
Hari cukup panjang dan bikin jantungan...
Sebenarnya Icha tak sepenuhnya menyalahkan Adit
Ia tahu pasti Adit punya alasan untuk menyembunyikan hal itu darinya
Apa lagi alasannya!
Kalau bukan Lia ):
Sesampainya di rumah ia dikagetkan dengan kehadiran Adit,
"Tumben jam segini sudah di rumah, biasanya ia pulang terlambat " batin Icha
Melihat sang suami, ia pun menghampiri dan mengecup punggung tangannya
"Assalamu'alaikum, tumben sudah di rumah..." tanya Icha, seakan ia lupa dengan perbuatan yang ia lakukan pada suaminya tadi pagi
"Sengaja" tebak Adit
"Cha kamu kok tega sih, nanti malam kan mau ketemu Papa sama Mama masak pitak gini Cha" keluh Adit sambil terus menatap cermin yang sedari tadi Ia bawa untuk melihat rambut pitaknya.
Melihat aksi yang ditunjukkan oleh Adit membuat Icha tertawa terpingkal-pingkal sesekali ia mengusap air mata dan menahan kram perut akibat tertawa yang berlebihan.
"Cha, kamu jailnya kebangetan" lirih Adit
"Iya maaf suamiku, habisnya aku terbawa emosi tadi pagi" balas Icha
Adit pikir setelah permintaan maafnya Icha akan menangis seperti kemarin, Tapi....
Icha justru mengambil ponsel dan mengabadikan rambut pitak Adit, saking gemesnya ia pun juga ikut berselfi ria merayakan rambut pitak Adit, meskipun Adit terus menutupi wajahnya.
"Ih mana kelihatan kalau itu kamu! Nanti Bunda gak percaya" Bawel Icha
Segera ia meraih kepala Adit dan menempelkan ke arahnya, karena pitak nya sebelah kira maka ia miringkan muka Adit dan Jepret...
Ia terkejut melihat hasilnya, pasalnya siapapun yang melihat akan berfikir jika Icha memaksa Adit untuk menciumnya.
Segera Ia dorong Adit menjauh, dan mulai mengatur nafasnya.
Adit masih terus maratapi rambut malang nya..
"Cepet mandi, nanti kita makan di rumah Mama aja ya" perintah Icha
"Gak ke Tukang Cukur dulu Cha? " teriak Adit
"Kelamaan!" jawabnya tanpa rasa bersalah
\=
\=
Sambil terus menatap dirinya di cermin Adit berucap
"Hemm, ada benarnya perkataan Agung, sekarang ketampanan ku berkurang 20%" hiks
Tok Tok Tok
__ADS_1
" Ayok berangkat, kemalaman nanti" Teriak Icha di depan pintu
Adit keluar kamar dengan tampilan yang lagi-lagi membuat Icha semakin kagum dengan hasil ciptaan Sang Pencipta
Bagaimana Ia tetap terlihat tampan meskipun hanya memakai kemeja serta celana panjang berwarna putih, Image anak seragam putih abu-Abu pun pun tak menempel lagi padanya.
"Ngalahin Oppa-oppa Korea deh" batin Icha berbinar
"Cha mending pakai jaket atau topi? tanya Adit yang terlihat bimbang
" Ih masak mau ketemu mertua pake jaket sih, gak sopan! Udah gini aja udah ganteng kok" ucap Icha keceplosan
"Ah... Akhirnya kamu mengakui jika aku ganteng" balas Adit yang sudah melupakan rambut pitaknya dan segera mengendarai mobil melesat ke rumah mertuanya..
Tak lupa Ia pun menepikan mobilnya untuk membeli beberapa buah tangan.
Oh iya ini salah satu cara jitu untuk menaklukkan hati Mertua/Camer
Itung-itung sogokan.
π¦©π¦©π¦©
Akhirnya setelah 45 menit menempuh perjalanan, tibalah ia di bangunan megah yang mempunyai halaman yang luas serta beberapa mobil berjejer di parkiran.
Terlihat kedua orang tua Icha telah menunggu mereka di teras.
Sebelum Adit turun Ia meminta Icha menatap dirinya, agak aneh memang
Ia semakin dalam menatap bola mata Icha untuk melihat rambut pitaknya
"Masih ganteng kan Cha? " tanyanya menghancurkan imajinasi Icha.
Icha pun memilih untuk segera menghampiri kedua orang tua nya dari pada menjawab pertanyaan konyol dari suaminya itu.
"Loh mana nak Adit?" tanya Mama disusul Papa
"Ih, masak yang di tanyain Adit sih, nih putri kalian ada disini, di peluk dulu gitu biar seneng" Oceh Icha
Bukannya mendapat pelukan hangat justru ia tertegun saat kedua orang tuanya menghampiri Adit dengan senyum bahagia terpancar diantara keduanya.
Hiks Aku Terbuang );
"Ya Allah, Pa mantu kita" Panik Mama saat melihat rambut menantu kesayangannya itu pitak cukup besar.
Terlihat Mama mengelus rambut Adit, layak nya anak kandung sendiri sementara Icha mematung melihat ketiganya yang cukup Akrab
"Ini gaya kekinian Ma" jawab Adit bohong
"Ih kamu itu, kalau kayak gini kadar kegantengan mu, Mama kurangi 5 poin ya" ucap Mama sembari menggandeng Adit masuk ke dalam rumah.
"Abang belum pulang Mah" tanya Adit santun
"Udah lupain aja, perjaka tua itu kalau udah kerja suka gitu,...
Kalian istirahat dulu diatas ya, Bunda tak siapin makan buat kita semua" ungkap Mama
_
__ADS_1
_
Icha pun menuntun ku menuju ke dalam kamarnya, cukup luas sebagian besar dinding berwarna merah muda, dan ornamen lain yang semakin mempercantik tampilan kamar.
"Kamu disini dulu ya, aku mau ke bawah sebentar, itu Kamar Mandi, Kasur, Lemari kamu bebas menggunakan nya.. "
"Hem... Kenapa mesti disebutin satu-satu?" kesal Adit
Hehe, hanya itu yang terucap.
Setelah kepergian Icha, ia melihat beberapa album foto yang kebetulan berada di atas meja.
Album itu menyimpan koleksi foto keluarga Icha
Mulai dari Foto masa muda kedua orang tuanya, Abang dan juga Icha manis tentunya.
Adit sangat menikmati melihat lembar demi lembar dari album yang menyimpan setiap momen istrinya itu...
Mulai dari Icha kecil hingga saat momen wisuda pun tersimpan apik di album itu.
Ia juga melihat bagaimana senyum Icha saat Mas Radit merangkulnya.
"Wah, kalian benar-benar bahagia" gumam Adit
"Adit aku bisa jelaskan!" teriak Icha
ia takut jika suaminya akan salah paham, saat Ia masih menyimpan foto mantan di album itu
"Heh"....
balas Adit keheranan
Dengan cepat Icha meraih foto yang menampilkan Radit merangkul dirinya.
Srek...
"Kenapa di robek?" tanya Adit menghentikan tindakan Icha
"Kamu gak marah?" semakin heran
"Hey, kamu kira bisa menghapus kenangan mu bersama Mas Radit saat kamu merobek foto itu? Aku tidak apa-apa Cha, Mas Radit bagian dari Masa lalu mu dan Aku adalah MASA DEPANMU."
Sebuah kata romantis yang pernah diucapkan Adit pada Icha
Jantung Icha semakin berdebar
*AKU ADALAH MASA DEPANMU
Kemudian Adit pun meraih lembaran yang sudah robek beberapa bagian, ia berencana menyatukan kembali...
\=\=\=\=\=
Sebuah Pertanda kah?π₯Ί
jangan lupa tinggalkan like dan Vote ya.. biar Author makin rajin buat Update terus....
Lope Gedeπππ
__ADS_1