SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Lanjut!


__ADS_3

Tentu pilihan untuk menikah dengan Icha bukan lah sebuah pilihan yang mudah bagi Adit!


Karena Ia paham betul jika pernikahan tidak bisa di buat main-main, Ia begitu sakral dan akan di mintai pertanggungjawaban nanti nya oleh Sang Maha Pencipta.


Dan demi kesehatan Bundanya Ia rela menikah dengan calon kaka iparnya itu, mungkin ini adalah TAKDIR HIDUP yang harus Adit jalani bersama Icha!


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


"Bunda, Adit mohon doa restunya ya, hari ini Adek mau ketemu sama Papa kak Icha!" lalu bergegas meninggalkan Rumah Sakit menuju kediaman Icha.


Pasalnya beberapa jam lagi prosesi ijab kabul akan dimulai!


\=\=\=\=


Menghadap Papa Kak Icha!


Raut Muka Papa, Mama dan Abang Icha mulai tidak bersahabat ketika aku mengabarkan bahwa Mas Radit memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Icha.


"Pa, Ma, dan juga Abang saya mewakili pihak keluarga mohon maaf sebesar-besarnya, atas kejadian ini."


Ucap Adit dengan nada gemetar layaknya anak sekolah yang akan dikeluarkan dari sekolah.


"Saya bersedia menikah dengan kak Icha"


Yakin Adit


Keluarga Icha semakin terkejut dengan pernyataan Adit!


Membuat Papa geram dan hampir saja akan menonjok Adit andai saja Mama Icha tak menghentikan itu!


"Stop semuanya, berhenti jangan kekanak-kanakan, Pa mungkin ini yang terbaik untuk saat ini Pa, apa yang dikatakan tetangga jika anak kita gagal nikah gara-gara di tinggal calonnya pa"!! Teriak Mama Icha dengan Frustasi.


Sekitar 1 jam lebih perdebatan antara keluarga Icha dengan Adit, Akhirnya Papa menyetujui jika Adit yang akan menikahi Icha.


Suasana Tegang agak mencair tatkala Papa Icha memeluk Adit,


"Tolong Nak jaga Icha, jangan tinggalin dia" Pesan Papa pada calon mantunya!


Flasback Off


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Bunda Ini Icha bawain buah sama bubur kesukaan Bunda, aku suapin ya?" Ucap Icha dengan manis.

__ADS_1


"Wah makasih sayang, banyak banget buahnya, eh kok ada mangga?" tanya Bunda heran🧐


"Oh ini, itu Icha lagi ngidam makan Mangga jadi sekalian deh kita beli" Canda Adit


"Ih apa sih, enggak kok Bunda, Adit suka ngawur kalau jawab, kebetulan Icha memang suka buah mangga Bunda hehe" ( Ucap Icha)


"Ya Harapan Bunda gagal dong" (Memasang muka melas)


"Emang Bunda mengharapkan apa? kalau Icha bisa pasti bakal aku Kabulin" ( dengan senyum cerah)


"Serius"?? ( Mata Bunda berbinar bahagia)


" Bunda pingin apa? ... Tanya Icha Polos


" Bunda Mau Cucu Satu dong" Please


"APA! " sahut Icha dan Adit


Astaghfirullah Bunda suka becanda, ya udah sekarang istirahat dulu jangan mikir yang aneh-aneh Ok? Pinta Adit


Sudah hampir setengah hari mereka menghabiskan waktu di Rumah Sakit


"Yaudah kalian pulang dulu saja, nanti Bik Inem yang jagain Bunda,


Besok kan sudah mulai masuk kerja kan?


oh kalau buat Adit mah Masuk sekolah, hehe"


Rengek Icha.


"Tuh yang di sampingmu udah gak betah kalau lama-lama nyium bau Rumah sakit. Udah kalian pulang dulu besok InsyaAllah Bunda sudah boleh pulang, Do'ain ya sayang"


Ucap Bunda dengan lembut.


"Ya udah kita pamit dulu ya Bunda, besok kita bakal jemput 😚"


"Hati-hati ya, jangan sampai lecet mantu Bunda loh." Ancam Bunda pada Adit


" Siap Ibu Negara, aku pastikan Ratu Icha akan selamat sampai tujuan, kalau perlu aku plastikin deh... biar gak lecet" Jawab Adit


yang lagi-lagi menjadi penghibur Icha.


Pamit ya Bu, Assalamu'alaikum.


Mereka berdua meninggalkan Rumah sakit dan menuju ke supermarket untuk mencari stok bahan makanan.


" Adit itu di sana aja ya kita belanjanya, Kata Mama ini yang paling murah tapi gak murahan." Tunjuk Icha pada salah satu pusat perbelanjaan itu.

__ADS_1


"Oke ... (Singkat)


\=


\=


\=


Di dalam Supermarket.


Adit : "Mau beli Apa aja Cha?"


Icha : "Tenang aja aku udah catat semuanya di otak ku yang cemerlang ini." (dengan Bangga)


Adit : "Serius kamu bakal ingat semua?"


Icha : "Lihat saja nanti"


( Jangan remehin aku sebagai guru BP yang terkenal dengan berjuta kasus anak-anak yang bandel aku hafal betul apalagi cuma urusan dapur)


Icha : "Yuk keburu sore"


Sekitar dua jam lamanya mereka mengelilingi supermarket yang semula hanya mencari bahan makanan yang akan diisi ke kulkas justru merambah ke keperluan yang lain, seperti Piring Couple, gelas dan pernak-pernik yang dipilih Icha.


"Dit Lucu deh ini, kita beli ya",😍


" Pilih Ini atau Ini Dit?"


"Kamu suka ini?"


" Buat Bunda Lucu deh, kita beli ya! "


Pertanyaan Icha kepada Adit setiap kali melihat benda yang lucu.


Adit hanya mengiyakan meski sesekali ia mengeluh karena barang belanjaan semakin berat di tangannya.


Lega Rasanya ketika Adit sudah berhasil membawa keluar Icha dari supermarket itu,


bahaya jika dibiarkan lama-lama bisa kering nih kantong dompetku! hehe becanda Aku bukan orang yang perhitungan kok, apalagi sama orang yang aku sayang!


Hah Apaan sih Adit Ngacooo!! Batin Adit


\=\=\=\=


Hayo tebak siapa nih yang bakal Bucin duluan?


TIM ADIT?

__ADS_1


atau TIM ICHA?


Happy Reading gaesπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2