maka Joko akan benar-benar membunuh Hendro hanya dengan tinjunya.


“Joko!!!! Apa kau sudah gila? Apa yang sudah kau lakukan?” ucap Tri yang menggebu-gebu karena Joko membabi buta di ruangan interogasi.


“Dasar Bajingan!” ucap Hendro.

__ADS_1


Hendro yang hampir mati pun merangkak dan berusaha untuk bangun dan menyandar ke tembok.


“Ikut aku!!” ucap Tri.


Saat Joko berjalan keluar, ia memberikan tendangan terakhir kepada Hendro yang sedang tersandar dan kali ini tendangan Joko benar-benar membuat Hendro langsung tumbang dan tak sadarkan diri di ruangan itu.


Para polisi dan detektif lainnya pun hanya bisa terdiam melihat Joko yang telah merusak prosedur disana.


Tri pun mengajak Joko ke ruangan khusus untuk berbicara secara empat mata.


“Kenapa? Ada apa denganmu? Apa yang membuatmu mengamuk seperti itu disini?”


Tri membentak Joko di ruangan itu setelah melihat Joko mengamuk dan menghajar Hendro.


Joko hanya diam dan duduk di meja menghela nafas panjang dan menata kembali emosinya.


“Baiklah. Aku harus pergi. Aku tak punya banyak waktu untuk mengurus kekacauan yang kau buat, jadi, besok temuilah Bu Rina, dan katakanlah bahwa kau ingin mundur dari kasus ini.”


“Oh, satu lagi, aku hampir lupa. Ada yang ditangkap bersamaan dengan Hendro di TKP. Ia mengaku bahwa ia hanyalah seorang sopir yang disuruh oleh Hendro.”


“Kau harus membuat laporan untuk ini, jadi, periksalah kembali sebelum kau kembali ke kantor ARN. Biar kuperingatkan kau kembali. Jangan pernah sentuh mereka lagi!”

__ADS_1


__ADS_2