SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
048 - SATU ORANG TEWAS!


__ADS_3

Setelah satu orang tewas, beberapa anak buah Sulistyo pun berdatangan untuk menyerangnya.


Akan tetapi, bertarung di lorong dengan ukuran yang cukup sempit adalah salah satu keahlian Joko.


Ia pun dapat melumpuhkan semua orang yang menyerangnya saat itu.


Dengan kondisi yang sangat babak belur, Joko terus berjalan melewati lorong menuju ke tempat awal ia diikat di kursi.


*DOR!! DOR!!! DOR!!!


Ternyata salah satu anak buah Sulistyo membawa sebuah pistol, lalu menembakkannya pada Joko saat melihatnya.


Akan tetapi, semua tembakan itu melesat dan tak mengenai Joko yang langsung bersembunyi di balik meja besi yang berada di ruangan itu.


Joko mengendap-endap berjongkok memutari meja besi yang panjang itu, lalu menyerang salah satu anak buah Sulistyo dan merebut pistolnya.


*DOR!!!!


Joko menembak dagu pria itu hingga menembus bagian atas kepala, yang membuat pria itu tewas seketika.

__ADS_1


Belum cukup sampai disana, beberapa anak Sulisto pun berdatangan untuk menyerang Joko.


Dengan pistolnya, Joko menembak tepat di kepala dan jantung mereka satu persatu tanpa ada satu peluru yang meleset.


Saat Joko sudah tak mempunyai peluru, ia mengambil celurit milik salah satu anak buah Sulistyo yang sudah tewas.


Joko menggunakan celurit itu untuk membantai semua anak buah Sulistyo yang masih tersisa di markasnya. Menggorok leher, mencungkil mata, menusuk kuping dan hidung.


Joko terus menyiksa dan membantai semua anak buah Sulistyo hingga tak menyisakan satu pun.


Saat itu, Joko lebih pantas dan terlihat seperti pembunuh bayaran daripada seorang agen yang melindungi negaranya.


Setelah semua anak buah Sulistyo tewas dan terkapar di lantai markas, datanglah seorang pria berbadan besar dengan tinggi badan 200 cm, dan lemak yang memenuhi setiap tubuhnya.


Pria berbadan besar itu menyerang Joko dengan mengangkat Joko, lalu melemparnya ke dinding kaca, yang membuat Joko terbuang jauh dan memecahkan dinding kaca itu.


Pria bertubuh gembal itu mengambil sebuah palu dan membogemkannya pada Joko yang sedang terkapar.


“PRAKKK!!!

__ADS_1


Joko lebih dahulu menghindar hingga palu hanya mengenai lantai. Joko masih bisa memberikan beberapa tendangan pada pria itu setelah ia berhasil menghindari palu, akan tetapi pria itu lebih dulu menyeruduk Joko.


Joko kembali terjatuh karena pria itu memiliki fisik dan tubuh yang lebih besar daripada Joko.


Pria gempal itu mencekik Joko, memojokkannya ke dinding tembok, hingga kaki Joko pun tak bisa menginjakkan lantai.


Joko yang tercekik pun berusaha untuk melepaskan dirinya dengan berusaha memukul dan menendang yang membuat pria itu sama sekali tak merasakan sakit.


Karena dengan tinjunya tak cukup untuk menghabisi pria gempal, dengan sisa tenaga Joko melepas ikat pinggangnya.


Ikat pinggang yang dikenakan Joko bukanlah sebuah ikat pinggang biasa. Kepala ikat pinggang itu terbuat dari besi yang runcing dan dapat berubah menjadi tongkat saat Joko melepaskannya.


*JLEBB!!!!!


Joko menusuk pipi kiri pria bertubuh gempal itu hingga menembus pipi bagian kanannya, lalu menendang pria itu dengan tenaganya yang masih tersisa.


Akhirnya, Joko pun dapat melepaskan tangan pria gempal itu dari lehernya. Saat pria itu sedang kesakitan Joko berlari lalu menendang dagu yang membuat pria itu akhirnya terjatuh.


Melihat pria itu belum mati, Joko kembali mengambil ikat pinggang yang menancap di pipi, lalu menusuk leher dan jantung pria bertubuh gempal itu berulang kali, hingga benar-benar mati.

__ADS_1


__ADS_2