SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Deg Deg Deg


__ADS_3

"MIMPI" dasar Adit bisa-bisanya dia kebangetan banget sih...


"Oh ya udah, " kesal Icha meninggalkan Adit seorang diri


Jujur ada rasa bersalah mulai menyusup tapi Ia abaikan karena Ia sudah berjanji dari awal jika Ia tak akan melabuhkan hatinya pada Icha,


Ia terlalu takut jika sewaktu-waktu Mas Radit datang dan mengambil Icha dari hidupnya.


\=\=\=\=\=


Tak terasa malam sudah petang, tapi tiga orang itu tak kunjung meninggalkan aktivitas belajarnya dari tadi, hanya jeda saat adzan magrib berkumandang, setelahnya mereka mAsih asyik dengan tumpukan buku yang sudah mereka siapkan.


Tepatnya pukul 19.00 WIB terdengar suara motor datang menuju rumah kami,


Kulihat Adit bergegas untuk membuka pintu dan entah siapa yang datang mungkin temen Adit.


"Sorry Gaes, telat maklum ngajar TPA dulu tadi, gimana udah sampai mana kalian? " Mencoba memberi penjelasan.


"Beh... dasar lu,... " Oceh Agung


"Apaan Tuh?" tanya Agung saat melihat bungkusan plastik dengan aroma yang menggugah selera sedang di tenteng Ali.


"Biasa Sogokan" ucap Abi enteng


"Astaghfirullah, jangan dong korupsi dong nanti" kilah Ali


"Udah-udah dari pada kalian ribut mulu, mending kita makan dulu saja.. Udah pada lapar kan?"


Ucap Adit memotong percakapan diantara ketiganya.


"Tahu Aja, Ayok" Ucap ketiganya dengan semangat.


Sementara Icha sudah menyiapkan menu di atas meja makan, hanya tinggal menyiapkan minum saja, Ia pun menuju dapur.


Sedang Empat Sekawan sudah terkagum melihat beberapa menu sudah tersaji dengan cantik.


"MasyaAllah, kamu ulang tahun Dit? Tumben banget masak di rumah" Ucap Ali yang belum menyadari jika Icha lah yang sudah memasak menu tersebut.


"Syukuri aja, Cepet makan habis itu pulang" Tegas Adit


"Wih... Sadis bener deh... " Agung dengan cekatan bagai orang yang baru saja bertapa Ia mengambil menu di atas piring cukup banyak"


" Pelan-pelan saja kali Gung, Kayak dari hutan aja lu" hahaha Tawa ketiganya


"Eh Dit, Loe pisah Ranjang? Tanya Ali penasaran


" Gila, Pak Kyai ya sekali tanya langsung skak mati Gitu" Canda Agung lagi


"Uhuk Uhuk,... Adit terbatuk-batuk mendengar pertanyaan spontan itu"

__ADS_1


"Kesambet Lu, Al? tadi dah baca ayat kursi belum? timpal Adit mencoba menyembunyikan kehidupan rumah tangganya di depan para sahabatnya itu.


" Tuh kan apa gue bilang, Jangan bilang loe udah cerai ya? Gila sih loe masih aja hubungi Ra....


belum selesai Ali menyelesaikan ucapanya dengan cepat Agung dan Abi membungkam mulut sahabatnya itu karena melihat Icha berjalan ke arah mereka dengan membawa minuman ditangannya, dan Bisa di tebak pasti Icha mendengar percakapan Mereka.


"Aahakabshshskdk" suara Ali tidak jelas akibat di bungkam oleh Agung dan Abi dengan paksa


"Maaf airnya menyusul, wah siapa ini? ucap Icha mencoba mencairkan suasana


" Kenalin Ini Ali, " tutur Adit mengenalkan sahabatnya pada ku


" MasyaAllah Ini Istrinya Adit? Maaf mbak tadi saya salah ucap" jawab Adit penuh penyesalan


"Iya Gak papa, silahkan di nikmati, saya ke dapur dulu" Ucap Icha pamit


"Icha... ( Adit)


" Mbak Manis... (Agung)


Ucap keduanya bersamaan tapi Icha hanya mendengar suara Agung saja...


"Iya, Gung ada Apa?" balas Icha


Ada raut kekecewaan di muka Adit saat Icha lebih mendengar perkataan Agung dari pada dirinya, dengan kesal iya menyuap makanan ke dalam mulutnya.


"Mbak ikut gabung makan saja disini, biar rame, biar ada Manis-manis nya gitu, kalau lihat mereka pahit" Tunjuk Agung kepada tiga sahabatnya itu


" Astaghfirullah Agung, kamu tuh dah gila dosa tahu, Mbak Icha itu udah istri orang! dosa lu!" kesal Ali


Api 🔥 cemburu sudah mulai membakar hati Adit, entah tak bisa dijelaskan, padahal Adit sudah paham jika Agung memang orang yang suka bercanda dan tidak ada maksud untuk menggoda istrinya, tapi entahlah ada rasa yang tak bisa dijelaskan!


"Ya Ampun, Ali lebay banget sih, aku kan becanda ya Mbak, Ayok mbak ikut gabung saja" Ajak Agung kembali


\=\=\=\=\=\=


Suasana makan malam sejak kehadiran ku agak kaku, tak ada riuk tawa, yang ada aku melihat muka mereka tegang penuh tekanan


"Apa jangan-jangan aura guru BP masih menempel?" pikirku


Tak Ingin suasana semakin kaku, aku putuskan untuk memancing sebuah percakapan.


"Gimana di sekolah? ada kendala? ucapku canggung


" Alhamdulillah, lancar mbk dan sebentar lagi kita bakal UJIAN do'ain ya mbk, biar lancar " Jawab Ali dengan sopan


" Amin, semoga kalian lulus dengan hasil terbaik, terus habis itu mau lanjut kemana?" tanyaku kembali


Perlahan-lahan suasana mencair mereka semua mulai bercerita hal-hal yang lucu sampai Unfaedah, seakan tidak ada jarak diantara Icha dan para sahabat Adit, meskipun faktanya Icha usianya lebih tua dari pada mereka tapi itulah kehebatan Icha, Ia mampu melebur dengan mereka.

__ADS_1


Icha dan Agung, Ali dan Abi masih Asyik mengobrol dan mengabaikan kehadiran Adit, Karena Adit tipe anak yang pendiam tjadi selama percakapan tadi Adit hanya sesekali menanggapi meskipun hatinya berteriak menyaksikan sangat Istri bisa tertawa lebar saat berbicara dengan sahabatnya sementara dengan Adit?


Hanya muka keterkejutan yang selalu Icha tampilkan saat bertemu/ ngobrol dengan Adit


"Kok Bisa? " Ucap Adit tanpa sadar


"Apa"? Jawab Icha kompak dengan 4 Sekawan


" Hah? jawab Adit gelagapan


Sementara yang lain Hanya menggelengkan kepala tak memahami maksud ucapan Adit.


"Mbak Makasih banyak ini enak banget, kapan kapan kita pasti bakal belajar disini" Ucap Ali tak tahu malu


" Aih, ... setiap hari juga boleh kok" Jawabku sungguh-sungguh


"Wah... Makasih ( Ucap Ali, Agung dan Abi sementara Adit


" Jangan! Gak boleh Rugi nanti " Mencoba menyembunyikan kepanikannya, bagaimana jika mereka sering disini maka mereka akan semakin dekat dengan Icha, gak boleh gak boleh terjadi, Icha gak boleh... Batin Adit!


"Aish, Pelit Amat sih... " Kesal Agung


" Hahahaha, Adit hanya bercanda kok, kalian boleh banget mampir kesini, biar rame ada banyak temen" Tutur Icha


" Ah, Mbak manis baik hati deh" Ucap ketiganya menirukan tingkah Agung


sembari memberikan kode jari berbentuk hati "Saranghaeyo Unnie " yang memiliki Arti "Aku Cinta Kamu Unnie"


Dan tak habis pikir oleh Adit saat Icha juga membalasnya dengan hal yang serupa " Saranghaeyo dengan wajah gembira dan memberikan lambang hati kepada para sahabatnya sementara pada Adit?...


Ya Ampun aku terbuang"....) :


\=\=\=\=\=


Hari ini hari yang cukup melelahkan bagi hati Adit, ia harus menyaksikan istrinya dianggap lebih sayang para sahabatnya dari pada sama suaminya sendiri, dan ia juga melihat wajah bahagia Icha saat bersama sahabatnya tadi.


Syukurlah setelah makan malam mereka memutuskan untuk pulang, dan masih menjadi misteri adalah jadi Ali kesini tadi cuma numpang makan? dasar si kampret itu ya... Gerutu Adit dalam Hati


****


Suasana hati Icha hari ini berbanding terbalik dengan hati Adit, karena Icha merasa hari ini Ia sangat bahagia saat bersama dengan para sahabatnya Adit pantes saja persahabatan mereka awet sampai sekarang,


dan mereka bisa menjadi wasilah atau cara untuk bisa lebih mengenal seluk beluk suaminya hehe, apalagi sebelum mereka pulang sempat bertukar nomor telepon tanpa sepengetahuan Adit pastinya.


Hari sudah larut Icha terlelap dalam tidurnya, Ia terlalu lelah, sampai tak sadar jika pintu kamar belum terkunci.


Terdengar langkah kaki perlahan mulai mendekat ke Arah Icha.


Deg... deg...

__ADS_1


Icha Terbangun.....


__ADS_2