SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Apaan sih, B-E-R-I-S-I-K Tau


__ADS_3

Adit semakin mendekat hingga menyudutkan tubuhku di pojokan almari dekat kamar tidur.


dan berkata:


"Apaan sih B-E-R-I-S-I-K Tau!


Seraya melangkah pergi meninggalkan ku dengan rasa takut disertai detak jantung yang tak beraturan.


" Dasar Bocah, Iseng banget sih bikin orang jantungan! kan gak lucu kalau tiba-tiba aku mati hari ini!


\=\=\=


setelah tragedi teriakan Icha, terdengar Adzan Magrib sudah berkumandang di Masjid.


"Tok-Tok.. (suara ketukan dari luar)


" Cha kamu udah bangun kan? Solat yuk."


Ajak Adit pada Icha.


Lagi-lagi yang Ia lihat Adit nampak baik-baik saja, seperti tidak pernah terjadi adegan tadi sore! Apa dia lupa?


Aku perlu penjelasan tapi bagaimana caranya untuk membuat nya buka suara😩


"Kamu kesambet ya? dari kemarin suka banget bengong..." Ambil wudhu sana.


Pinta nya padaku.


"Ku anggukan kepala ku, seraya menuju kamar mandi. Sekitar 3 menit aku keluar dan mengambil peralatan solat. dan Tunggu


apakah Adit akan menunggu ku buat salat berjamaah bareng? atau aku salat sendiri?


"Apa yang harus aku lakukan?" 😫Batinku


"Cha Ngapain bengong lagi, lama banget sih, Ayok ke buru isya' nih. bawel Adit padaku!


Kita berdua menuju mushola kecil yang sengaja di buat di samping ruang tamu, kata Adit sih biar kalau anak-anak lagi main gak lupa atau ninggalin solat gara-gara sibuk main.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Ya Allah ada apa dengan Jantung ku?


Kok dari tadi Dag Dig Dug terus, apa jangan-jangan aku punya riwayat jantung!


Ku geleng kan kepala ku, berharap itu tak akan pernah terjadi...


Allahu Akbar


Bismillahirrahmanirrahim


al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn


ar-raḥmānir-raḥīm


_


_


_


ṣirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi' alaihim wa laḍ-ḍāllīn


Amin


Tanpa sadar, seutas senyum tercipta di bibir ku.


"Cha, (Adit menatap heran apa yang membuat Icha se sumringah itu!


" Cha,... " Panggil dua kali


sementara aku masih menikmati suasana kebersamaan ini!


Pletak (Jitak Adit pada keningku)


"Aw... sakit tau!. (Suara agak meninggi)


ku usap kening ku, berharap aku tidak gagar otak akibat insiden tersebut!


" Makanya jangan suka Ngelamun Cha gak baik! terlihat Adit mulai merapikan sajadah dan bergegas meninggalkanku lagi.

__ADS_1


"TUNGGU!" ucapku dengan lantang


Adit pun menghentikan langkah nya, dan bertanya: "Ada apa?"❓..


Sedikit berlari menghampiri Adit, dan dengan canggung ku sodorkan tanganku untuk meraih tangan suami ku untuk kedua kalinya setelah Akad nikah pastinya.


Ku cium telapak tangan suami ku, seraya berdoa dalam hati " Ya Allah mantapkan hati kami dalam menerima takdirmu, berikan kebahagiaan bagi kami berdua Amin🙏


Kenapa dingin banget sih tangan bocah ini?


kayak Es batu! Ku dongak kan kepala ku menatap si empunya tangan, berdiri mematung tanpa ekspresi, tentu hal tersebut membuat ku takut,


Apakah Adit Marah?


Atau malah semakin benci Aku? Batinkuu


"Ini lah Akhir hidupku!" 😖😖😖


Rasa dingin tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhku.


Dengan gagap ku ucap "Maaf Aku salah"


mencoba melepas kan tanganku yang sedari tadi di Jabat oleh Adit. Seakan tak mau melepaskan tanganku dari genggamannya.


Dan Hal tak terduga Terjadi,


TANPA ABA- ABA ADIT MENGELUS KEPALAKU yang masih tertutup kain mukena dengan lembut layaknya kucing kesayangannya.


"Terima kasih Cha,....


Semoga kamu juga selalu bahagia ya....


ku lihat senyum tipis terpancar dari wajahnya.


Kenapa dit?


Kamu sehat kan?


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Mohon dukungannya dan Koreksinya ya Reader's.


Happy Reading🥰🥰🥰


__ADS_2