Storge

Storge
Waktu bersamamu


__ADS_3

Akhirnya,penantian bertahun tahun terjawab sudah. Andrea serasa memasuki dunia mimpi, kejadian kemarin membuatnya kerap senyum-senyum sendiri. Hal itu membuat pelayannya senang bercampur khawatir.


"Non, kalau keseringan senyum sendiri auranya jadi horor," ujar si pelayan.


Tanpa bicara, Andrea hanya tersenyum malu-malu mendapat komentar.


"Nona akhir akhir ini sering senyum sendiri, terus tiba-tiba malu sendiri,"lanjut pelayannya.


"Aku bahagia sekali, bi," dari wajahnya saja, sudah dapat di pastikan bahwa dirinya memang sedang berbahagia.


"Syukurlah akhirnya nona menjadi kekasih Tuan Jung, saya turun berbahagia ya non. Semoga selalu langgeng," Andrea kembali tesipu malu mendengar pengharapan dan doa yang di panjatkan sang pelayan tersebut.


Hari ini, Andrea berjalan memasuki area kampus dengan sedikit bersenandung. Semangatnya menggebu- gebu, dia harus belajar lebih giat agar cepat menyelesaikan kuliahnya. Bayangan menjadi pendamping seorang Jung Charlotte, menari-nari di dalam kepalanya.


"Ups! duhai hati! ayo tenangkan dirimu!!," gumam gadis yang tengah di mabuk cinta, mengajak sang hati agar tidak terlampau bahagia, takut akhirnya menjadi gila karena cinta.


Suasana di kantin cukup ramai ketika Andrea berniat sarapan di sana. Karena terlalu bahagia usai menyandang status sebagai kekasih Jung, dirinya merasa enggan bangun dari tempat tidur, jika ini hanya mimpi Andrea berniat tidak akan bangun untuk selamanya.


"Oh Lord! beginilah kalau kesiangan," keluhnya saat itu. Menoleh kiri dan kanan, hampir tidak ada meja kosong untuknya. Blum lagi antrian yang panjang tesusun rapi di konter makanan, oh Andrea sangat menyesali keterlambatan ini.


Akhirnya, demi mempersingkat waktu, dia memutuskan membeli susu dan bergegas meninggalkan kantin.


...***...


Jung sudah berpakaian rapi, hari ini dia akan kembali beraktivitas seperti biasa.


Aroma huggo boss bottled tercium semerbak dari tubuhnya. Aroma manis apel berpadu lembut bersama aroma vanilla, persiapan Jung menebar pesona memang patut diacungi jempol.


"Aduhaiii~~~, aku mencium aroma mematikan bagi para wanita. Kenapa kau selalu wangi jika hendak ke kampus? apakah itu sebuah keharusan?," Joen merasa parfume yang dia pakai, tenggelam di telan aroma tubuh Jung, gila!.


"Diamlah! kita harus makan dalam keadaan tenang," nampaknya, Jung sedang dalam suasana hati yang bagus hari ini.


Joen, memperhatikan sang abang lamat-lamat"Bang, apa ada kabar baik?."


"Suuuttt!!! makalah, jangan banyak bicara," Jung tak ingin berbagi kebahagiannya pada penghuni rumah. Dia yakin dirinya akan di ledek habis-habisan sampai tujuan hari tujuh malam. Biarkan saja sang waktu yang akan menjawabnya.


Setelah sarapan selesai, satu persatu anggota keluarga Charlotte meninggalkan rumah. Nari dan Ghina berangkat ke sekolah. Joen ke kantor lagi bersama tuan Charlotte. Dan tak terkecuali Jung, memacu kendaraannya dengan santai menuju kampus.


suasana ruangan sudah sangat ramai ketika Jung bersiap memberikan pelajaran perkuliahannya. Dengan langkah pasti dia memasuki ruangan dan menyapa para mahasiswa.


"Selamat datang kembali pak jung," sapa seseorang.


"Terimakasih, bagaimana pelajaran kalian saat suya tidak ada?," tanya nya sambil mempersiapkan materi pelajarannya.


"Membosankan! dosen penggantinya tidak menarik seperti pak Jung."


"Tegang pak..."

__ADS_1


"Kaku pak..."


Mereka mengadukan keluh kesah kepada Jung. Selain memikat hati banyak perempuan, pembawaan Jung yang santai membuat para siswa lebih cepat memahami penjelasan yang dia berikan.


Begitulah Jung, otak dan kelakuannya memang sangat berbeda. Dia kekanak-kanakan dalam bertindak, namun ketika dalam urusan mengajar, karismanya benar-benar keluar.


...***...


Andrea kembali ke kantin, namun makanan yang di inginkannya sudah tak tersedia lagi"Huh!," Dia melengos sambil memegangi perut.


Gadis itu terus bergumam tentang perut laparnya, sambil berjalan di lorong kampus. Sekilas matanya menangkap bayangan seseorang"Eh, dia juga sudah mulai mengajar kembali," Andrea tersenyum melihat Jung di hadapannya.


"Mau pulang sama-sama?."


Pria itu telah berada di hadapannya sambil memainkan pena di tangannya. Kala itu dia mengenakan kacamata dengan beberapa map di tangan kiri.


"Hemmm, dia memang pak dosen Tapi dis juga kekasihku!!," pekik sang hati di dalam sana, sementara wajah gadis itu nampak bersemu.


"Hai! kau ingin pulang bersama tidak??," Jung, menepuk kening Andrea dengan pena, mengacaukan khayalan gadis itu tentang dirinya.


"ash! anu.. tidak perlu, aku masih ada kelas," mengelus kening dan merapikan rambut panjangnya.


"Aku akan menunggu mu."


"Tidak perlu, kau pulang duluan saja," jawab Andrea.


"Aku tunggu di perpustakaan, ya?."


Seringai tawa lelaki tampan itu, mengiringi langkahnya yang perlahan meninggalkan sang gadisz yang nampak masih terkejut dengan ajakan kencannya. Tapi Jung yakin, Andrea pasti akan setuju.


...***...


Nari sedang mengenakan pakaian olah raga.l, bersiap turun ke lapangan bersama teman teman lainnya.


"Kita nonton aja Nar, kakak kelas tampan sedang bertanding," ajak Arin, sang sahabat.


Nari melempar pandangan ke lapangan basket, kakak kelas yang di elu-elukan sedang berjuang mencetak skor untuk tim nya.


"Dia sudah sembuh? katanya dia mengalami kecelakaan," ujar Nari berkomentar.


"Iya, dan cukup lama dia tidak bersekolah. Sepertinya sekarang dia sudah sembuh total, buktinya sekarang dia sudah mampu bermain basket."


"Ngomong-ngomong, kecelakaan nya parah ya? sampai lama tidak bersekolah."


"Geger otak ringan," Arin menjelaskan panjang lebar


"Kamu serba tau ya, seharusnya kamu di kasih gelar miss gosip," celetuk gadis dengan rambut sebahu itu.

__ADS_1


"Miss gibah lebih keren," sahut Arin lagi.


Begitulah Arin, dia sahabat paling dekat Nari saat ini. Seorang anak pengusaha roti ternama. Ayah dan ibunya mengelola kedai yang selalu ramai pengunjung dan memiliki beberapa cabang di kota itu.


Setiap hari menu bekal Arin selalu beragam. Sang ayah selalu menyiapkan bekal yang sangat nikmat untuk putri bungsunya.


Seperti hari ini...


Arin membawa bekalnya dan berniat menemani Nari makan siang di kantin. Perlahan, Arin membuka bento yang di buat ayahnya. Saat melihat itu, Nari nyaris meneteskan air liur, betapa cantik dan harumnya bekal milik Arin ini.


"Mauuu," jerit Nari.


"Iya! iya," dengan suka rela, Arin membagi bekalnya bersama Nari. Mereka menyantap bekal bersama sambil terus memuji-muji visual si kakak kelas.


Tanpa mereka sadari orang yang sedang mereka bicarakan duduk di meja sebelah, sambil menyantap makan siangnya juga.s Seketika, senyuman tipis terukir di wajahnya, mendengar ocehan dua sahabat itu.


...***...


Jung mengendarai mobil dengan perlahan.memasuki area restoran dan menghentikan kendaraanya di area parkir.


Andrea masih nampak kikuk di hadapan Jung, dia seperti bukan Andrea yang biasanya. Sampai-sampai dirinya sendiri pun merasa tak nyaman.


"Ada apa denganku? kenapa menjadi canggung seperti ini?," keluh hatinya.


"Kau hanya diam, apa kau tidak menyukai tempat ini?."


"Bukan seperti itu, aku hanya belum terbiasa," wajah Andrea tersenyum getir.


Jung segera meraih jemari Andrea, dan berucap"Maaf, jika aku mendadak mengajakmu kencan. Ku pikir kita perlu menghabiskan banyak waktu bersama," ucapan Jung ada benarnya bagi Andrea.


"Selepas makan, kau mau ku ajak jalan kemana lagi??."


Andrea memutar bola matanya, berpikir sejenak"Siang-siang begini memangnya mau kemana."


"Ya sudah, kita ke rumahku saja. Kamu bisa ngobrol dengan Ghina juga kan."


"Hmmm, bagaimana jika kita nonton film saja di rumah ku," tukas sang gadis menawarkan opsi yang lain. Dia memiliki beberapa drama lucu yang salah satunya pernah dia rekomendasikan pada Ghina.


"Atau kita main game?."


"Boleh juga," sahut Jung pula.


Selepas membayar tagihan di restoran, mereka segera pergi menuju kediaman Andrea.


Ini kali keduanya Jung bertandang ke kediaman Andrea. Bertahun-tahun mengenal gadis itu, tidak sekalipun dia berniat mengunjungi kediamannnya, mengingat betapa agresif Andrea di masa lalu.


~~♡♡happy reading.jangan lupa like dan komen^^...

__ADS_1


__ADS_2