
...***Alam semesta telah bergerak untuk kita,...
...tanpa melewatkan satu hal pun....
...Karena kebahagiaan kita sudah di rencanakan,...
...Karena kau mencintaiku,...
...Dan aku mencintaimu..***...
...💖💖💖...
Kabar bahwa Andrea dan Jung sekarang telah menjadi pasangan kekasih, santer terdengar. Para netizen mulai menggali info lebih dalam, baik itu kabar yang benar atau pun salah, jika sudah keluar dari mulut para netizen maka berita itu 100% menjadi benar.
Dia adalah Fae, mahasiswi angkatan tahun terakhir di fakultas Charlotte. Sedari pertama dia mengenal Jung, dia sudah jatuh cinta kepada Tuan muda pertama dari keluarga Charlotte.
Fae bersama sahabatnya Cathrin mulai menebar kebencian terhadap Andrea hingga terciptalah bom atom yang kapan saja bisa meledak, menghantam Andrea.
"Selama ini dia berlagak sebagai sahabat pak Jung, ternyata dia menikam kita semua dari belakang," wajah Fae cukup cantik, namun hatinya tak sebanding dengan wajahnya. Gadis itu memiliki perangai buruk, suka di elu-elukan dan sombong.
"Eh bukankah Andrea sering mengingatkan kita tentang gosip gay pak Jung, jangan-jangan dia memang sengaja menebar gosip murahan itu?!," Cathrin ikut menabur benih kebencian di hati para fans dosen ganteng.
Keseharian Andrea di kampus mulai terasa tak nyaman, sebab bisik-bisik pedas terus hinggap di telinga gadis itu.
"Curang! dia ingin memiliki pak Jung, hingga menakut-nakuti kita dengan gosip itu."
"Mentang-mentang dekat dengan pak Jung, dia berlaku seperti itu kepada kita, betapa rakusnya dia! ingin menikmati ketampanan pak Jung sendirian saja!."
"Ck! dia hanya terlahir kaya, jika dia orang miskin aku tidak yakin pak Jung akan mau dekat dengannya!."
Andrea sampai meninggalkan makan siangnya di kantin, dia tak sanggup menelan makanan di tengah gosip yang semakin memanas.
"Terdengar helaan napas yang berat"Hupffhh!!," dadanya terasa sakit. Duduk di bangku taman kampus, mencoba menenangkan hatinya yang ikut memanas.
"Dia berpura-pura menolak pak Jung, hingga membuat pak Jung pingsan kemarin!."
Lagi-lagi, gosip itu lewat di hadapan Andrea. hal itu membuat keceriaan pada diri Andrea perlahan sirna, dan Jung tentu saja menyadari hal itu.
__ADS_1
Satu persatu sahabat nya menjaga jarak dengannya, bagaimana sang hati tidak resah! Andrea di tinggalkan Sekarang.
"Sayang, aku tunggu di kantin. Kita makan siang sama-sama ya," ujar Jung pada pesan yang di kirim kepada Andrea. Namun tidak ada balasan.
"Lihat, apakah dia telah termakan umpan kelicikan gadis itu! dia pasti sedang berbalas pesan dengannya!," bisikan itu terdengar di telinga Jung, membuat salah satu alisnya terangkat naik.
"Kasihan sekali, pria setampan dia masuk ke dalam perangkap licik wanita itu!."
Jung akhirnya menyadari ada hal buruk yang sedang menimpa kekasihnya.
"Sayang!!" dan anehnya Andrea nampak ceria di hadapan Jung.
"Kau sudah makan? mau ku pesankan apa?."
Memegangi perut ratanya"Aku masih kenyang, kau saja yang makan," yah! bagaimana tidak kenyang, tekanan batin membuat selera makannya hilang.
Meraih jemari Andrea"Sayang, kau sedang menjadi buah bibir."
Luluh lantak, benteng pertahanan Andrea runtuh seketika. Mata wanita itu memerah, dan...owh! air matanya jatuh tanpa permisi.
Jung langsung memeluk kekasih kecilnya"Andrea sayang, mengapa kau menahan semuanya sendirian? aku selalu ada untukmu, mengapa kau biarkan aku menjadi pajangan saja di sampingmu."
"Aku akan membalas mereka semua," ujarnya dengan bibir bergetar. Hatinya turut merasakan sakit, melihat kekasih hati menjadi mangsa para mahasiswa.
Mengusap lembut genangan air mata"Sudah sayang, jangan menangis karena kejahatan mereka.",
Berpasang-pasang mata menatap mereka dengan mulut yang terus mencibir. Dan dengan tenang Jung membawa Andrea keluar dari kantin. Namun sebelum meninggalkan kantin"Bi, tolong sampaikan kepada siapa saja yang mengusik calon istri saya, saya tidak segan-segan untuk memberikan nilai nol pada pelaku penyebar gosip murahan ini," wajahnya yang teduh berubah dingin.
Bibi yang biasanya terpana dengan ketampanannya merasa tak enak hati"Hemm, ya, akhir-akhir ini memang terdengar gosip miring tentang nona Andrea pak."
"Siapa orangnya bi? kau akan ku berikan hadiah jika memberikan informasi bagus kepadaku," berbicara tajam dengan wajah tersenyum, membuatnya lebih menyeramkan.
"Saya tidak tau siapa penyebar gosipnya pak, gosip nya terus bersambung dari mulut ke mulut."
Setelah hari itu, gosip itu mulai mereka, mungkin karena peringatan yang telah di sampaikan Jung melalui bibi kantin itu. Namun hal lain lagi menimpa Andrea, lokernya di acak-acak. Tidak ada hujan namun tubuhnya menjadi basah karena tersiram air dari lantai atas. Saat dia memakai rok berwarna putih, rok itu terkena noda berbau busuk yang entah di dapat dari mana. Andrea menjadi korban bully di kampus.
"Aku tidak menyangka, akan mengalami hal seburuk ini untuk menjadi kekasihmu, Jung," ucapnya lirih saat merasa bertemu.
__ADS_1
Tentu hal ini tidak bisa di biarkan, Jung kembali bertindak. Pria itu lantas mengerahkan beberapa mahasiswa untuk mencari tahu, siapa dalang di balik semua ini.
Dan tindakan Jung kembali membuat suasana mereda, hal ini membuat Jung merasa di permainan. Owh, sungguh dia sangat gemas ingin memberi pelajaran kepada sang pelaku.
Siang itu Andrea sedang menyantap bakso si kantin, tanpa sengaja seseorang menyenggolnya, dan kuah bakso pun mengenai kemejanya.
"Maaf Andrea, aku sungguh tidak sengaja. Tubuhku rasanya lemas, mungkin karena belum sarapan," seorang netizen terlihat begitu baik di depan Andrea..
"Tidak apa-apa," sahut Andrea dengan ramah.
"Benarkah tidak apa-apa? aku sungguh sangat menyesali hal ini," seperti benar-benar menyesali perbuatannya, si netizen terus meminta maaf pada Andrea.
"Iya, sungguh tidak apa-apa," ujarnya mengulangi lagi, begitu polos tanpa rasa curiga sedikitpun.
Menatap pakaian Andrea yang terkena tumpahan bakso"Apa itu bisa di bersihkan? apa kau ingin mengganti baju? jika kau mau, kau boleh memakai kemejaku saja."
"Tidak perlu, ini masih bisa di bersihkan dengan air."
"Benarkah??."
"Sepertinya, aku akan mencoba membersihkan nya di toilet. Aku permisi dulu ya."
Mempersilahkan Andrea untuk undur diri dari kantin, senyum jahat terbit di wajah orang itu.
Dan benar saja, hal buruk kembali menimpa Andrea.
Andrea terkunci di dalam toilet, setelah membersihkan kemejanya dia berniat buang air kecil.
"Tolong buka pintu," teriak Andrea dari dalam toilet.
"Kau terlalu sombong Andrea, sekarang rasakan buah dari kesombongan mu itu."
Suara orang di luar pintu, membuat Andrea kembali berteriak"Hei!! siapa kau? aku mohon bukakan pintu ini!."
Hening, orang itu menghilang bagai di telan bumi.
To be continued...
__ADS_1
~~♡♡happy reading.jangan lupa like dan komen ^,^