SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Kencan


__ADS_3

Menyadari kesalahannya, Adit pun menutup separuh wajahnya berharap hal ini akan menghilangkan rasa malunya pada kedua orang dihadapan nya itu.


"Bunda kenapa gak bilang dari awal, padahal Adek udah siap-siap dari tadi pagi loh" ucapnya pasrah menjadi bahan lelucon pagi ini


"Dasar Agung!!!" gerutu Adit pada sahabatnya yang kemungkinan besar masih tidur kayak kebo.


Semua kejadian ini bukanlah sebuah kesalahan Adit sepenuhnya, pasalnya semalam Agung dengan sengaja memancing rasa cemburu Adit dengan dengan kedekatan Pak Dion dengan istrinya itu. Dan tanpa sepengetahuan Icha semalaman Adit tak bisa memejamkan mata sepenuhnya.


_____________________


"Mumpung libur kalian main aja, biar gak bosen" ucap Bunda


"Tapi Adit masih sakit Bund, mending istirahat dulu saja" tolak Icha dengan santun.


"Enggak kok, udah sembuh!" bantah Adit


"Itung-itung refresing sebelum ujian" ucap Adit.


"Tapi...." ucap Icha


" Nah bener itu, anggap saja sebagai kencan" goda Bunda pada kedua orang dihadapan nya itu.


_________________________


"Ya Ampun pingin rebahan sambil drako-ran aja, huaaaaaa" gerutunya sembari memilah beberapa baju yang hendak Ia kenakan saat keluar bersama Adit.


Icha pun melabuhkan pilihannya pada baju berwarna navy yang baru saja Ia beli bersama Rara beberapa hari yang lalu. Tak perlu waktu yang lama Icha sudah berganti pakaian, tak lupa Ia pun memoles bedak dan lipstik agar wajahnya tidak terlalu pucat.


"Cantiknya mantu Bunda" puji Bunda pada menantunya itu


Tentu Icha pun merasa bahagia, ya jelas lah wanita mana yang tak bahagia saat di puji cantik, hehe


Rona merah jelas terlihat di kedua pipi Icha, "Biasa aja Bunda, jangan dipuji terus nanti Icha terbang Loh" ucapnya sembari memberi menggerakan kedua tangannya seakan akan terbang.


"Ehmmm... " ucap Adit yang sudah berdiri di belakang Icha.


"Cie samaan.... " goda Bunda pada keduanya.


"Endak Bun, cuma kebetulan saja, iya kan Dit?" balas Icha panik, saat melihat Adit juga mengenakan pakaian yang senada.


"Ya mungkin Jodoh... " satu kalimat yang membuat Icha mendaratkan pukulan kecil tepat di lengan kanan Adit.


"Aw... akit.. " jawab Adit dengan nada gemoy


"Sebentar, Bunda mau ambil HP, jangan pergi dulu! titahnya pada mereka berdua.


Selang beberapa menit Bunda sudah membawa ponsel dan segera mengabadikan momen keduanya, seperti biasa tanpa konfirmasi terlebih dahulu.


" Bunda yang ganteng ya, gini ok ndak?"

__ADS_1


Entah berapa gaya yang sudah Adit peragakan, Icha hanya melongo menahan rasa malu di depan mertuanya itu.


"Sip sempurna" ucap Bunda puas melihat hasil jepretan nya kali ini,


"Ya udah keburu siang, kalian berangkat aja, nikmati kencan kalian"


Perkataan Bunda lagi-lagi membuat Icha tersipu malu, entah mendengar kata kencan usai menikah terkesan aneh saja, bagaimana mungkin aku dan Adit yang notabene pasangan suami istri yang Sah di mata Agama maupun negara, saat ingin menghabiskan waktu berdua harus ada campur tangan dari sang mertua.


"Ya Ampun pernikahan macam apa ini?" batin Icha dalam hati.


"Em... enaknya kemana ya Cha?" tanya Adit canggung


"Em... bulan madu kan udah ke TAMAN BERMAIN, gak tahu deh kalau untuk Kencan ini mau kemana! " ucap Icha penuh penekan seakan ingin mengingatkan kepada suami kecilnya itu tentang kejadian di awal pernikahan keduanya.


Adit tak ingin menanggapi ucapan Icha, pasalnya hal tersebut adalah momen yang sangat absurd dalam hidupnya, bagaimana tidak coba kalian bayangkan mana ada sepasang suami-istri yang merayakan bulan madu di wahana bermain yang ekstrim? "Ah sungguh kebodohan yang hakiki"!.


Mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Icha memilih untuk menyetir, karena kondisi Adit belum sepenuhnya pulih. Ia melajukan mobil tanpa tujuan, karena sedari tadi mereka belum menemukan tempat yang pas untuk menghabiskan waktu bersama.


" Cha kalau kita ke puncak gimana?" tanya Adit


"Hah? jauh banget itu, dan pasti macet juga apalagi akhir pekan gini, " ucapnya sembari fokus menyetir


"Em.... " Adit membenarkan perkataan Icha, ia pun kembali berselancar mencari beberapa tempat yang cocok di media sosial.


"Ini Cha, kalau ke taman Menteng gimana? aku pusing nyari di internet,"


"Kenapa Taman Menteng?" tanya Icha penasaran dari sekian banyak tempat kenapa Adit memilih Taman Menteng, yang dari sepemahaman nya tidak bisa disebut tempat yang romantis?


"Hah?" seru Icha terkejut,


Icha harus menghapus angannya, Ia mengira jika Adit akan membawanya ke tempat romantis ala drakor gitu, tapi ia harus memahami bahwa terkadang ekspetasi tak sejalan dengan realita!.


"Kenapa Cha? " tanya Adit kembali


Icha hanya membalasnya dengan seutas senyum kecil yang sangat jelas bahwa Ia memaksa dirinya untuk tersenyum bahagia.


Sekitar 25 menit, akhirnya mereka sudah sampai ke tempat tujuan, tempat yang cukup hijau ditengah padatnya bangunan yang memenuhi Ibu Kota.


"Lumayan sejuk" celetuk Icha saat keduanya berjalan beriringan. Kedua langkah mereka seakan seirama di bawah rindang nya pepohonan, udara yang segar di tambah sinar matahari cukup menghangatkan keduanya.


Setelah dirasa cukup jauh berjalan kaki, mereka memutuskan untuk istirahat sejenak di kursi taman.


"Kamu suka?" tanya Adit tiba-tiba


"Apa...? jawab Icha terkejut


" Taman lah," ucapnya sembari menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


"Ah... itu suka kok, makasih sudah diajak main kesini.

__ADS_1


" Taman ini istimewa bagiku, kau tahu dulu Papa sering ngajak kita main kesini, sampai bosen pokoknya," hahaha. Tawa Adit justru melukiskan betapa sedih bercampur rasa rindu yang selama ini di rasakan olehnya.


"Kamu yang kuat ya, pasti Papa akan jauh lebih bahagia kalau kamu bahagia, kalau kamu butuh sandaran aku akan ada untuknu" ucapnya mencoba menguatkan suaminya itu.


"Makasih, " balas Adit dengan senyum manisnya sembari menyandarkan kepalanya pada pundak istrinya itu.


"Apa ini.. haha" tanya Icha


"Lagi butuh sandaran",


Keduanya kompak tertawa menikmati kebersamaannya pagi ini, meskipun banyak orang berlalu lalang menatap keduanya.


Di luar dugaan saat keduanya hampir terlelap, tiba-tiba datang dua orang murid, tepatnya teman seangkatan yang beda kelas dengan Adit melewati keduanya, awalnya mereka akan menyapa Adit tapi terkejut saat melihat siapa orang yang ada di samping Adit.


"Bu Icha" ucap Keduanya dengan ekspresi terkejut.


Mendengar namanya di panggil Icha membuka matanya, dan Ia pun tak kalah terkejut saat melihat dua murid sudah berdiri di hadapan nya dengan tatapan curiga. Sementara Adit belum menyadari kehadiran temannya itu,


Icha pun sekilas melihat ke arah Adit yang masih terlelap di pundaknya, dengan berat hati ia pun berdiri membuat Adit sedikit terjungkal di atas tanah,


"Akhhhhhhh" teriaknya dengan rasa terkejut.


"Apaan sih Cha, sakit tau" ucap Adit melanjutkan perkataannya yang masih belum menyadari kehadiran temannya itu. Saat ia mencoba bangun dan berdiri tegak, Adit baru menyadari jika di hadapannya ada anak satu sekolahan dengan dirinya.


Dua murid tersebut nampak semakin penasaran dengan status dua orang ini, pasalnya sangat aneh jika ada seorang guru bersama dengan murid duduk mesra di taman, serta panggilan keduanya terkesan terlalu formal bukan?


.


"Adit ngapain disini?" tanya salah satu murid


"Anu..... " belum selesai Adit melanjutkan ucapannya, Icha dengan segera menyambar


"Kita kebetulan bertemu... " ucapnya tergagap


"Hah?" seru Adit dengan kesal


"Kita lagi kencan!" tegas Adit mengabaikan raut wajah Icha yang sudah merah padam, entah menahan amarah atau malu"


Mendengar pengakuan Adit sontak membuat kedua murid tersebut ternganga, tak menyangka dengan apa yang mereka lihat hari ini!


"Prank....April Mop!! Yeah kalian kena Prank! ucapnya dengan semangat.


" Tapi ini bulan Mei Bu" jawab salah satu murid kembali.


..."Ya Allah bantu Icha untuk menghilang dari hadapan mereka semua_...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


*Nah loh udah ada yang bisa nebak kelanjutan ceritanya gak nih? jangan lupa tinggalkan coment, like dan vote jika berkenan hehe


salam sayang semuanya..... 🤍*


__ADS_2