SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
033 - JOKO TAK SADARKAN DIRI.


__ADS_3

Sulistyo pun langsung mematikan sambungan teleponnya, lalu melempar kertas yang berisi nomor telepon Joko, lalu pergi melaju dengan kencang dengan mobilnya.


*DOR!!!


*DOR!!!


*DOR!!!


*DOR!!!


Joko masih sempat mengambil pistol miliknya dan berusaha menembaki ban mobil Sulistyo yang telah melaju kencang.


Karena tak berhasil mendapatkan Sulistyo, Joko pun harus kembali ke kantor polisi untuk memastikan keadaan di kantor.


Sesampainya Joko di kantor polisi, ia sudah melihat beberapa mobil ambulan dan pertolongan medis yang terparkir di halaman kantor.


Di dalam kantor, terlihat banyak orang yang terluka parah dengan luka bacok dengan dan dengan beberapa mayat yang langsung diangkut oleh petugas medis.


Dan betapa terkejutnya Joko saat melihat mayat Hendro yang juga diangkut oleh pihak medis.


Joko pun segera menuju ruangan cctv untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Di ruangan cctv Joko melihat dari monitor, Sulistyo menggorok leher Hendro di depan semua anak buahnya yang menyaksikan kejadian itu.

__ADS_1


Mata Joko tertuju pada salah satu anak buah geng yang sepertinya dikenalnya yang saat itu melihat ke arah kamera cctv.


Setelah mengingatnya, ternyata orang itu adalah salah satu mata-mata Joko yang dulunya bekerja untuknya.


Joko bertanya-tanya, kenapa dia bisa berada di Indonesia dan tetap mengikuti Hendro menjadi pengikut Sulistyo.


Joko kembali merasakan pusing yang cukup luar biasa, karena ia terus mencoba mengingat kembali kejadian di masa lalu.


Akhirnya, tubuh Joko pun tumbang dan tak sadarkan diri.


***


Keesokan harinya, Tri, Aji dan Rina kembali berkumpul di dalam ruangan untuk membahas kejadian tadi malam di kantor kepolisian.


“Siapa dia?” tanya Aji yang memang tak tahu.


“Aku menyelidikinya, tapi dia tak terdata di basis data kita. Aku juga meminta anggotaku untuk memberikanku informasinya, jadi, mungkin kita harus menunggu sejenak, Pak,” ucap Tri yang menjelaskan.


“Apa kau tak tahu kebiasaan orang China? Butuh waktu satu bulan untuk mendapatkan persetujuan mereka. Permainannya sudah selesai saat itu,” ucap Aji.


“Mungkin terlalu cepat untuk berspekulasi seperti itu, tapi melihat dia membunuh Hendro seperti itu, kita tidak bisa mengabaikan bahwa dia mungkin salah satu keluarga Bos kartel yang telah dilenyapkan tim kita 3 tahun lalu.”


“Kami juga menganalisa rekaman kamera pengawas untuk melacak mereka, tapi tampaknya mereka mengendarai mobil yang tidak terdaftar dan hanya melintasi jalan tanpa pengawas cctv.” jelas Tri.

__ADS_1


“Mereka menyerang kantor polisi dan membantai banyak orang, tapi kalian tak mempunyai satu bukti yang layak untuk diajukan? Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang kalian lakukan?!?!”


*BRAKKK!!!


Rina memukul meja dan memarahi Tri dan Aji.


“Maafkan aku, Bu,” ucap Tri.


“Lantas, bagaimana dengan Hendro? Bukankah kau menginterogasinya sebelum dia mati?” tanya Rina.


“Benar, Bu. Kami melakukannya. Akan tetapi, Joko melewati batas, ia mengamuk dan menyerang Hendro dengan membabi buta, jadi, dengan dengan terpaksa aku menghentikan interogasinya.”


“Kurasa Joko masih butuh istirahat, melihat ketidak stabilan jiwanya untuk pekerjaan itu,” ucap Tri.


“Apa kau memiliki rekamannya?” tanya Rina.


“Tidak, Bu. Joko meminta kami untuk mematikan semua cctv dan rekaman,” jawab Tri.


“Astaga. Dimana dia sekarang?”


“Dia sedang berada di rumah sakit karena pingsan saat berada di kantor polisi.”


“Astaga. Ini membuatku gila. Panggil dia kemari, setelah ia kembali ke rumahnya.”

__ADS_1


“Baik, Bu.”


__ADS_2