
Tepat Pukul 15.00 WIB aku bersama suami ku di lepas untuk meninggalkan istana ku tercinta, tempat yang selama ini sudah menjadi tempat berlindung dan tempat mencurahkan seluruh cintaku pada keluarga ku.
"Ma Adik pamit dulu ya, pokoknya kalau Icha telepon angkat ya, sering-sering berkunjung ke rumah kami. Pokoknya Icha Tunggu..." ku peluk hangat mamaku rasanya tak ingin aku lepas.
"Ma adik sayang banget sama Mama" tangis ku pecah di susul Mama yang tak kuasa meneteskan air mata.
"Waduh kalau kayak gini nanti keburu malem loh, kemarin kan adik udah semalam udah bareng kita, gak enak tuh di tungguin tuh sama nak Adit" Ucap Papa
" Pa, Ma pamit dulu ya," sembari mengecup tangan kedua Orang Tua ku.
"Titip Icha ya Nak, jangan bikin dia menangis dan selalu bahagiakan dia dengan segenap hatimu, kami percaya kamu. Ucap Papa pada Adit sembari memberi pelukan hangat.
*Di dalam Mobil*
Ku lambaikan tangan ku pada keluarga ku
Pa Icha Pamit ya dadah...
Assalamu'alaikum....
teriakku dalam mobil....
Oh iya yang harus kalian tahu, kita memilih menggunakan mobil pribadi untuk mengangkut barang-barang ke rumah baru,
dan Taraaaa tebak siapa yang menyetir?
Aku pastinya! jangan harap seperti adegan dalam sinetron yang pihak perempuan bak seorang Ratu duduk manis menuju istana megah di jemput pangeran berkuda😌
Ish korban sinetron nih, Ku sentil kepala ku agar tetap Fokus pada jalan yang mulai ramai deru mesin kendaraan...
"Ah kalian jangan coba hina suami ku, sebenarnya tadi sempat terjadi percekcokan antara aku dan Adit🙈
*Flashback On*
__ADS_1
" Mana kuncinya? Tanyanya padaku singkat jelas padat!
"Aku aja yang bawa"! Kekeh ku tak mau kalah.
" Kan aku lelaki masak di bonceng cewek, malu tahu, mau di taruh mana mukaku pada Abang nanti?" Bisik nya pada ku dengan jarak sekian centimeter, Cukup dekat.
Membuat ku merinding...
Ku jauhkan diriku darinya seraya berkata :
"Takut ada polisi!" Jawabku tak kalah singkat lalu memilih duduk di kursi pengemudi.
Masih mode loading, Ku lihat Adit masih belum memahami maksud pembicaraan ku segera ia menyadari dan terlambat aku sudah duduk manis di depan kemudi.
"Dasar, awas kamu ya..."
Gerutu Adit dalam hati, pasalnya ia baru menyadari maksud ucapan Icha menyindir secara tidak langsung kalau ia dianggap belum mempunyai Surat Izin mengemudi (SIM) dan rentan terkena tilang polisi.
*Flashback Of*
Aura dingin macam es batu mulai menyeruak.
*Hih serem, ucap ku keceplosan.
"Kenapa?" tanyanya padaku.
Hahaha lagi-lagi singkat
"Ah itu gak papa aku cuma kepikiran aja film hantu yang aku tonton kemarin, cerita nya serem jadi keinget terus." Sambil ku garuk Kepala ku yang tak gatal. Ku kutuk diriku ngapain coba harus bohong😫
Ya Allah maafin Icha, ini keadaan Darurat! Ucap Icha dalam hati
"Oh...
__ADS_1
Jawabnya super irit!
Nih bocah dulu bunda nya hamil ngidam apaan sih...
Irit banget bicaranya!
Sebel deh....
Perjalanan hampir sekitar satu setengah jam dan hanya ada percakapan jika Adit nunjukin kita kudu belok Kanan, atau kiri selebihnya jangan harap ada kata terucap.
Dan Sampailah kita di depan bangunan dengan desain minimalis, serta tanaman beraneka ragam menghiasi pekarangan rumah yang nampak asri.
Meskipun sudah gelap tapi aku bisa melihat kecantikan dari bunga yang sedang mekar itu 🌺🌻🌹🌷
"Aku suka" Ucapku
" Iya Cha aku juga!
deg deg deg ....
"Apaan sih,.. Jawabku kesal.
" Becanda kali Bu, ...
"Makasih ya sudah di anter pulang...
" Asli nih bocah kayae ada yang salah deh, Kok beda sama RADIT sih...
mereka Adik kakak bukan sih?
\=\=\=\=
Ikuti kisah Icha dan Adit terus ya...
__ADS_1
InsyaAllah Author bakal Update tiap hari...
Selamat membaca Gaes....