
Di sebuah ruangan dengan cahaya redup, seseorang sedang terduduk meratapi takdir yang tak berpihak kepadanya.
Tatapannya kosong, entah apa yang menjadi beban hidupnya, sepertinya terlalu berat untuk diungkapkan pada istri barunya itu.
"Mas, masih mikirin Icha"? tanyanya lembut
Segera lelaki itu bangkit dan memeluk perempuan tersebut, "maafkan aku" dengan terus menitikkan air mata di matanya.
"Tidak mudah untuk melupakan dirinya, ku harap kau mengerti" lirihnya
Perempuan bermata teduh itupun merangkul suaminya ke dalam pelukannya seraya menenangkan jika ia tak apa-apa, ia akan bersabar sejauh yang ia bisa.
Naya Anindita, gadis dengan paras cantik berusia 24 tahun, yang memiliki segudang keahlian serta prestasi, dan bermimpi untuk mengelilingi dunia, harus rela melepaskan mimpi besarnya saat sebuah kejadian besar menimpa hidupnya.
Pertemuan yang membuat luka banyak orang, dalam pikirnya Ia tak pantas bahagia karena Ia lah penyebab luka orang-orang itu. Ia terlalu kejam untuk di sebut sebagai manusia.
Ia pun larut dalam tangisan bersama suami barunya itu,.... begitulah mereka menghabiskan malam yang panjang ini.
Mungkinkah ini karma untuk keduanya?
****
Rumah Icha
Icha masih tertegun dengan ucapan Adit, Ia selalu terngiang saat Adit mengatakan jika Ia adalah Masa Depan Icha.
Ia pun segera menghamburkan tubuhnya ke suaminya yang sedang memungut foto tadi, Lagi-lagi Adit tak bisa menerka istrinya itu, bagi nya Icha selalu memberikan kejutan setiap hari, ...
"Panas.... " Itulah kata yang terucap dari Adit, mungkin Icha terlalu terbawa perasaan hingga memeluk Adit terlalu erat, Ia pun melepaskan perlahan dan mengatur nafasnya.
"Ehemm.... "
Keduanya menengok sumber suara
"Di suruh Mama turun ke bawah, itunya di lanjut nanti ya" ucap Abang menggoda Adiknya
"Abang" teriak Icha dengan kesal,
Icha pun segera mengejar Abangnya yang terus saja berteriak memanggil Sang Mama
"Maaaaaa, Adek... sebentar lagi bakal nimang cucu"
" Ya Ampun kalian ini, masih saja kayak anak kecil! " gerutu Mama melihat kedua anaknya yang bertingkah seakan tak malu memperlihatkan kelakuannya konyol keduanya.
__ADS_1
"Ma, Adek tadi peluk Adit! ucap Abang dengan antusias
Sebuah pukulan kecil mendarat di pundaknya, Sang Mama lah pelakunya.
" Kamu tuh ya, ngapain ngintip di kamar orang? makanya buruan gih cari pendamping biar ada yang kamu peluk" ejek Mama
"Udah rame aja nih," tanya Papa mengalihkan ketiganya
"Adit mana?" lagi-lagi Sang Papa mencari keberadaan menantu kesayangannya itu.
Tak selang lama Adit pun segera bergabung bersama mereka, suasana makan malam pun terasa hangat dan terlihat kebahagiaan terpancar diantara mereka.
" Malam ini nginep sini aja Dit, besok libur kan? " ucap Abang santai kepada Adik Ipar barunya itu.
"Saya ngikut Icha saja Bang"
"Wait, jangan bilang kamu suami takut istri? kamu diancam Adek?" tanya Abang penasaran.
Tak ada jawaban lah yang justru membenarkan dugaan Abang, Icha tak tinggal diam saat di reputasinya dipertaruhkan
"Abang, Icha gak sesadis itu, dan mana kado buat Icha? !!" dengan tatapan tajam menagih janji kado double yang telah mereka sepakati kemarin.
"Sudah-sudah kalian itu ya, apa gak malu sama mantu Mama hem? nak Adit jangan diambil hati ya Abang memang suka becanda" sahut Mama dengan lembut
"Iya Ma" kekeh Adit
_
_
_
KAMAR
Hanya ada satu kasur dengan ukuran yang tidak begitu besar, tapi cukup jika untuk menopang tubuh dua orang.
Keduanya pun saling menelan slavina saat membayangkan jika malam ini harus tidur satu ranjang, dan Adit pun juga menyadari jika Ia adalah laki-laki normal, apalagi saat ini kalaupun ia meminta haknya pada Icha tiada berdosalah Ia ( ala syair melayu)
Sebenarnya Icha pun juga gugup, meskipun ini bukan kali pertama mereka tidur bersama, tapi tetap saja ada rasa yang tak bisa dijelaskan.
"Hahahaha... " ucap Icha mencoba menghilangkan kegugupan dirinya dan beranjak ke atas kasur disusul Adit.
Tak ada yang terucap mereka berdua berusaha keras untuk mengatur nafas dan detak jantung.
__ADS_1
"Dit kamu sudah tidur?" tanya Icha yang sedari tadi membelakangi suaminya itu
"Sudah"
"Bohong! bagaimana bisa tidur bisa menjawab pertanyaan"
"Gak percaya?" jawab Adit usil
Icha yang sudah tidak bisa menahan rasa jengkelnya pun berbalik menghadap suaminya untuk memastikan kebenarannya.
Ia sedikit terkejut saat mendapati Adit tidur menghadap ke arahnya, sementara Icha?
"Ya Ampun fik! gue istri durhaka" batin Icha
Sesaat keduanya saling bertatapan terlalu dalam,...
"Hem ndak baik membelakangi suami" ucap Adit
Mendengar hal itu ia pun hanya bisa menarik selimut karena rasa bersalah,
"Maaf Dit" dengan tulus
"Dimaafkan asal... " ucap Adit menggantung
Kedua bola mata Icha melotot, Ia kira malam ini Adit akan meminta haknya padanya.
Seakan bisa membaca pikiran Icha, Adit pun menggelengkan kepala
"Bukan Itu... "
"Aku perlu guling, kamu jadi guling ku malam ini" balas Adit yang tak di mengerti oleh Icha
Karena terlalu lama mendengar jawaban dari istrinya itu, ia pun segera menarik tubuh Icha dan memeluknya dengan erat.
"Selamat malam guling ku"
Icha pun seakan membatu, ia tak mampu menggerakkan tubuhnya untuk melakukan perlawanan, Kurasa ia sangat menikmati jadi guling malam ini.
Mereka pun terlelap dalam pelukan yang hangat.
\=\=\=\=\=\=
Hayo siapa nih yang sudah bisa menebak alur cerita "SUAMI PENGGANTI ICHA"?
__ADS_1
Jangan lupa comment, like, dan Vote ya agar semangat Author semakin membara🔥🔥🔥
See You.....