
Pagi harinya suasana terasa begitu canggung saat keduanya sarapan bersama sebelum berangkat ke sekolah. Icha seakan kesulitan menggerakkan bibirnya hanya untuk sekedar menyapa Adit. Sedangkan Adit memilih diam, meski kulihat dari ekor mataku beberapa kali ia mencuri pandang ke arahku.
Keduanya sama-sama tidak tahu apa yang harus dilakukan, mengingat kejadian semalam membuat mereka kikuk tak terelakkan.
Semalam adalah momen yang sangat menggelikan jika diingat kembali.
*Flasback On
Adit jatuh tersungkur, hasrat nya yang menggebu terpaksa harus ia redam, Icha hanya bisa menepuk punggung suaminya itu. Ia pun segera membenarkan kancing yang sempat terkoyak lalu menarik selimut untuk menutup sekujur tubuhnya.
Adit pun juga turut merebahkan tubuhnya di samping Icha.
"Apakah kamu sudah tidur"? tanya Adit pada Icha dengan menatap langit-langit kamar.
" Iya sudah" jawab Icha dengan mata terpejam akibat kantuk yang tidak terelakkan.
"Sudah berapa hari?"
" Apanya?" jawab Icha setengah sadar
"Itu tamunya, " ucapnya dengan pipi memerah
"Masih laamaaaaaaaaaaaaa banget"
"Serius?"
Icha mengangguk dan Ia bisa menebak jika Adit saat ini pasti sedang cemberut, tapi cahaya kamar redup sehingga tak nampak oleh Icha.
"Iya Adit masih 14 hari lagi!" tegas Icha
" Haaaaaaaaaaa! lama banget, bukankah biasanya cuma seminggu?
"Iya kan beda-beda, kalau aku memang khusus request segitu!"
" Emang bisa di request? tanya Adit tak percaya.
"Bisa lah Icha gitu loh,"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut tak disangka Icha sudah terlelap, ia tertidur begitu pulas.
"Bagaimana bisa dia tidur se nyenyak itu?" ucap Adit sembari mengelus pucuk kepala Icha dan memeluknya dengan erat seakan tak ingin lepas dari Icha malam ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Matahari bersinar cerah, bahkan sinarnya perlahan berhasil menerobos masuk ke selah-selah jendela kamar Adit, tetapi dua orang itu masih enggan untuk beranjak dari kasur empuknya.
Icha yang semalam bersandar pada lengan Adit nampak menggeliat saat tanpa sengaja sinar matahari membelai wajahnya.
"Aaahhhhhnh, lima menit lagi" ocehnya setengah sadar.
Mendengar suara sang istri di pagi hari tentulah asing bagi Adit, ia pun sedikit terkejut saat menyadari ada sesosok perempuan berambut panjang terlelap disisinya.
"Kenapa Icha di sini?" batin Adit
Tapi perlahan ingatan nya muncul, momen semalam tiba-tiba muncul.
__ADS_1
"Astaghfirullah" ucap Adit dengan menutup matanya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya terasa ngilu dan sulit untuk digerakkan, mungkin Icha terlalu lama bersandar disana.
"Auw... " ucap Adit saat mencoba menggerakkan lengan kanannya yang sedang kesemutan.
Saat menggeser lengannya, Icha perlahan membuka mata untuk menyambut pagi ini.
"Dimana ini?" ucapnya sembari mengucek bola matanya, saat melihat ruangan yang nampak asing yang didominasi warna gelap.
"Lengan siapa ini?" ucapnya dengan posisi masih membelakangi Adit.
Adit hanya diam menunggu reaksi Icha, karena sepemahaman dirinya reflek Icha di pagi hari sedikit membahayakan bagi dirinya, entah sebuah tamparan atau teriakan yang akan ia dapatkan kali ini.
Icha pun membaringkan tubuhnya menghadap Adit, dan masih mengumpulkan nyawa yang belum sepenuhnya kembali pada raga, Ia menatap Adit cukup dalam, tangannya bergerak untuk menyentuh wajah Adit yang terpahat sempurna, Adit mematung membiarkan Icha menjelajah tiap Inci dari wajahnya, "Kenapa sangat nyata?" ucap Icha
"Bukankah ini mimpi?" tanyanya pada diri sendiri.
Melihat tingkah lucu Icha pagi ini, membuat Adit sedikit menyinggung kan seutas senyum manis.
Melihat bayangan Adit yang tersenyum, Icha dengan pelan memukul Pipi Adit
"Auw... " pekik Adit
Seakan masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya hanyalah sebuah mimpi, ia pun kembali memukul Adit sedikit lebih keras.
"Auwwww, sakit! ucap Adit sembari memegangi kedua pipinya yang mulai memerah.
" Akhhhhhhhhh! ini bukan Mimpi!! berarti semalam.... " pekik Icha dengan menutup mulutnya sembari merutuki diri sendiri! pasti dirinya kurang waras! bagaimana bisa semalam dia bertindak agresif seperti itu! !
Ia pun segera bangkit dari kasur dan berlari meninggalkan Adit yang masih terpaku melihat aksi yang dilakukan oleh dirinya!!!
"Ya Ampun Icha mukamu mau kau taruh mana?!!" gerutunya pada diri sendiri.
___________________________
Roti bakar dengan selai coklat + susu segar adalah menu sarapan mereka pagi ini, dengan lahab keduanya segera menghabiskan sarapan dan bergegas untuk menuju ke sekolah.
Seperti biasanya sebelum berangkat Icha terlebih dahulu mencium punggung tangan suaminya, berharap Ia mendapatkan ridhonya sekaligus ridho dari sang Pencipta.
Saat Ia akan berangkat sebuah ketukan dari jendela mobil menghentikannya
"Iya Dit kenapa?" tanya Icha dengan sedikit menurunkan kaca mobil.
" Boleh nebeng?" ucapnya Kikuk
Sebelum Icha memberikan jawabannya Adit melanjutkan ucapannya "Ku rasa tanganku masih sedikit kram" dengan menunjukkan lengan kanannya.
Meskipun berat tapi apalah daya, ia juga menyadari jika memang dirinya lah penyebab lengan Adit seperti itu. Jadi ia harus tanggung jawab" lirihnya
Lalu lintas ibu kota pagi ini cukup padat,
"Kenapa manusia harus sesibuk ini, di pagi hari! " kesalnya begitu saja saat terjebak dalam kemacetan pagi ini.
"Mereka pun sama kesalnya seperti mu" ledek Adit dengan menyandarkan kepada di kursi mobil.
Untuk mengubah mood pagi ini, sengaja Adit memutar alunan musik, pilihannya jatuh pada sebuah lagu lama yang dinyanyikan oleh Bondan Prakoso berjudul "Ya Sudahlah"
__ADS_1
...🎤🎤🎤🎤...
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..
ya sudahlah (hhmm)
Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..
coz everything’s gonna be OKAY
yo..Satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa, cita,cinta dan harapan
Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang
_
_
_
Sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai di pintu masuk sekolah, Icha sedikit ragu saat akan keluar dari mobil'
"Dit kalau nanti ada yang melihat kita gimana? " ucapnya dengan mengedarkan pandangan ke penjuru arah.
Melihat muka gemas Icha yang nampak panik justru semakin membuat Adit ingin menggoda nya, Ia pun dengan cepat menarik tubuh Icha dalam pelukannya
"Udah romantis belum? bisiknya pada Icha
" Adit lepasin enggak? mau dibanting lagi?" gertak nya yang tak membuat nyali Adit menciut, malah semakin mempererat pelukannya.
Tanpa mereka sadari sepasang mata menatap tajam pada keduanya, dan dengan sengaja mengabadikan momen keduanya.
__ADS_1
"Mampus lu Dit" ucapnya dengan senyum seringai penuh arti
____________________________________