SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
051 - ALASAN TINI.


__ADS_3

Kembali pada Joko yang pergi setelah menemui Rina. Dalam perjalanannya, Joko bertemu kembali dengan Yuli di lorong.


Yuli dengan tatapan sinisnya pada Joko langsung menghentikan Joko di lorong gedung yang sepi itu.


“Kasus ini, apa ini semua ulahmu? Aku tahu kau menyelidikinya sendiri karena insiden tiga tahun lalu,” ucap Yuli.


Yuli sebagai orang yang pernah bekerja dengan Joko pun sudah mengetahui, karena Joko selalu bertindak dengan sendirinya.


“Bagaimana kau tahu itu? Siapa yang memberitahumu?” tanya Joko.


“Hhhh. Apa kau lupa? Kita pernah berada dalam satu tim yang sama. Kau tak perlu terlalu sensitif. Aku hanya ingin memastikan saja.”


“Lantas, apa kau menemukan sesuatu, tentang siapa yang membunuh El? Apa ada ingatan mu yang kembali? Ingatlah, Joko! Ingatan itu bukan hanya milikmu.”


“Jika kau mengingat sesuatu, maka aku harus mengetahuinya, apapun itu. Apa kau mengerti?”


“Satu lagi, rekanmu Tini. Dia seperti tak tahu apapun tentangmu. Kau tak boleh melibatkannya terlalu dalam. Itu permintaanku sebagai kolegamu, bukan sebagai atasanmu,” ucap Yuli yang kemudian berjalan pergi.


*TING!!!


Ponsel Joko berbunyi tanda pesan SMS masuk. Pesan itu berasal dari Tini yang mengajaknya untuk bertemu di atap gedung.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Joko sampai ke atas gedung dan menemui Tini yang lebih dulu berada di gedung itu.


Tini pun tersenyum saat melihat Joko yang datang.


Joko tetap bersikap dingin dan memegang pagar sambil melihat luasnya kota Jakarta dari atap gedung itu.


“Tubuhku sangat gemetar untuk sesaat, saat aku melihat insiden kemarin malam,” ucap Tini.


“Pak. Apa kau tidak mempunyai siapapun atau apapun yang ingin kau lindungi? Bahkan dirimu sendiri. Kau selalu memaksakan diri dan tetap fokus pada tujuan dan misimu.”


“Itu artinya orang yang bekerja denganmu harus memiliki sikap yang sama.”


“Ada apa denganmu? Sepertinya kau ingin mundur dan tak bekerja bersamaku lagi, mendengar apa yang kau ucapkan,” ucap Joko.


“Aku hanya berharap kita bisa lebih dekat dan lebih akur lagi. Hahahaha. Hanya itu sebenarnya yang ingin ku katakan padamu, Pak.”


Tini tertawa cengengesan dan menganggap Joko sok tahu.


“Hhhh. Kenapa kau bertindak sejauh ini, Tini?”


“Bukankah sudah kubilang padamu, Pak? Aku ingin naik jabatan dengan cepat sama sepertimu dulu.”

__ADS_1


“Tidak. Bukan itu. Alasan sebenarnya? Kenapa kau melakukan ini? Semua agen pria atau pun wanita di agensi kita sudah tak mau lagi bekerja denganku, melihatku yang terus bertindak sesuka hatiku.”


“Mereka juga ingin terluka hanya karena bekerja denganku, lantas, kenapa kau ingin bekerja denganku? Apa tujuan sebenarnya?”


Joko pun mulai curiga pada Tini, jika ia mempunyai tujuan lain saat bekerja dengannya.


Tini terdiam sejenak dan menjawab,


“Kekuatan. Aku hanya ingin kekuatan untuk melindungi orang yang kusayangi, dan juga, aku merasa kasus ini belum sepenuhnya berakhir. Aku juga senang mendengarmu yang telah bekerja kembali.”


“Selamat datang kembali, Pak”


Tini tersenyum membungkuk dan memberi selamat kepada Joko.


Joko membalasnya dengan senyuman kecil, lalu pergi meninggalkan Tini.


***


Malam harinya di kediaman Tini, terlihat Tini yang baru kembali setelah seharian bekerja.


Seperti wanita pada umumnya, Tini mandi dan mengganti pakaiannya, lalu menggunakan skincare rutin sebelum ia beristirahat.

__ADS_1


Sebelum Tini kembali ke kamarnya, ia menuju ke ruangan kerja yang berada di basement.


__ADS_2