SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Enggak!!


__ADS_3

Radit menjalani hari-harinya bersama Naya.


Mereka nampak semakin dekat apalagi setelah Radit mengungkapkan perasaan nya pada Naya kalau itu, meskipun sampai detik ini Naya belum juga menanggapi hal itu.


baginya hal itu belum pantas ia dapatkan, karena dari lubuk hati paling dalam ia merasa bersalah dengan Adik Iparnya, siapa lagi kalau bukan Icha pastinya.


Tapi begitulah Naya, gadis berjilbab dengan lesung pipi serta berwajah teduh itu pandai sekali menyembunyikan perasaannya, ia lebih sering menampakkan senyum yang menentramkan jiwa.


"Mas hari ini kerja?" tanyanya sembari menyuguhkan kopi hitam kesukaan suaminya pagi ini.


"Iya, kenapa?" tanyanya sambil menyeruput kopi buatan istrinya itu.


"Oh endak mas, cuma hari ini Naya izin mau keluar sebentar, apakah boleh?" tanyanya dengan lembut.


" Enggak! " tegas Radit


Naya sedikit terkejut dengan jawaban Radit kali ini, tidak seperti biasanya ia selalu mengizinkan Naya setiap kali keluar rumah, tapi Naya tak membantah karena baginya ketika keluar rumah wajib baginya mendapatkan izin dari suaminya, begitulah Islam mengajarkan itu.


"Baik Mas" jawabnya dengan ikhlas tanpa sedikit pun membantah.


"Hey, Mas cuma bercanda kok, kamu mau kemanapun boleh, mas Izinin" jawab Radit dengan senyum lebar.


"Mau kemana emange Nay?, perlu Mas anter? "


"Endak mas cuma deket kok"


"Baiklah, kamu hati-hati ya"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari ini tempat tujuan Naya adalah tempat sang Abah istirahat dengan tenang, sudah lama Naya ingin berkunjung ke sana, tapi belum sempat karena kesibukannya selama ini, kenapa Ia memilih kesini seorang diri?


tentu hanya Naya yang tahu jawaban nya.


Ia ingin mencurahkan segala gundah nya selama ini lebih tepatnya selama menyandang status sebagai Istri dari seorang Radit Atdmaja.


Kalau boleh jujur tentu Naya sangat bahagia memiliki suami seperti Radit, Ia sangat bersyukur Allah kirimkan lelaki yang luar biasa itu di hidupnya, ibarat kata Radit adalah oasis bagi hidup Naya saat ini.


Tapi tetap saja ada rasa yang mengganjal di hatinya ia belum sepenuhnya mendapatkan restu dari ibu mertua sekaligus maaf dari Icha.


Cukup lama Naya disana tak lupa ia juga lantunkan beberapa ayat suci serta doa agar abah bisa diterima Sang Pencipta tentunya.


Naya ke makam dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya, motor bebek yang selama ini menemani aktivitas kesehariannya, meskipun sudah cukup tua.


\=


\=


\=


Pagi ini Icha dan Adit berangkat bersama ke sekolah, bukan tanpa alasan pastinya, Entah kenapa tiba-tiba mobil Icha mogok tak bisa dinyalakan, sedangkan waktu sudah semakin siang, tak ada pilihan baginya terpaksa ia harus nebeng Adit menuju ke Sekolah.


"Ya udah sih barengan aja, udah halal" ucap Adit dengan cengengesan.


"Tapi awas ya, pelan-pelan saja! ancam Icha


" Baik Baginda Ratu, saya pastikan Ratu sampai tempat tujuan dengan aman dan bahagia "


"Kok bisa bahagia?"


"Ya Iyalah, secara di bonceng sama abang ganteng"


"Dih,.... " sewot nya menanggapi guyonan Adit pagi ini.


Seperti kita tahu Icha belum terbiasa naik motor, masih ingat bukan tragedi pasar malam dulu, saat pertama kalinya dalam hidup dirinya naik motor, dan mungkin ini kedua kali dalam hidup nya mengendarai motor upss gue ralat!

__ADS_1


Dibonceng maksudnya.


Kalau dulu sensasinya hanya sekedar takut saja, takut jatuh atau kecelakaan.


Tapi entahlah sensasi kali ini benar-benar dua kali lipat yang ia rasakan, Pertama rasa takut kedua adalah ia sangat takut jika dalam perjalanan kali ini ia akan ketahuan sama anak sekolah! bisa-bisa gempar dunianya.


Apalagi Icha saat dibonceng ia terpaksa memeluk erat Adit, dan pasti itu akan membuat salah paham siapapun yang melihat kemesraan mereka berdua bukan?


Icha berulang kali mencoba berpikir positif ia berharap orang yang melihat mereka layaknya guru dan murid yang kebetulan berangkat bersama, eh tapi kurasa mereka tak akan menerima hal itu karena aku terlalu dekat bahkan memeluk nya dengan erat.


Ku harap mereka akan berpikir oh itu hanya ibu dan anak yang kebetulan sedang boncengan! tapi tunggu wajahku tidak setia itu...


ya Ampun... bagaimana jika mereka berpikir jika Aku guru yang sedang menjalin hubungan terlarang bersama murid ku! ya Ampun mau di taruh di mana mukaku!


"Cha... " Panggil Adit sedikit membuyarkan pikiran rancu Icha.


"Iya Dit, kenapa? " jawabnya dengan nada cukup tinggi akibat bisingnya suara ibu kota pagi ini.


Tak ada jawaban, hanya senyum lebar Adit yang semakin jelas terlihat, mungkin ia terlalu bahagia pagi ini.


Hari ini untuk antisipasi Icha sengaja meminta Adit untuk menurunkan dirinya di sebuah toko, awalnya Adit menolak karena tak mungkin ia biarkan istrinya berjalan seorang diri menuju gerbang sekolah, meskipun jaraknya tak seberapa, tapi yang namanya cinta ya kan gak mungkin lah membiarkan sang pujaan hati berpeluh keringat di pagi hari.


"Adit, lebay deh, ya udah sana pergi duluan, nanti kita ketahuan" usir Icha


" Seru deh kalau ketahuan" balasnya dengan malu-malu.


"Adit cepat sana! " Ucap Icha saat beberapa anak melewati mereka berdua.


Adit pun melajukan motornya dengan kecepatan pelan padahal beli sekolah sudah sedari tadi berbunyi dengan nyaring.


__________________ _______________


...SEKOLAH...


Pagi ini diadakan rapat dadakan yang diikuti oleh seluruh guru, rapat terbatas dan dadakan ini tidak lain untuk membahas permasalahan yang ada disekolah terutama kasus Adit, Bu Dewi selalu Kepala Sekolah berharap masalah ini cukup lingkungan sekolah saja yang tahu dan tidak dipublikasikan ke luar sekolah. karena bisa merusak citra dan nilai dari sekolah ini pastinya.


Satu persatu guru perempuan diinterogasi oleh Bu Dewi secara pribadi, tak juga menemukan hasilnya.


Icha yang datang terlambat lolos dari rapat pagi kali ini, dan sebetulnya ia juga belum mengetahui kabar viral yang menjadi perbincangan anak-anak saat ini.


Baru saja Ia meletakkan tasnya di atas meja Pak Dion dengan terburu-buru menghampiri Icha.


"Selamat pagi Pak?"


"Ah Bu, gimana tadi lolos dari pemeriksaan?"


"Pemeriksaan apa Pak?" tanya Icha bingung


"Itu loh Bu Dewi lagi buru guru yang lagi peluk-pelukan sama Adit! jawab Pak Dion


" Apa!!! seru Icha tak kalah terkejut


"Ya Ampun Bu, gak nyangka Bu Icha terkejut seperti itu"


"Bo boleh lihat fotonya Pak?" tanya Icha tergagap, meskipun ia tahu betul siapa yang ada di foto itu.


" ini Bu" sembari menyodorkan sebuah gambar Adit memeluk mesra Icha di dalam mobil!!


"Astaghfirullah" pekik Icha


"Nah ibu aja istighfar apalagi saya Bu, sebenarnya Adit itu suka bolos, tapi dia baik tapi ya saya juga gak nyangka kalau dia bisa berani seperti itu. ucapnya lirih.


" Dan saya kasian sama dia sih Bu, kalau sampai terbukti itu Adit lagi begituan, fix dia bakal gak bisa ikut ujian minggu depan! ucapnya melanjutkan.


"Apa! seru Icha dengan lantang

__ADS_1


Tidak tidak ia tak mungkin membiarkan Adit bernasib seperti itu! aku bakal cari cara untuk membuat di bisa mengikuti ujian.


" Reaksi Bu Icha sedikit berlebihan, oh tapi wajar sih Bu, karena kan Bu Icha guru BK" ucap Pak Dion dengan menganggukkan kepalanya mencoba memahami posisi Icha.


"Pak, semisal ada murid yang nikah, apakah dia masih bisa ikut ujian? tanya Icha tiba-tiba.


" Cowok atau cewek Bu?


"Cowok Pak" jawab Icha spontan


"Anu sih Bu untuk kasus cowok jarang banget ada, kalau cewek mah seabrek. Dan biasanya mereka harus lepas sekolah gitu, apalagi yang kecelakaan, pasti langsung, tapi enggak tahu sih sekarang kayak gimana, ada apakah Bu?"


"Ah tidak Pak cuma kepikiran saja"


Selepas kepergian Pak Dion Icha berpikir bagaimana jika rahasia Adit terbongkar bagaimana nasibnya? bukankah Icha menjadi alasan sempurna untuk menghancurkan masa depan Adit.


"Ya Allah bantu Icha" liriknya dalam doa.


Disisi lain berita simpang siur mengenai hubungan Adit dengan seorang guru masih terus bergulir sementara pihak sekolah juga belum bisa memberikan keputusan karena blm menemukan bukti akan hal itu.


Bu Dewi saat jam istirahat sengaja meminta Adit untuk datang ke kantor selepas jam sekolah, ada beberapa informasi yang perlu ia tanyakan secara langsung.


"Tok tok tok"....


"Assalamu'alaikum, Bu Dewi ini Adit"


"Masuk Dit" ucap Bu Dewi mempersilahkan Adit masuk.


"Silahkan Duduk, " ujar Bu Dewi ramah


"Gimana sehat dit?" ucap Bu Dewi basa-basi sebelum ke pokok pembahasan.


Adit hanya menanggapi dengan senyuman, karena ia tahu mau kemana arah pembicaraan kali ini.


"Jadi Adit, mengenai masalah yang menjadi perbincangan seantero sekolah beberapa hari ini, apakah betul itu nak Adit? tanya Bu Dewi dengan hati-hati, karena ia sadar betul masa-masa pubertas itu kadangkala sulit mengendalikan emosi.


" Benar Bu itu saya" jawab Adit dengan tenang


Ekspresi terkejut tidak bisa ditutupi oleh Bu Dewi, ia tidak menyangka jika Adit akan segampang ini.


"Lalu perempuan itu siapa? tanyanya memastikan


" Dia perempuan yang sangat saya cintai Bu"


Jawaban Adit lagi-lagi membuat Bu Dewi kalang kabut, kejujuran Adit mengejutkan Bu Dewi kali ini.


"Nak Adit, cinta memang tidak pandang usia, dan kita berhak mencintai siapapun, tapi apakah boleh tahu ini foto siapa?" tanya Bu Dewi dengan berdebar ria, takut siapa nama yang bakal Adit sebut.


"Bu, boleh minta waktu? saya harus mendiskusikan dengan dia terlebih dahulu" jawabnya dengan bijaksana


Tentu Bu Dewi tertegun mendengar jawaban Adit, "Boleh, besuk kamu kesini dan beri ibu jawaban, sekarang kamu beb pulang Terima kasih waktunya"


"Baik Bu, Terimakasih"


Adit pun segera pamit pulang terlebih dahulu, ia juga harus segera menjemput Icha yang mungkin sudah bosan menunggu Adit yang terlalu lama tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


Motor Adit sudah datang tepat di hadapan Icha, tanpa perlu komando Icha dengan cepat menempatkan dirinya di jok belakang motor Adit, tak lupa kedua tangannya memeluk Adit dengan erat.


Mereka berdua nampak berpikir apa yang harus mereka katakan satu sama lain ketika bersama nanti, mungkin ini saatnya kita harus membicarakan hal ini.


..._________________________________________...


...Wajar dalam hidup ada badai yang menerjang, bukan berpaling atau pergi darinya tapi hadapilah dengan terus bergandengan tangan untuk menguatkan satu sama lain. ...


...______________________________________...

__ADS_1


__ADS_2