SPECIAL AGENT JOKO

SPECIAL AGENT JOKO
030 - SOPIR SURUHAN.


__ADS_3

Tri pun langsung meninggalkan Joko di ruangan itu sendirian.


Joko bergegas keluar dari ruangan itu dan menemui kepala polisi untuk bertemu seorang yang juga ditangkap di TKP.


Kepala polisi mengajak Joko ke sel tempat mereka ditahan.


Terlihat dua orang berada di sel yang berbeda.


“Siapa dua orang itu?” tanya Joko pada kepala polisi.


“Dia adalah anak muda yang baru bergabung dengan geng. Dia tak mau makan dan berbicara apapun sebelum bosnya dibebaskan.”


“Lalu, pria di sebelahnya itu bukan siapa-siapa. Dia mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang sopir sewaan.”


“Baiklah. Biarkan aku berbicara dengan sopir itu,” ucap Joko.


Akhirnya, Joko pun mengajak sopir itu berbicara di ruang khusus dan memberikannya sekotak nasi.


Pria itu berumur sekitar 30 tahunan awal dengan degan tubuh tegap seperti yang dimiliki Joko.


Pria itu hanya diam dan menatap Joko dengan tatapan kosong dan seperti tidak tahu menahu dengan masalah yang sedang terjadi.


“Apa benar kau hanya sopir yang dibayar oleh mereka?” tanya Joko.

__ADS_1


Pria itu hanya mengangguk ketakutan tanpa mengucapkan apapun.


“Apa kau ingat sesuatu? Kini, tiap hal kecil bisa membantu semuanya.”


Pria itu kembali menggelengkan kepalanya.


“Baiklah kalau begitu. Makanlah. Aku membelikannya sendiri untukmu.”


Pria itu pun membuka kotak nasi, lalu segera melahap nasi kotak itu dengan sendok plastik.


“Apa Hendro pernah memberitahumu soal bosnya atau balas dendam?” tanya Joko.


Pria itu kembali menggeleng dan meneruskan menyantap nasi kotak.


Mata pria itu melirik kepada Joko saat Joko menuliskan sesuatu di kertas dan mulai terlihat sangat mencurigakan.


“Tolong hubungi nomor ini, jika kau mengingat sesuatu.”


Joko memberikan kertas yang berisi nomor teleponnya kepada pria itu.


“Baiklah. Aku pergi dulu. Nikmatilah makanannya.”


Setelah cukup mengurus semua di kepolisian, Joko pun akhirnya berpamitan kepada Kepala polisi, lalu pergi dari sana.

__ADS_1


Joko berada di kantor polisi dari siang hari dan baru keluar di malam hari karena mengurus masalah yang dihadapi itu.


Joko menuju ke mobilnya, lalu pergi meninggalkan kantor.


Dan kejadian tak terduga pun terjadi setelah Joko pergi meninggalkan kantor polisi.


Tepat jam 12 malam, seseorang menaiki tiang kabel listrik dan memotong kabel yang membuat seluruh gedung kantor polisi padam.


Setelah seluruh gedung kepolisian padam, 1 truk dan 2 mobil box pun datang dan turun tepat di depan kantor kepolisian.


Truk itu berisi puluhan orang dengan berpakaian serba hitam dengan membawa senjata tajam seperti, celurit, golok dan lainnya.


Begitupun dua mobil box yang baru terbuka, segerombolan orang bersenjata keluar dari mobil itu dengan senjata api masing-masing di tangannya.


Mereka semua adalah anak buah Hendro yang siap untuk membantai semua orang di kepolisian hanya untuk menyelamatkan Hendro.


“SERANG!!!!”


Dengan satu komando dari seseorang, mereka semua pun masuk ke dalam kantor polisi, lalu menyerang semua orang yang berada di dalam.


Anak buah Hendro menyerang semua polisi yang sedang kebingungan karena lampu yang mati. Mereka membacok dan menggorok semua polisi yang berada di kantor itu tanpa ampun.


Pihak kepolisian pun tak bisa bertahan dan kembali melawan karena anak buah Hendro yang cukup banyak dan hanya terdapat beberapa orang saja yang masih berada di kantor itu saat malam hari.

__ADS_1


__ADS_2