
“Saat ini, dia berada di Indonesia dan kembali bergabung menjadi pengikut bos geng mereka. Aku ingin kau melacak siapa keluarganya dan dimana dia berada saat ini.”
“Baiklah. Aku akan melakukannya untukmu.”
***
Keesokan harinya di pagi hari, terlihat Joko yang memulai bekerja sendiri. Joko mendatangi sebuah griya tawang yang cukup mewah. Joko duduk di sofa ruang tunggu dan menunggu seseorang disana.
Beberapa saat kemudian, terlihat wanita yang sangat cantik berumur 3o tahunan awal, lima tahun lebih muda dari umur Joko saat ini.
Wanita itu berjalan dengan membawa barang belanjanya yang cukup banyak.
Jok mengikuti wanita itu sampai di depan pintu griya tawangnya yang cukup luas dan megah.
Wanita itu pun sadar bahwa seseorang telah mengikutinya, ia membalikkan badan, lalu mengeluarkan pisau kecil dan menodongkannya pada Joko.
“Astaga. Kau mengagetkanku. Apa-apaan kau? Apa yang kau lakukan disini mengendap-endap mengikutiku?”
Wanita itu terkejut bahwa Joko lah yang mengikutinya. Wanita itu bernama Annchi. Anchi adalah salah satu teman Joko yang berkewarganegaraan China dan menetap di Indonesia untuk saat ini.
Sepertinya Joko mendatangi Annchi karena ia ingin mencari informasi yang bisa digunakan untuk memecahkan masalahnya.
__ADS_1
“Ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu,” ucap Joko.
“Masuklah dahulu, aku akan membuatkanmu teh.”
Annchi mengajak Joko masuk ke dalam griya tawangnya untuk duduk dan mengobrol bersama.
Setelah selesai membuatkan minuman untuk Joko, Annchi duduk di sofa dan mulai bertanya tentang kabar Joko.
“Apa yang terjadi padamu? Kudengar kau menghilang setelah kecelakaan.”
Joko menghela nafas panjang dan meminum teh dingin yang telah disiapkan oleh Annchi.
“Astaga. Pasti banyak hal yang terjadi padamu. Suasana hatimu pun terlihat berubah saat ini,” ucap Annchi sambil menatap penampilan Joko.
“Tentu. Dia adalah anak dari bos kartel narkoba terbesar yang pernah kau hadapi,” jawab Annchi
“Saat ini, dia berada di Indonesia dan kembali merekrut semua orang untuk menjadi anggotanya.”
Joko mengeluarkan ponselnya, lalu memberikan foto yang menunjukkan Sulistyo saat membunuh Hendro di kantor polisi.
“Beberapa hari lalu, ia berhasil ditangkap oleh polisi, tapi semua anak buahnya datang dan membantai semua polisi di malam hari untuk membebaskannya.”
__ADS_1
“Selama kekacauan itu, banyak polisi yang meninggal dan beberapa orang lainnya yang terluka cukup parah.”
Annchi pun melihat foto yang ditunjukkan oleh Joko di ponselnya.
“Aku mendatangimu untuk ini. Kupikir kau mungkin mengetahui sesuatu, selain aku lah yang sedang mereka incar.”
Annchi mengembalikan ponsel Joko dan berkata,
“Kau tahu bukan, para petinggi di partai kami akan berebut kekuasaan. Meski itu disembunyikan, ini sama saja perang antar saudara.”
“Beberapa bulan lalu, beberapa anak dari keluarga berpengaruh dan para petinggi, terlibat dalam masalah narkotika.”
“Kepala Dewan Pengawasan Sekuritas dan mungkin ketua partai berikutnya kehilangan segalanya dalam semalam. Kelihatannya sangat sepele, tapi kenyataannya tidak begitu.”
“Partai oposisi sepertinya melakukan sesuatu secara diam-diam.”
“Partai oposisi melakukan sesuatu?” tanya Joko yang terus mendengar penjelasan Annchi.
“Ya. Sepertinya geng yang dipimpin Sulistyo memihak mereka dan memasok narkoba secara diam-diam,” jawan Annchi.
“Jadi maksudmu, mereka memanfaatkan geng untuk menyelundupkan narkoba ke anak-anak politikus oposisi?”
__ADS_1
“Ya. Kurang lebih seperti itu. Pemerintah di negara kami berbeda dengan pemerintah di negara ini, Joko. Biro Keamanan Publik menghancurkan rantai pasokan mereka.”