Storge

Storge
Milik aku


__ADS_3

...***Mengungkapkan segala rahasia hatiku yang terangkum dalam sebaris kalimat,...


...Aku cinta kamu***...


...🍒🍒🍒...


universitas Charlotte akan mengadakan festival hiburan. Kampus akan mengadakan lomba- lomba yang nantinya akan di ikuti para mahasiswa.


Festival ini bertujuan untuk menghibur para mahasiswa yang menghabiskan banyak waktu menimba ilmu di kampus dan tentu saja sang pemenang akan mendapatkan hadiah menarik nantinya.


"Pak Jung, mau ikut lomba bersama kami?," seorang panitia mengajak Jung bergabung dalam sebuah permainan.


Pria itu menggeleng"Kalian saja," sahutnya. Dia terlalu sibuk dengan lembaran kertas di tangannya.


"Ini lomba pasangan pak, saya mau dong jadi pasangan pak Jung," Niko, seakan menyerahkan diri dengan suka rela, mengingat Jung yang di kenal sebagai dosen tampan menyuka lelaki muda.


"Ayolah, kau jangan memancing saya," Jung bercanda hendak menjamah dada Niko.


Secepat kilat Niko meloncat manjauhi Jung.


"Hahahah, bukankah kau bersedia menjadi pasangan saya?," pria itu begitu tampan saat mentertawakan tingkah Niko, yang kian jauh menyematkan diri. Ternyata gosip itu masih beredar luas di kampus.


Alih-alih pusing dengan gosip tidak benar itu, dia kembali fokus membaca lebaran kertas. Merasa sedikit lelah Jung mengangkat kedua lengannya dan sedikit meregangkan pundaknya.


"Eh?," Jung melihat Andrea melintas dengan beberapa mahasiswa wanita. Dia sangat ingin memanggil Andrea, tapi merasa takut membuat para siswa itu menaruh curiga terhadap dirinya dan Andrea. Di saat bimbang, sang gawai pun di gunakan.


"Sayang, kau tidak berniat singgah," mengirimkan pesan pada kekasih cantiknya.


Andrea yang sedang asik bercanda dengan para sahabat, tidak menyadari adanya pesan dari Jung.


"Gadis-gadis, kalian ikut serta bukan?," Ical menaiki tangga mencoba meletakan ember di atas nya.


"Entahlah, lihat nanti saja," ujar salah seorang teman Andrea.


''Aduh, kenapa susah sekali. Siapa saja tolong bantu aku," pria bernama Ical itu mengurungkan niat melakukan hal itu sendiri.


Niko yang melarikan diri dari hadapan Jung muncul kembali dan ikut bergabung" Bagimana peraturannya?."


"Mc akan memberikan pertanyaan, peserta yang bisa menjawab dengan benar akan mendapatkan skor, sedangkan yang tidak menjawab akan mendapat hadiah, beruba guyuran se ember air," jelas Rido, sang ketua kelompok itu.


Jung meninggalkan lembaran lembaran pekerjaannya di ruang dosen, mencari Andrea yang tak membalas pesannya.

__ADS_1


Setelah mencari kemana-mana akhirnya dia menemukan si gadis kesayangan, sedang berkumpul bersama Ical, Rido, Niko dan beberapa mahasiswa lainnya.


Saat itu Rido tengah mempraktekan rencana lomba besok"Katakan saja Andrea adalah peserta, dan dia salah atau tidak menjawab pertanyaan dari Mc, maka dia yang akan mendapat hadiah se ember air ini,", ujarnya memegangi air di dalam ember.


Saat sedang memberikan contoh, tiba-tiba kaki Rido kehilangan pijakan.


Melihat itu, Jung berlari mengejar Andrea.


Menabrak Niko yang menghalangi jalannya dan..."byurrrr."


Jung yang saat itu sedang mengenakan kemeja putih basah kuyup menghalangi tumpahan air.


Mendadak suasana menjadi riuh.


Tubuh tinggi tegapnya yang basah menjadi tontonan para mahasiswa.


"Kyaaaa!, otot pak Jung bikin aku mimisan," teriak salah seorang mahasiswi.


"Jangan lupa, aku hampir di gasak lho tadi, dia kan...." Niko mengingatkan siswi itu akan gosip gay nya si dosen tampan.


"Bodo amat! akh lihatlah bajunya menerawang," para gadis tetap saja jejeritan, terlampau senang menyaksikan Jung yang kebasahan.


Andrea berkacak pinggang"kau bukan raksasa sayang, tidak mengapa kita kebasahan. Hanya air saja," Andrea hendak meninggalkan lokasi dengan membawa Jung bersamanya.


"pak Jung, maafkan saya. Kaki saya kehilangan pijakan tadi pak," Rido mengulangi permintaan maaf nya berkali-kali.


"Its ok Rido. Saya tau kau tidak sengaja. Lagipula kami baik-baik saja," ujarnya berusaha membubarkan kerumunan mahasiswa.


"pak Jung mau dong di panggil sayang juga," soerang mahasiswi yang kecentilan tak sungkan menggoda Jung saat itu.


"Eitsss, pak Jung hanya boleh manggil sayang kepadaku!," Andrea tak bisa lagi menyembunyikan hubungan mereka.


Merasa Andrea membuka status hubungan mereka, akhirnya Jung pun ikut meluruskan kesalah pahaman selama ini. Pria itu bersiap-siap bicara sambil mengibas ngibaskan kemeja basahnya"Saya akan mengklarifikasi gosip yang sudah lama menimpa saya," dan kali ini Jung nampak serius.


"Sebenarnya saya tidak menyukai sesama jenis alias gay. Saya pria normal, 100%," imbuhnya.


"Tapi bapak tadi menggoda saya di kantin, waktu saya menawarkan diri menjadi pasangan lomba," Niko angkat bicara.


Jung tertawa geli,"Itu hanya bercanda, Andrea sangat menarik ketimbang dirimu, Niko."


Niko sangat terkejut, dan bisik-bisik pun mulai terdengar kembali.

__ADS_1


Jung menarik lengan Andrea"Wanita ini adalah milik saya, selepas dia lulus kuliah kami akan segera menikah," ucapan Jung sangat jelas terdengar. Andrea hanya bisa menerima semua perkataan Jung.


...***...


Di mobil...


Andrea duduk manis di samping pria pujaan, sembari memperhatikan seriap gerak-gerik nya.


Menutupi pandangan Andrea dengan meletakan telapak tangan di kedua mata gadis itu"Sayang, aku akan salah tingkah jika kau pandangi seperti itu."


"Tuan Jung Charlotte, apa kau melamarku?," dengan menahan malu, Andrea melontarkan tanya itu kepada Jung.


Kedua mata Jung berkedip, tidak mengerti dengan apa yang di katakan Andrea. Beradu pandang, Jung mencoba menelisik apa yang ingin Andrea sampaikan. Oh! tentang ucapannya di hadapan para mahasiswa tadi?.


"Kau mengatakan hal itu di depan mereka? tanpa berbicara dahulu kepadaku, aku sedikit kesal tapi aku tidak akan menolak ajakan menikah darimu," menyelipkan rambut ke daun telinga, nampak jelas rona kemerahan di pipi sang gadis. Kalau seperti ini, Jung semakin gemas terhadapnya.


"Jangan seperti ini, aku jadi gemas ingin menerkam mu, Andrea," kucing putih ini sedang menahan iman, agar tidak menyerang sang kucing betina di dalam mobil ini. Tidak lucu bukan jika keromantisan itu harus terjadi di sini??.


"Kau tahu, sudah dari dahulu aku seperti ini, memangnya kau mau aku yang seperti apa?," ayolah, mata gadis ini berkedip seperti lampu soak, dia semakin menggemaskan di mata Jung.


Jung menahan jemari yang ingin mencubit pipi sang kekasih"Ash!! rasanya aku ingin memakanmu, Andrea!!."


"Alih-alih memakan, akan lebih baik jika kau culik saja aku," dan, tawaran gila ini membuat Jung mengentikan laju mobilnya.


"Cup!!," kecupan singkat mendarat di bibir ranum Andrea.


Gadis itu tergagap, meski menyukai tindakan itu tapi dirinya sangat terkejut mendapat serangan mendadak seperti itu"Ka...kau...."


"Coba! bersikap terlalu manis lah lagi. Aku tidak yakin bisa menahan diri untuk tidak menerkam mu di sini."


Seringai tawa Jung di balas gelengan manja dari Andrea. Oh untung saja wajahnya tidak terbakar karena menahan rasa malu.


...***...


Jung mengantar Andrea sampai ke depan pintu rumah, ia tak akan melangkah lebih maju sebab pintu kamar Andrea bisa memanggilnya dengan syahdu. Apalagi Tuan Wiliam sedang tidak ada di rumah, akan sangat berbahaya jika dirinya lepas kendali, mengingat betapa Andrea tidak bisa menahan diri untuk tidak agresif lagi kepadanya.


Kucing mana yang akan sanggup menolak ikan segar?


To be continued....


~~♡♡happy reading.jangan lupa like dan komen ^,^

__ADS_1


__ADS_2