SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Berengsek Lu!


__ADS_3

Lia dengan sigap memberikan segelas air minum pada Adit


"Minum dulu, pelan-pelan saja kalau makan, keselek kan jadinya" ucap Lia dengan lembut


Adit meminum air yang diberikan Lia tapi tidak menghiraukan ucapannya, pandangannya hanya terfokus pada Icha,


"Ca…" Seru Adit parau.


Moment keduanya pun tak luput dari pandangan Icha, Ia tak habis pikir bagaimana bisa suaminya itu tega memperlihatkan keromantisan keduanya di depan matanya? bukankah mereka berdua sudah masuk kategori selingkuh? Tapi kenapa mereka tak tahu malu? dan bisa-bisanya Adit masih bisa memanggil namanya! ingin rasanya ia tenggelamkan Adit di dasar lautan antartika!!!


"Hai!" balas Icha memaksa bibirnya tersenyum pada Adit, lalu beralih melihat ketiga sahabat Adit yang duduk di sofa,


"Maaf ganggu ya, ini aku bawain sarapan. Kalian belum sarapan kan?" tanyanya mengalihkan dari rasa sakit di hatinya.


"Ca…" Panggil Adit Sekali lagi,


Icha masih mengabaikan panggilan Adit.


"Ali, kamu suka bubur ayam ‘kan? Aku juga bawa salad buat Agung, suka kan? Nah, ini buat kamu, di makan ya" Icha mempromosikan menu sarapan yang awalnya Ia siapkan khusus untuk suaminya, tetapi Ia lagi-lagi harus menelan kekecewaan nya. Tak Lupa Ia pun dengan memasang senyum yang terlihat jelas sekali itu bukan senyum yang ikhlas.


Ali bisa menebak sebenarnya Icha terluka, tapi istri sahabatnya itu sangat pandai menahan ego. Mungkin karena predikat Guru BK-nya. Bahkan Ali tidak yakin perempuan lain akan sanggup melakukan seperti apa yang di lakukan Icha saat ini.


Untuk membantu menegarkan hati Icha, ia dan dua temannya yang lain meladeni Icha berbicara.


"Adit, maaf ya. Aku jadi ganggu waktu sarapan kamu," ucap Icha basa-basi di tengah emosi yang membara pastinya.


"Tapi kalo nanti kamu mau makan, silahkan ya. Sekarang ‘kan udah sarapan," sambungnya dengan senyum paksa.


"Dia siapa sih?" tanya Lia agak jengkel. Sejak kedatangan Icha, Lia merasa Adit mengabaikan dirinya. Pun dengan ketiga sahabat Adit, mereka tampak akrab dengan Icha.


Adit baru saja akan menjelaskan siapa sebenarnya perempuan dihadapan Lia


"Lia—" ucap Adit menggantung

__ADS_1


"Aku cuma TEMAN mereka," jawab Icha memotong ucapan Adit, "Kebetulan Agung kemarin ngabarin kalau Adit kecelakaan, jadi sekalian jenguk."


Icha tampak berfikir sejenak. "Ah iya, soal yang semalam. Maaf ya, saya cuma kaget aja jadi salah tingkah gitu he..he..he.."


Candaan Icha yang sangat garing menurut Lia.


📲📲📲


Drrrtt


Drrrtt


Suara dering dan getaran itu berasal dari ponsel Icha. Hatinya langsung berterimakasih pada si penelpon yang membantunya mendapat ide untuk lebih cepat keluar dari ruangan ini.


"Maaf ya, aku keluar sebentar." Icha mengeluarkan ponselnya lalu mengangkat panggilan itu setelah menutup kembali pintu ruang rawat.


"Di mana Ca?"tanya seseorang


" Ya Ampun sayangku, kau penyelamat ku pagi ini" ucap Icha berbinar


"Siap, aku segera meluncur ke sana"


Ia pun menarik nafas dengan dalam lalu menghembuskan nya kembali, sebelum memasuki ruangan tadi untuk pamit pulang.


"Yok kamu pasti Kuat Icha" Ia pun melangkahkan kaki dan kembali memasang senyum palsunya


"Ah, maaf ya aku gak bisa lama-lama, kebetulan ada urusan, jadi harus segera pulang, cepet sembuh ya dit" pamit Icha pada semuanya.


"Gak boleh! " ucap Adit mengejutkan semuanya


"Ih, Adit mbak nya kan ada urusan, disini kan ada aku, kamu tenang aja ya" ucapan Lia semakin membuat Icha ingin segera kabur dari ruangan ini!


"Ah, iya kan Sudah ada LIA, kamu tenang Aja ya, PAMIT DULU! jawab Icha dengan sedikit menghentakkan kakinya meninggalkan mereka dengan rasa cemburu.

__ADS_1


Bentar deh, gue CEMBURU? gak AKAN!!! ngapain sih tadi gue, ya ampun" ucap Icha merutuki dirinya sendiri.


__________________


Lia menatap kepergian Icha dengan jengah.


Ia merasa Caca seperti gangguan,


"Kalian kenal cewek aneh itu di mana sih ?" tanyanya tepat setelah Icha menutup pintu.


"Dia nggak aneh Lia" jawab Adit cepat. "Nggak aneh gimana? Tiba-tiba dateng, heboh, terus tiba tiba pulang. Ngeri!!


Pakai bawa sarapan sebanyak itu lagi . Aku ‘kan juga udah bawain sarapan buat kalian semua." Gerutu Lia.


Adit tidak menjawab apapun lagi, pikirannya melayang pada Icha. Ia merasa seperti lelaki paling kejam di dunia, seharusnya ia bisa menahan kepergian Icha.


Bukankah ia sudah sempurna menjadi lelaki brengsek di mata Icha, seperti abangnya? Adit mengutuk dirinya berulang kali. Bukan ini yang ia inginkan.


Bukan kebencian Icha, tapi kasih sayang Icha lah yang ia inginkan. Bukan ini yang ia rindukan, tapi perhatian Icha yang ia rindukan.


"Berengsek loe Dit!" maki Agung meninggalkan ruangan, disusul oleh Ali


"Kenapa sih mereka? kok jadi baper gitu" tanya Lia heran


Adit pun membenarkan perkataan sahabat nya itu! Ia dia laki-laki BERENGSEK! !!


________________


Hem gimana nih, ikut panas juga gak sih? pengin nabok Adit hehe Becanda gaes.


Ikuti kisah mereka terus ya, temukan kejutan tiap episode terbarunya, jangan lupa buat dukung Author dengan cara Vote, comment adanya Like... hehe


감사합니다

__ADS_1


See you💞


__ADS_2