SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
085 - JOKO & TINI HIDUP BERSAMA.


__ADS_3

SATU MINGGU SEBELUM PERKUMPULAN ITU


Joko, Tini, Tri, Rina, Aji, dan Rizal. Mereka berkumpul bersama untuk membicarakan masalah, mengenai Bowo yang dicurigai sebagai salah satu pengkhianat di agensi itu.


Mereka semua berkumpul cara untuk menyingkirkan Bowo dengan bukti yang secukupnya.


Setelah perkumpulan itu selesai, terlihat Tri yang pergi ke suatu tempat untuk mengambil sesuatu.


Tri kembali ke rumahnya untuk mengambil sebuah flash disk, berisi rekaman Joko sendiri yang terbagi menjadi 2 bagian.


Video itu terpotong menjadi 2 bagian. Bagian kedua dari video itu, adalah hal yang terpenting untuk menghentikan semua masalah ini, karena video dapat mengungkap siapa dalang dibalik semua itu


Entah apa maksud Tri menyembunyikan video itu selama ini, dia passti memiliki alasan yang sangat  bagus.


SEKARANG


Kembali ke perkumpulan semua agen dan para petinggi lainnya di dalam satu ruangan yang cukup besar.


Tri membawa sebuah laptop dan memutar video Joko saat ia berada di tempat persembunyiannya.


Tri berdiri di sebelah Aji, menyambungkan laptopnya pada sebuah proyektor agar semua orang dapat melihatnya.


“Ada sebuah video yang sangat penting untuk kalian ketahui.”


Aji yang sudah bersepakat dengan Tri pun mengizinkan Tri untuk memutar video itu. Video potongan Joko yang hilang.


Di dalam video itu, terlihat Joko dengan tampilannya yang masih gondrong, saat ia masih berada di tempat persembunyiannya.


Joko duduk dan membuat videonya sendiri, berbicara di depan kamera, sebelum ia sendiri yang telah menghapus semua ingatannya.


“Sesuai janjiku, akan kuceritakan semuanya yang terjadi pada hari itu. Hari itu. Orang yang telah membunuh semua anak buahmu adalah kau sendiri, Joko. Aku. Aku telah membunuh kolegaku sendiri.”


Semua orang di ruangan itu terkejut mendengar Joko sendiri yang mengatakan hal itu di dalam video. Begitupun Joko yang lebih kaget mendengar videonya sendiri yang tak mungkin telah direkayasa.


“Aku membunuh kedua kolegaku, karena, mereka berdua adalah pengkhianat itu sendiri.”


“Aku pernah memiliki seorang mata-mata yang bekerja untukku. Dia pernah berkata padaku bahwa informasi telah bocor ke geng mereka. Dia juga berkata bahwa pengkhianat itu pasti kedua orang kolegaku.”


“Pada akhirnya, keraguanku akan melahapku sendiri. Itu sangat menghancurkanku.”


“Tiga tahun lalu, aku tidak hanya menghilang ataupun melarikan diri. bahkan aku berniat untuk mengakhiri hidupku, karena melakukan itu. Membunuh kedua kolegaku dengan tanganku sendiri.”


“Walau aku tahu, siapa orang yang mengendalikan mereka berdua.”

__ADS_1


“Lalu pada akhirnya, ingatan yang jauh tersimpan di dalam otakku mulai kembali.”


“Saat itu, monster yang berada di dalam diriku semakin membesar. Aku memutuskan untuk menghilangkan ingatanku dan mencari siapa dalangnya. Siapa orang yang telah menjadikan kedua kolegaku sebagai pengkhianat.”


“Saat ini. Aku hanya punya satu tujuan. Balas dendam. Ya. Tikus itu. Menurutmu siapa tikus itu? Kau harus membunuh tikus itu. Dia yang membuat kedua kolegamu berkhianat hingga meninggal di tanganmu sendiri.”


“Untuk  membalas dendam, kau harus terlahir kembali sebagai monster. Dia adalah Manajer Bowo. Dia adalah dalang di balik semua itu.”


“Dia juga yang membuat salah satu agen senior terdahulu menjadi penjahat terkuat yang tak pernah terkalahkan. Putra. Nama aslinya adalah Eko.”


“Direktur Eko menghilang karena merasa dikhianati oleh salah satu temannya, lalu ia memutuskan untuk mengubah nama, wajah dan semua identitasnya, dan menjadi penjahat di atas penjahat lain.”


“Dia sengaja melakukan itu hanya untuk membalaskan dendam, sama sepertiku.”


“Maka, jika tikus sialan, Bowo itu ada di depanmu, jangan pernah ragu. Keluarkan dari dalam dirimu, kegelapan, kemarahan, keinginan untuk balas dendam, frustasi, dan keputusanmu.”


“Keluarkan semua, dan bunuh dia! Jangan sampai dia lolos, dan mengotori agensi. Bunuh dia. Kau harus membunuhnya.”


“Bunuh dia! Bunuh dia! BUNUH DIA!!!!!”


Seluruh tubuh Joko bergetar merinding mendengar video lamanya.


Joko berdiri dari kursinya, lalu melangkah mendekat ke tempat duduk Bowo berada.


Ruangan pun semakin menjadi kacau karena itu.


“Duduklah, jika tak ingin melihat kepala orang ini meledak.”


Joko menyuruh semua orang untuk duduk kembali dan ia melangkahn berjalan mendekati Bowo yang sudah terpojok.


Joko menodongkan pistolnya pada Bowo dan bertanya.


“Kenapa? Kenapa kau melakukan itu?”


Bowo hanya ketakuran dan tak mau menjawab.


Sugeng yang duduk di sebelah Bowo pun berdiri dan,


*DOR!!


*DOR!!


*DOR!!

__ADS_1


*DOR!!


Sugeng menembak kepala Bowo berulang kali hingga ia benar-benar tewas di ruangan itu.


Setelah memastikan bahwa Bowo telah mati. Sugeng menyobek kulit wajahnya.


Ya. Benar saja. Dia adalah Putra, ayah Tini. Putra telah membuat duplikat wajah sugeng dan memakainya untuk masuk ke dalam ruangan itu.


Begitupun dengan Sugeng yang asli. Semua anak buah Putra telah mengamankan Sugeng, mencegahnya agar tak datang di perkumpulan besar itu.


Semua orang yang berada di ruangan itu terkejut melihat ternyata Putra adalah Direktur Eko yang pernah menghilang selama ia bertugas.


Begitupun dengan Tini yang tak bisa berkata apapun melihat kejadian itu.


“Ayah!” Tini menangis memanggil ayahnya yang telah berubah menjadi seorang monster mengerikan.


Begitupun dengan Putra yang hanya menatap Tini dengan tatapan dalam, tapi ia tak berkata apapun pada Tini.


Sepertinya Putra tak mau melihat Tini mempunyai ayah yang telah menjadi seorang monster mengerikan.


“Selamat tinggal semuanya. Kuharap tak ada lagi pengkhianat di agensi ini.”


Itu ucapan terakhir yang dikatakan oleh Putro.


*DUARR!!!!


Sebuah granat meledak yang menyebabkan ruangan itu terbuka lebar.


Beberapa anak buah Putra langsung membawa Putra pergi dari sana untuk menyelamatkannya.


Joko berlari dan berusaha untuk mengejar Putra. Akan tetapi, Tini memegang tangan Joko dan mencegahnya agar Joko tak mengejar ayahnya.


***


SATU TAHUN KEMUDIAN


Agensi baru pun terbentuk dengan beberapa wajah baru yang sudah menduduki jabatan baru di tempat itu.


Begitupun dengan Joko dan Tini, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menikah dan hidup bersama, semenjak tragedi yang terjadi di tahun lalu.


Mereka berdua hanya bisa berharap, agar kejadian itu tak akan terulang kembali pada generasi selanjutnya.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2