Storge

Storge
Bermain


__ADS_3

Setelah menemukan pakaian yang akan di kenakannya hari ini, Andrea bersiap dengan cepat, dia sangat bersemangat mengawali hari ini.


"Nona, Tuan Jung sudah datang," pelayan pribadi memberi kabar.


"Baiklah, terimakasih," dengan riang gembira gadis itu keluar dari kamar dan menuruni tangga.


Sang ayah yang sudah menyantap sarapan terlebih dahulu, melihat aura bahagia dari tingkah laku putri tercinta.


"Pagi yang cerah sayang," ujar Tuan Wiliam.


"Tentu papa, cerah dan ceria," Andrea mengambil roti lapis dan bersiap pergi.


"heii, kau akan langsung pergi," meninggalkan papa sendiri di sini?."


Anak gadisnya hanya melambaikan tangan padanya, oh tidak lupa gadis itu mengedipkan mata pada sang papa. Membuat Tuan William mengehela napas, pasrah.


Kedua mata Andrea berbinar, mendapati kekasih hati sudah duduk termenung di sofa depan menunggunya.


"Sudah lama, sayang??."


Tampang termenung Jung berubah jadi tawa ketika melihat Andrea di hadapannya"Tidak, aku baru saja datang."


"Begitukah?," ujar Andrea melirik jam pada dinding ruang tamu"Jam kuliahnya masih lama, apa kau ingin kita singgah ke rumahmu? atau kita bermain-main di sini?."


Jung menatap lekat wajah Andrea, sepertinya gadis ini mempunyai pikiran yang tidak biasa. Apakah sekarang dia akan kembali liar seperti dulu? gemar membuatnya menjerit karena tangan tak berakhlak nya???


"Sepertinya kau tidak mau bermain-main di sini, apa kau malu karena ada papa?. Kalau begitu kita bermain di rumahmu saja," dan gadis itu meraih lengan Jung, menarik pria itu hingga sedikit menyeret langkah.


"Kau tidak ada jadwal mengajar pagi bukan?," tanya Andrea di sela langkah kaki mereka yang mulai beriringan.


Jung hanya menggeleng, pria ini seperti orang linglung mendapati sikap gadisnya.


"Yeiy!! bagus kalau begitu. Aku cepat!!," gadis itu berseru begitu semangat.


Tuan muda Jung dengan patuh menuruti keinginan Andrea. Dan tak perlu waktu lama mereka sudah sampai di kediaman Charllote.


"Nah....., di ujung jalan sana ada halte bis bukan?."


Jung hanya mengangguk menjawab pertanyaan gadisnya.


"Hei Tuan muda, kau kenapa? pelit sekali dengan suara," Andrea menangkap hal janggal pada diri Jung. Sedari tadi dia bicara namun Jung seperti enggan menjawab. Dia hanya menjawab dengan bahasa tubuh.


"Heeem..., kau ingin apa membawaku kembali ke sini? bermain-main seperti apa yang kau maksud? kau....," Jung mengulum bibir ragu"Kau... tidak berniat menjamah tubuhku lagi kan??," bahkan, tangan Jung memegangi dada, seolah menahan pakaian yang melekat di tubuhnya.


Kedua alis Andrea terangkat naik"Heh??," suasana hening beberapa detik. Kemudian di sambung dengan pecahnya tawa seorang Andrea"Hahahah!!!."


"Kau memang tampan, bahkan sangat tampan. Tapi bukan berarti kau akan selalu menggoyahkan iman ku, Tuan muda ku tersayang!," gadis itu menyenggol-nyenggolkan sikunya pada lengan Jung.


"Hahaah, aku ini perjaka ting-ting sayang," tertawa malu, lelaki di hadapannya itu memegangi lengannya yang tersikut.

__ADS_1


Gemas, sontak Andrea mencubit lengan kekasihnya, membuat Jung meringis dan mengelus- elus lengannya lagi.


"Jangan berlebihan! aku hanya ingin berangkat ke kampus naik bis. Seumur hidup, aku belum pernah naik bis, sayang."


Ternyata ini yang di bilang Andrea bermain-main itu. Rupanya dia ingin merasakan naik angkutan umum seperti masyarakat kebanyakan.


Namun, permintaan Andrea membuat Jung sedikit bingung. Sejujurnya, dia juga belum pernah menaiki angkutan umum, dan setahunya untuk menaiki angkutan seperti itu harus membayar dengan uang elektronik yang tersimpan dalam sebuah kartu. Sedangkan dirinya tidak mempunyai kartu bis itu.


"Sentar sayang," Jung memutar otak, mencari cara agar dapat mengabulkan keinginan sang kekasih hati.


"Kartu bis..., e-money...e-money...," mulutnya komat-kamit, mencari-cari jalan keluar.


"Tuan! kenapa kembali lagi? ada yang ketinggalan?," Mr.Jae si tukang kebun mendapati majikannya yang tadinya sudah berangkat, tiba-tiba kembali ke rumah lagi.


"Sini Mr..!."


Dengan patuh Mr.Jae menghampiri Jung.


"Di sini ada yang punya e-money tidak?," tanya Jung setelah berhadapan dengan Mr.Jae.


"Memangnya untuk apa Tuan?," si Mr.malah ingin tahu.


"Mau naik bis, kami mau merasakan suasan baru."


Kening Mr.Jae di buat berkerut, sepertinya sedang berpikir.


Sejurus kemudian Me.Jae menjentikkan jemari"Ah, Mr.zack..!!dia pulang pergi menggunakan bis tuan. Mau saya panggilkan?."


Tak berapa lama e-money kart sudah di tangan Jung.


"Mr.zack pulang jam 5 kan? mungkin kami sudah pulang saat itu. Tapi jika ternyata kami terlambat,Mr.so tolong antarkan Mr.zack pulang ya. Dan besok pagi akan di jemput saat berangkat bekerja."


Kedua pelayan keluarga Charlotte hanya mengangguk mendengar permintaan Jung. Mereka tidak bisa menolak keinginan si Tuan muda, apalagi Andrea terlihat sangat bersemangat ingin menaiki alat transportasi umum itu. Kedua pelayan itu sempat bingung, apa enaknya naik bis??


Dengan langkah pasti dua sejoli pun berjalan kaki meninggalkan kediaman Charlotte.


Menunggu bisa di halte bersama beberapa orang yang juga tinggal di sekitar kediaman Charlotte.


"Apa kau senang," Jung menggenggam erat jemari Andrea.


Menarik napas kemudian menghembuskan pelan"Aku bahkan berdebar," ujarnya dengan senyum mengembang.


Senyum itu mengundang senyuman pula di wajah Jung.


Tak berapa lama bis yang di nanti pun tiba, dan khayalan tak seindah kenyataan, ternyata bis yang singgah sudah hampir penuh.


"Bu, jam berapa bis selanjutnya datang," Jung bertanya pada salah seorang pengguna bis.


"Jam 9, kalian sepertinya baru pernah naik bis ya?," mata ibu-ibu itu menjelajahi Andrea dan Jung dengan pandangannya.

__ADS_1


Malu-malu Andrea menganggukan kepala.


"Lebih baik naik sekarang aja, keadaan bis seperti ini sudah biasa. Ini kan jam kerja, nikmatilah serunya naik kendaraan anak muda."


Lengan Andrea menarik-narik blazer hitam Jung"Ayok, ucapan ibu ini benar," ujarnya dengan tampang sumringah.


"Haha, iya iya. Terimakasih informasinya ya," mereka pun menaiki kendaraan itu bersamaan.


Jung melihat ibu-ibu itu menempelkan dompetnya pada alat sensor di tiang bis, dan berbunyi "Tittt!!"


Dengan santainya Jung memperlihatkan kartu milik Mr.zack.


"Bagaimana cara menggunakan benda ini, pak?."


"Tempelkan pada alat sensor ini, satu kali untuk satu orang,"ujar pak sopir.


Dengan mulut membentuk huruf "O" Jung melakukan pembayaran.


"Oooo...begituuuu."


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Andrea terus berseru melihat pemandangan di luar jendela bis. Padahal tidak ada bedanya dengan pemandangan yang dia lihat saat menaiki mobil. Namun baginya ada rasa tersendiri ketika mengaguminya.


Jung malah fokus dengan mimik bahagia yang terus Andrea pamerkan, segitu senengnya naik bis kota.


"Sayang, besok kita naik bis lagi ya."


Jung terkekeh..


"Hei, kau malah tertawa, ini menyenangkan sayang!," seru Andrea"Anginnya sejuk," jemari lentik mengibas-ngibaskan rambut panjang lurusnya.


"Berdesakan begini sayang, apa enaknya? hari ini kau dapat tempat duduk, tapi tidak tahu dengan esok, mungin kau akan berdiri ketika menaiki bis lagi," sahut Jung.


Dengan keadaan bis yang penuh setiap jam berangkat dan pulang kantor, Jung tidak yakin akan betah berlama-lama rutin menggunakan bis.


"Ayolah," suara gadis itu melemah"Tapi kita pulang naik bis lagi, bukan?," mata bulat itu berkedip-kedip menatap Jung. Jika saja Andrea memiliki hidung dan telinga seperti kucing, dia akan sangat pantas menjadi seekor kucing yang pandai menggoda majikannya.


Tak berdaya, Jung hanya bisa menganggukan kepala. Dan mata bulat itu berbinar-binar ketika bibis tipis gadis itu tersenyum.


Pikiran Jung jadi teringat kejadian tadi malam"Huffpphh!, cepatlah lulus kuliah sayang," Jung bergumam.


Mereka duduk bergandengan di dalam bis, beruntung tadi ada beberapa orang yang mulai turun dari bis. Hingga tak cukup lama Andrea dan Jung akhirnya dapat duduk santai dalam perjalanan.


"Kau sedang bosan menjalani kehidupan dalam kecukupan?, kenapa tidak ke pantai asuhan saja?."


Andrea berpaling menatap Jung. Iya benar, Andrea baru memikirkan hal itu.


To be continued....

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2