SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Apa Hamil?


__ADS_3

"Upss Bunda Ganggu ya? " Tanya Bunda yang justru membuat keduanya salah tingkah.


Segera mereka bangkit bersamaan dengan canggung, sementara Bunda hanya memperlihatkan senyum penuh arti


"Bunda Ini tidak seperti yang Bunda lihat" Ucap keduanya dengan panik


Pasalnya mereka takut jika Sang Bunda salah paham ketika melihat keduanya di lantai dengan posisi yang pasti akan membuat salah paham!


Icha adalah pihak yang merasa sangat Malu atas kejadian tadi,


"Ya Allah, mau di taruh dimana muka ku di depan Bunda? Hua Hua " Tangis Icha tanpa air mata saat memasuki kamar pribadi.


"Loh, Kok malah Kabur?


Tanya Bunda heran, bukankah harusnya menantunya ganti baju di sana... ( Menunjuk kamar mandi).


Dengan gugup Adit menjawab " Ah Anu Bunda, Mungkin Icha Malu" sambil menggaruk kepala yang tak gatal itu,


Adit pun memutuskan untuk menyusul Icha, agar Ia tak semakin banyak berbohong pada Bunda nya itu.


"Hehe, Kemajuan Pesat nih, harus cepat-cepat ngabarin besan ini! segera mengambil ponsel untuk menghubungi besan.


Tit,.... Tit... Tit...


Btw gimana sih bunyi telepon Ya ampun Author bingung nih wkwkkwkw, Semoga Mak Readers sekalian bisa ngebayangin suaranya ya... πŸ˜…


" Assalamu'alaikum Jeng, Apa kabar?" Sapa Bunda akrab


" Wa'alaikumusalam Bund, Alhamdulillah Baik, Bunda apa kabar? "Tanya Mama balik


"Aduh Jeng, aku pingin ketemu nih, gak sabar mau nyampein berita bahagia"


Ucap Bunda antusias


"Waduh, berita bahagia apa Bund? Ucap Mama penasaran.


" Hehehe, Sebentar lagi kita bakal gendong cucu Jeng!


"Apa? MasyaAllah Alhamdulillah, Ya Allah" Tangis Mama penuh haru.


Bunda pun ikut terharu menahan air mata bahagia, meskipun pada kenyataannya apa yang Bunda kira bukanlah sebuah kebenaran.


Ia hanya salah sangka... 😣


Hiks hiks....


"Iya Jeng, Alhamdulillah kita pikir hubungan mereka tidak akan bertahan, tapi siapa sangka jeng Allah berkehendak lain. Aku pasti akan menjaga Icha dengan baik. Ucap Bunda Semakin Haru.


Perkataan Bunda semakin membuat Mama larut dalam kebahagiaan, pasalnya Ia adalah saksi perjalanan Icha selama ini.


" Ya udah, jeng aku tutup dulu ya, mau nyamperin calon cucu, Hihihi " Ucap Bunda mengakhiri sambungan telepon.


Berita palsu tentang kehamilan Icha sudah menyebar dengan cepat, bisa dipastikan seluruh kerabat Icha sudah mengetahui kabar tersebut.

__ADS_1


Kita balik lagi ke Icha dan Adit ya gaes,... Kira-kira apa yang dilakukan Adit dan Icha ya... πŸ™ˆ


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Begitulah Adit Ia salah tingkah atas kejadian tadi, Ia sebenarnya Ingin menemui Icha untuk meminta maaf, tapi karena keburu gugup Ia tidak juga mengetuk pintu Icha, tapi justru mematung di depan pintu.


Begitu Icha hendak keluar kamar, setengah mati Ia terkejut karena Adit sudah ada didepan pintu!


"Adit! Ngapain kamu disitu!" Teriak Icha


Karena khawatir Bunda mendengar teriakan Icha dengan cepat Adit menutup mulut Icha dan mendorong nya kedalam kamar.


"Adit, apa yang kamu lakukan?" tanya Icha panik


"Sorry Cha, Ada Bunda di samping" Ucap Adit menjelaskan.


FYI, kalian masih Ingat kan jika kamar Icha bersebelahan dengan kamar Adit hihihihi


"Terus kenapa kamu dorong aku masuk? Tanya Icha heran


Rasa gugup tiba-tiba menyerang Adit, tujuan utama untuk meminta maaf pada Icha justru berubah.


" Aku mau kamu minta maaf! " Ucapnya cepat


(Sebenarnya Adit salah ucap, kalimat yang seharusnya ia ucapkan adalah " Icha, aku mau minta maaf" tapi begitulah kata yang terucap berbanding terbalik.


Mendengar hal tersebut tak membuat Icha marah justru tanpa aba-aba Ia meraih tangan Adit dan di tempelkan ke kening Icha seraya berkata:


Sementara Adit masih terpaku atas apa yang dilakukan oleh Icha kepadanya, dan Ia semakin menyalahkan dirinya, dasar Adit kenapa sikap mu bisa gini sih, Terus apa yang harus aku lakukan? Tanya Adit dalam hati


Seperti seorang Ayah yang memberikan maaf pada anaknya Adit mengelus kepala Icha,


"Ok, aku maafin" Ucapnya senang, sedang rasa bersalah nya sudah hilang entah kemana.


"Ada lagi? " Tanya Icha pada Adit karena Ia masih berada di dalam kamarnya.


"Ah, Aku mau di sini, " Ucap Adit dengan gugup.


"Hah? Untuk? tanya Icha penasaran


Iya juga ya ngapain aku masih disini, kenapa aku jadi gugup dan salah tingkah begini? Adit sadar kamu tak boleh jatuh cinta pada orang yang di cintai Mas Radit! Ingat kau hanya suami pengganti, cepat atau lambat Icha akan kembali pada Mas Radit dan meninggalkan dirimu!!!! Pikir Adit yang membuat raut wajahnya menampakkan kesedihan.


Segera Ia bergegas untuk keluar dari kamar Icha.


"Adit Apakah kamu tersinggung?" Ucap Icha saat Adit hendak keluar dari kamarnya. Adit pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Icha.


Ia tenggelam dalam ketakutan jika suatu saat Icha akan meninggalkan dirinya dan memilih berpaling dengan yang lain,


Sakit, ya Allah.... πŸ’”πŸ’”πŸ’”


Icha mencoba mengikuti langkah Adit,


seraya Berkata l " Dit Maaf, kamu boleh kok di kamar ku"

__ADS_1


Sang Bunda Bunda mendengar perkataan mereka, Apa maksud Icha Adit boleh di kamarnya?


Bukankah mereka selama ini sudah tidur bersama? Astaghfirullah apa jangan-jangan selama ini pernikahan mereka seperti film yang Bunda Tonton, hanya pernikahan pura-pura!


Hush hush Bunda mengusir pikiran buruk dari kepalanya.


"Gak bisa ini, malam ini harus Bunda buktiian sendiri! Ucap Bunda dengan mantap


\=\=\=\=\=\=\=


Malam sudah semakin pekat, Bunda sengaja tak segera untuk meninggalkan rumah Adit, karena Ia sudah bertekad untuk memastikan apakah Adit dan Icha sudah benar-benar sudah menjadi pasangan suami istri beneran atau hanya sekedar pura-pura!


" Icha, sayang Bunda boleh nginep malam ini di sini? Tanya Bunda saat mereka berkumpul di ruang makan untuk makan malam.


"Ya Allah, Bunda boleh banget dong, Icha malah seneng, jadi ada temen ngobrol Bund


Jawab Icha tulus.


"Jadi malam ini Bunda tidur dimana dong? selidik Bunda


" Tentu di Kamar I...


Ucap Icha belum menyelesaikan ucapan nya.


"Di kamar samping Bund" Serobot Adit pasalnya Ia tahu betul jika Icha adalah tipe wanita yang jujur, bisa bahaya Jika Ia mengatakan yang sejujurnya pada Bunda, jika selama ini mereka masih tidur terpisah, Bisa-bisa terjadi perang Dunia ke 2 !!!


"Iya kan Cha? tanya Adit sambil memberi kode untuk mengiyakan perkataannya.


"Ah, iya Bunda, betul kata Adit, Bunda bisa tidur di kamar samping" Ucap Icha ragu,


sementara dalam pikiran Icha


"Lalu malam ini aku harus tidur dimana? 😩


jangan bilang kalau malam ini harus tidur bareng es batu!!


" Ya sudah, Bunda mau istirahat dulu ya, capek banget" Ucap Bunda meninggalkan mereka berdua.


\=\=\=\=\=\=\=


Nah Loh gimana tuh!


Apa yang akan terjadi malam ini?...


🐣🐣🐣🐣🐣


Jangan lupa dukung Author dengan cara like, comment dan Vote novel "SUAMI PENGGANTI ICHA"


Nanti kejutan selanjutnya....


Happy ReadingπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


^^^Bunda Ayu^^^

__ADS_1


__ADS_2