SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
043 - JOKO TERTANGKAP.


__ADS_3

“Ini adalah alat pelacak masa kini yang berbentuk sebuah kapsul, kau dapat menemukanmu saat aku memuntahkan kapsul ini, jika aku tertangkap oleh mereka nantinya.”


Joko menghubungkan alat pelacak berbentuk kapsul itu kepada ponsel Tini, lalu menelannya.


Joko mengisi peluru ke dalam pistolnya dan mengambil senter kecil untuk melihat nomor kontainer di malam yang gelap itu.


“Berhati-hatilah, Pak,” ucap Tini yang terlihat sangat khawatir saat Joko sudah keluar dari mobil dan mencari kontainer dengan nomor yang sudah didapatkan.


Joko berjalan dan mulai mencari kontainer dengan senter yang menyala memeriksa nomer yang dimiliki setiap kontainer.


Terminal kontainer itu sangatlah luas. Akan tetapi, Joko terus berjalan dan mengelilingi satu persatu dari tumpukan kontainer yang ada.


Setelah sekian lama mencari, akhirnya Joko menemukan sebuah kontainer yang berada tepat di tengah-tengah dengan nomor kontainer yang sama.


Joko mengeluarkan sebuah alat kecil yang ia gunakan untuk membuka gembok yang mengunci pintu kontainer itu.


Setelah pintu kontainer terbuka, Tini memberi informasi melalui walkie talkienya.


“Pak! Tiga mobil masuk ke dalam terminal.”


Joko tak menghiraukan informasi itu dan mulai memasuki ke dalam kontainer.


 “Pak! Apa kau mendengarku? Tiga mobil itu menuju ke tempatmu saat ini. Keluarlah dari sana sekarang juga. Kau harus bersembunyi. Pak!!!”

__ADS_1


Joko pun malah melepas earphone yang ia pakai agar suara Tina tak mengganggunya, lalu masuk ke dalam kontainer.


Sepertinya Joko sengaja melakukan itu agar ia tertangkap dan dibawa oleh Sulistyo dan anak buahnya, agar Joko dapat memberitahu pada Tini, dimana markas Sulistyo.


Sepertinya Joko telah tertipu, karena, kontainer itu benar-benar kosong, dan tak ada satu pun benda atau barang apapun di dalamnya.


“Keluar dari sana!”


Terdengar suara pria dari luar kontainer yang membuat Joko langsung mengambil pistolnya dengan tangan kiri dan tangan kanan yang terus memegang senter.


Perlahan Joko melangkah mendekat pintu kontainer memasukkan senternya ke dalam katong dan memegang pistol menggunakan kedua tangannya, lalu mengendap-endap dari balik pintu.


“Pak Joko! Tolong aku, Pak!”


Dengan cepat Joko keluar dari kontainer dan menodongkan senjatanya.


Di luar kontainer, terlihat sekitar 20 anak buah Sulistyo sedang berdiri dan menunggu Joko.


Joko juga melihat Budi yang sedang berlutut dengan kondisi babak belur dan lebam di seluruh tubuhnya.


Salah satu anak buah Sulistyo menjambak Budi dan meletakkan celurit tepat di leher Budi yang sedang berlutut dengan posisi yang terikat.


“Hei! Haruskah aku memegang kepalanya dan memberikannya kepadamu? Cepat letakkan senjatamu, jika kau tak mau melihat kepalanya terpisah dari tubuhnya.”

__ADS_1


Sontak Joko pun menjatuhkan pistolnya dan mengangkat tangannya, karena ia juga tak mempunyai pilihan lain selain menuruti anak buah Sulistyo.


“Berlutut!”


Setelah Joko berlutut dan mengangkat tangannya, Sulistyo keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati Joko.


Sulistyo berjalan dengan sempoyongan dan tersenyum bahagia karena ia  dapat mengelabui Joko.


“Hahahahaha. Kau masih berpikir bahwa kau yang menang kali ini?”


Sulistyo mengambil pistol Joko dan menodongkannya pada Joko yang sedang berlutut di hadapannya.


“Aku akan membunuhmu, Sulistyo! Dasar Bajingan!”


*BUKK!!!!


Sulistyo memukul leher Joko dengan keras yang membuat Joko tak sadarkan diri.


“Bawa dia!”


“Baik, Pak.”


Beberapa anak buah Sulistyo pun langsung membawa Joko yang tak sadarkan diri ke dalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2