SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
028 - PAKET BERISI KEPALA MANUSIA.


__ADS_3

“Astaga. Kau bahkan pernah dipenjara atas pemerkosaan.”


Joko kembali melihat tato dan menyimpulkan tato itu sebagai tanda bahwa Hendro pernah melakukan pemerkosaan, entah itu berdasar atau hanya asal karena ingin memancing emosi Hendro.


“Apa mungkin korbanmu adalah seorang pria? Benarkah? Apa berada di dalam penjara membuatmu merubah orientasi seksual atau mungkin karena perbuatan ayahmu sendiri saat kau masih kecil?”


Joko terus memancing emosi Hendro yang akhirnya membuat Hendro marah.


“Dasar Bajingan!!!!”


Hendro akhirnya membuka mulutnya dan langsung menyerang Joko yang sedang berdiri di belakangnya.


Akan tetapi, usaha Hendro menyerang Joko hanyalah sia-sia. Joko lebih dahulu menghindari pukulan Hendro, lalu menjatuhkannya di lantai.


Joko memukuli wajah Hendro berkali-kali yang membuat Hidung dan pelipis Hendro mengeluarkan banyak darah.


Setelah Hendro tak berdaya, Joko kembali menjambak rambutnya, lalu mendudukkannya kembali ke kursi. Joko memperlakukan Hendro seperti hewan di tempat itu.


Joko selalu kejam dan brutal saat ia berurusan dengan para kriminal yang dihadapinya.

__ADS_1


Setelah Hendro kembali ke kursinya, darah yang keluar dari mulut hidung dan pelipisnya pun menetes ke tubuhnya yang membuat Hendro lebih terlihat seperti seorang pencopet yang dipukuli oleh warga.


“Hahahaha. Astaga. Kau masih saja temperamen seperti dulu.”


Hendro yang babak belur pun masih bisa tertawa dan menghina Joko.


Semua orang yang berada di luar pun terkejut melihat Hendro yang akhirnya mau membuka mulutnya.


Di ruangan, Joko kembali duduk dan menatap Hendro yang sudah babak belur di hadapannya.


Hendro kembali meludah ke samping untuk membuang darah yang memenuhi mulutnya.


“Apa kau tahu? Seekor anjing liar terkadang memburu mangsanya meskipun tidak makannya. Bagaimana aku tahu alasannya untuk melakukan itu semua?” ucap Hendro yang akhirnya membuka mulut.


“Kami tahu bahwa sehari sebelumnya, petugas kendali perbatasan di gunung dekat sana membakar anjing liar hanya untuk bersenang-senang.”


“Induk anjing liar yang kehilangan bayinya datang ke kota untuk membunuh semua hewan yang berada di sana.”


Hendro terus mengoceh dengan kata-kata yang dikiaskan sendiri olehnya.

__ADS_1


“Sekarang. Dengarkan aku. Seekor anjing liar tidak pernah membunuh tanpa alasan. tapi orang bodoh sepertimu tidak tahu apa alasannya. Kau masih tak mengerti? Hhhh. Kau bukan tandinganku. Dasar, Bodoh!”


Joko hanya diam menatap Hendro dan memikirkan cara bagaimana mengatasi semua ini.


“TIINGG!!!


Ponsel Joko berbunyi, sebuah pesan terkirim ke ponselnya.


“Keluarlah sebentar. Kau harus melihat ini.”


Kepala polisi lah yang mengirim pesan itu kepada Joko. Tanpa berpikir panjang Joko pun keluar sejenak dari ruang interogasi meninggalkan Hendro.


Di kantor, terlihat semua anggota kepolisian yang sedang berkumpul melihat sesuatu di dalam satu kotak.


“Kami mendapatkannya dari kurir pengantar paket yang baru saja pergi,” ucap Kepala polisi.


Joko yang baru datang pun cukup terkejut saat melihat kepala dari salah satu anggota kepolisian.


Mereka semua yakin itu pasti ulah anak buah dari Hendro yang akan terus membunuh satu persatu anggota polisi selama Hendro belum dibebaskan.

__ADS_1


Melihat kejadian itu, Joko pun kembali ke ruang interogasi untuk menemui Hendro.


Di ruang interogasi, Joko mengunci pintu ruangan dengan borgol dan gembok agar tak ada satupun orang yang bisa menyusulnya.


__ADS_2