SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
040 - KODE YANG TERTULIS!


__ADS_3

Joko berpikir bahwa mungkin ia sangat takut pada Sulistyo, karena jika Sulistyo mengetahui bahwa Budi adalah mantan mata-mata Joko, Budi pasti akan dibunuh olehnya.


Sebuah amplop besar berwarna coklat berada di dalam mobil Joko. Amplop coklat itu adalah milik Budi yang entah sengaja atau tidak ia tinggalkan di mobil Joko.


Joko melihat sebuah perangko di dalam amplop itu saat ia membukanya, tapi jika ia melihatnya dengan teliti, itu adalah label manufaktur yang berisi nama dan alamat, serta semua pengirim dan penerima narkoba.


Joko yakin bahwa Budi sengaja meninggalkan amplop itu untuknya. Di bagian luar amplop itu berisi sebuah tulisan yang sepertinya sebuah kode.


Joko pun kembali menyalakan mobilnya dan pergi untuk bertemu dengan Tini.


***


Di gedung ARN tepatnya, Rina, Aji, dan Tri sedang berkumpul di dalam satu ruangan untuk membicarakan sesuatu.


Tri kembali menyalakan laptop dan menyambungkannya ke proyektor menampilkan sesuatu di layar. Layar proyektor itu menampilkan semua catatan panggilan yang berasal dari ponsel Hendro yang berhasil diretas.


“Saat ini, semua anggotaku sedang melacak nomor dari ponsel Hendro. Mungkin mereka akan segera menemukan petunjuk yang bisa kita gunakan untuk menangkap Sulistyo,” ucap Tri yang menjelaskan.


“Apa kau yakin bahwa dia masih berada di Indonesia?” tanya Aji.


“Kami menggunakan semua pasukan khusus untuk menutup rute penumpang gelap. Dan karena aku belum menerima laporan apapun, aku sangat yakin bahwa dia masih di Indonesia,” jelas Tri.


“Kita bertarung melawan waktu saat ini. Aku berharap kalian bekerja dengan baik,” ucap Rina.

__ADS_1


“Baik, Bu,” jawab Tri.


***


Beralih pada Joko yang sudah bersama Tini. Mereka berdua bertemu di kedai kopi untuk membicarakan apa yang telah ditinggalkan Budi di mobilnya.


“Lihatlah!” ucap Joko yang menunjukkan amplop besar berwarna coklat itu kepada Tini.


“Apa ini, Pak?”


“Mereka mengirim narkoba dari gudang itu sebelumnya,” jawab Joko.


“Apa?” tanya Tini yang terkejut.


Tini pun membuka amplop itu dan melihat lembaran manufaktur alih-alih sebuah perangko di dalam amplop itu.


“Ya, benar. Kurang lebih seperti itu. Itu adalah label manufaktur alih-alih sebuah perangko,” jelas Joko.


“Apa mungkin, jika kita menggunakan label ini, kita bisa menangkap semua pengedar yang berada di seluruh Indonesia hanya dalam sekali percobaan?” tanya Tini.


“Tentu saja. Itu mungkin terjadi. Akan tetapi, ada sesuatu yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Lihatlah ini!”


Joko menunjukkan nomor yang terlihat seperti sebuah kode yang tertulis di bagian luar amplop.

__ADS_1


“Apa itu?” tanya Tini.


“Budi berkata padaku, akan ada pengiriman narkoba dengan skala yang lebih besar dalam waktu dekat ini, dan kurasa itu adalah sebuah petunjuk tentang hal itu, saat ia meninggalkan amplop ini kabur dariku.”


“Ini seperti nomor seri,” ucap Tini.


“Bisakah kau mencari tahu?”


“Tentu saja, Pak. Aku akan memeriksa basis data di kantor pusat, setibanya aku di kantor.”


“Baiklah. Ini sangat mendesak, jadi tolong kerjakan itu dengan cepat.”


*TINGG!!!


Joko menerima pesan SMS masuk ke dalam ponselnya.


“Mari bertemu. Aku akan menunggumu di bawah jembatan fly over yang telah lama terbengkalai.”


Pesan itu datang dari Aji yang mengajak Joko bertemu dengannya.


***


Beberapa saat kemudian, Joko akhirnya sampai di bawah jembatan fly over. Terlihat Aji yang telah datang lebih dahulu dan menunggu Joko.

__ADS_1


Joko keluar dari mobilnya, lalu berjalan mendekati Aji yang sedang berdiri dan bersandar di mobilnya.


“Kenapa kau ingin bertemu di tempat yang seperti ini, Pak?” tanya Joko.


__ADS_2