Storge

Storge
Cinderella


__ADS_3

"Aku Jung Charlotte. KEKASIHMU!!.


Pagi Andrea di kejutkan dengan pengakuan Jung yang sangat aneh baginya"Eish!! jangan mentang-mentang aku kecelakaan, lantas kau berpur-pura menjadi kekasih ku!, kau tidak perlu berbelas kasihan padaku Tuan muda dingin," sanggah Andrea dengan tega.


"Sekarang tahun berapa?."


"2019," jawab Andrea yakin.


"Kau salah!,"Jung menyilangkan jari di hadapan Andrea.


"Ini sudah akhir Januari di tahun 2020," Jaaung tertawa menatap bola mata Andrea yang bergerak kesan kemari.


"Bohong! kau mendustaiku dosen edan!,"Andrea tetap tak percaya dengan ucapan Jung.


Tak kehabisan akal, Jung menyodorkan ponselnya pada Andrea"08:50|sabtu ,28 januari.2020."


Kening gadis itu menyerngit, mata indahnya terlihat menyipit, nampak sedang mencerna apa yang sedang terjadi"Maksudmu...seiring berjalannya waktu kau dan aku menjadi sepasang kekasih?."


Jung mengangguk, pria itu tersenyum menggemaskan, merasa berhasil meyakinkan gadisnya akan hubungan mereka.


"Buakakakak!!," namun Andrea justru tertawa terpingkal. Hingga senyum di wajah Jung pudar berganti dengan raut cemas"Hentikan lelucon anda Tuan muda dingin!. Aku tidak bodoh! tidak mungkin hanya karena kecelakaan itu aku sampai koma begitu lama. Bahkan sampai lupa ingatan!!."


Menyugar rambutnya ke belakang, Jung nampak frustasi"Andrea! ini bukan lelucon. Kecelakaan itu hampir merenggut nyawa kita. Itu kecelakaan yang menewaskan banyak orang! kita orang beruntung yang hidup, sayang," ucapnya melemah di ujung kalimat, sebab Andrea langsung terdiam.


"Bercandamu tidak lucu!," lirih gadis itu.


Jung membuka kabar berita yang memuat kecelakaan tersebut. Di sana di katakan bahwa mereka termasuk dalam daftar korban yang selamat. Bahkan foto identitas dirinya yang bersimbah darah pun ada di halaman berita itu.

__ADS_1


Memaksakan diri untuk menggali memori yang hilang, Andrea merasakan denyut teramat sakit di kepalanya. Seperti memasuki ruang waktu, dengan siara nyaring, riuh dan bergemuruh. Andrea meringis, perlahan menangis karena sakit di kepala itu.


Jung segera memanggil dokter, dan tak melepaskan genggaman tangannya sedetik pun dari jemari Andrea, jari yang terlihat kecil saat berada dalam genggamannya.


Di saat Andrea kesakitan,. Nyonya Sook datang. Hatinya mencelos melihat Andrea, gadis itu masih menahan sakit, dengan ingatan yang tertinggal di masa lalu.


Perlahan jeritan itu mereda, Andrea perlahan tenang dan akhirnya tertidur. Sorot kehampaan terlihat jelas di mata Jung, apakah ini karma atas penolakan cintanya di masa lalu? di saat cintanya telah tumbuh dan berakar kuat, wanita itu justru tertinggal pada ingatan di masa lalu. Dirinya bahkan tak mengingat hubungan asmara mereka, yang tertinggal hanyalah kenangan buruk tentang dirinya yang menolak cinta gadis tersayang nya. Wajah saja jika Andrea merasa aneh saat Jung mendekati dirinya, sebab di dalam pikirannya Jung adalah sosok Tuan muda yang tidak sudi menjadi kekasihnya. Sementara saat ini Jung datang dengan mengaku sebagai prianya? bukankah itu terasa lucu? lantas, dimana Tuan muda dingin yang sempat merasa gatal jika berjumpa dengannya?.


Sapuan tangan Nyonya Sook pada pundah Jung, menarik sang putra kembali dari lamunan"Nak, mencari angin segar di taman?."


"Ya, itu akan membantu anda menenangkan diri Tuan Jung. Akan ada perawat yang menjaga Nona Andrea. Saya dapat merasakan keresahan yang bersarang di hati anda Tuan."


Ucapan dokter muda itu menjadi jawaban persetujuan Jung untuk mencari angin segar. Nyonya Sook menarik perlahan kursi roda yang di duduki Jung.


Nyonya Sook menyusuri taman rumah sakit bersama Jung, kakinya masih belum sembuh total, sebab itulah dia masih harus menggunakan kursi roda.


Ibu dan anak itu memiliki menghabiskan waktu di sebuah kursi taman, merasakan hangatnya mentari pagi nan cerah. Terlihat raut kesedihan di wajahnya, Andrea memang telah siuman. Namun hal buruk terjadi padanya, kecelakaan itu memangkas kenangan indah mereka dan mengantar Andrea kembali pada masa-masa penolakan Jung kepadanya.


"Pantas saja Andrea merasa aneh, melihat Jung memegangi tangannya saat dia siuman, ma," gumam Jung.


"Dan setiap pagi kau harus memperkenalkan diri kepadanya, meyakinkan bahwa kalian adalah pasangan kekasih. Kau pasti sedih sekali, nak."


"Tidak mengapa ma, sebab setelah itu Andrea akan kembali mengingat Jung, dan di sisa hari itu kami akan menjalani hari-hari indah seperti sedia kala. Namun, entah kenapa hari sulit untuk meyakinkan dirinya," jawaban Jung mengiris hati Nyonya Sook.


"Kemarin, hanya sebentar ma, saat Jung mengatakan bahwa kami sepasang kekasih, Andrea langsung mengingat semuanya. Dia bahkan manja sekali padaku."


"Jujur saja ma, aku sangat takut jika dia tertidur. Aku takut dia tak lagi mengingat hubungan kami saat terbangun dari tidurnya. Seperti hari ini...."

__ADS_1


Kehabisan kata-kata, Nyonya Sook hanya bisa terisak mengingat kisah cinta sang putra pertama. Mengingat betapa sabar dan tabahnya Jung menerima kata-kata Andrea yang terkadang kasar sebelum mengingat semuanya.


"Jung, bagaimana jika hal ini akan terjadi selamanya? kau harus memperkenalkan dirinya padanya di awal hari, demi mengembalikan ingatannya yang hilang itu."


"Jung tidak akan bosan memperkenalkan diri padanya setiap hari ma."


Ucapan sang putra menambah perih pada hati sang ibu. Keadaan Andrea yang tak biasa ini, sangat meresahkan.


Cinderella amnesia, inilah nama penyakit yang di derita Andrea.


Setiap pagi Jung mengisi ulang ingatan Andrea, bukan hanya kenangan indah mereka yang telah terlupakan, segala kejadian hari ini pun akan terkikis ketika Andrea tertidur lelap.


Dia akan bangun kembali dalam keadaan melupakan lagi segala kejadian hari kemarin. Dokter muda yang merawat Andrea mengatakan hal ini akan berlangsung dalam waktu yang tak bisa di tentukan. layaknya orang yang lupa ingatan total, Andrea juga perlu waktu untuk mengingat semuanya kembali secara normal.


..........


"Ya Tuhan, sampai kapan aku harus menyusun ingatanku tentang Jung setiap pagi"hati kecil Andrea merasakan kesedihan saat mengetahui penyakit yang di deritanya.


Andrea mendapati catatan di lengan bagian dalamnya"Jung merebut buah apelku!"


"Akh, ini pasti kejadian kemarin," dia teringat kejahilan Jung merebut buah Apel miliknya, kala itu mereka bercanda dan saling goda di kamar rumah sakit.


"Kau tidak boleh melupakan ku, jika kau berani melupakan diriku! semua apel di dunia ini akan aku habiskan," sudut bibir Andrea menukik naik teringat celoteh Jung kemarin.


Tak terasa kedua matanya terasa hangat"Akh, aku menangis lagi. Ayolah Andrea, cerialah kembali!," Andrea mengangkat wajah dan tanpa jeda dia menepuk nepuk pipinya.


Nampak sang papah menatapnya di muara pintu. Hatinya kembali pilu, Tuan Wiliam bertekad akan melakukan apa saja asalkan Andrea kembali seperti sedia kala. Sungguh, kcelakaan itu menyisakan luka di hati semua orang terlebih kepada Jung dan Andrea.

__ADS_1


To be continued...


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya 🤗🤗🤗


__ADS_2