
Hari ini tepatnya tanggal 14 Maret 2021 adalah hari ulang tahun Icha, Yap tidak terasa hari ini usianya sudah hampir memasuki kepala tiga, dan wajah manisnya mampu menipu, siapapun tak akan menyangka jika Ia sudah berumur 25 Tahun*
Mungkin di usia ini lah Ia sudah tidak mengharapkan perayaan seperti ulang tahun sebelumnya, kadang Ia merasa malu saat mengingat masa mudanya dulu merengek pada sang Papa untuk mengadakan pesta 🎉 di hari kelahiran nya.
*Flashback On*
"Pokoknya Icha gak mau makan! " Ancam Icha
"Adek, , sekarang kan sudah 15 Tahun, sudah kelas 3 SMP loh masak masih suka ngambek kayak anak kecil!" tegur Papa pada putri kecilnya
"Justru itu Pa, ini tuh masa penting buat Icha, Teman-teman Icha aja bikin pesta besar-besaran, Icha kan pengen Pa" Rengek Icha
"Ma, Nasehatin Adek! " seru Papa pada Mama
"Hahaha, udah udah jangan pada keras kepala, Iya sayang nanti kita adain pesta buat kamu ya🐭, yang spesial khusus buat Adek.
Jadi sekarang makan dulu ya, sebelum Mama berubah pikiran" Jawab Mama menenangkan keadaan.
Tentu jawaban Mama jauh dari harapan sang Papa, bagaimana mungkin istrinya dengan mudah memberi izin untuk mengadakan pesta? padahal Icha selama ini sudah sangat di wanti-wanti jangan sampai terbawa arus!
"Mama Ini.... " Potong Papa dengan kesal, selera makan pun hilang seketika
Sedang di ujung meja terlihat sang putri kecilnya makan dengan lahap!
****
Di dalam Kamar
"Ma, Apa-apaan sih, Adek jangan suka di manjain!" pokoknya Papa gak ngasih Izin! Tegas Papa
Perlahan Mama pun mendekat ke arah Papa mencoba membujuk agar mendengarkan rencana istrinya.
" Ini nih, Papa itu terlalu kaku, Ia Mama paham kalau Papa itu punya prinsip gak bakal buang-buang harta buat acara yang kurang ada manfaatnya, tapi...
"Tapi jangan dikira pelit Loh" Potong Papa
"Ih suka bawel, dengerin dulu" Gemas Mama sembari mencubit pinggang suaminya itu.
"Mama rencananya mau ngadain pestanya bareng sama anak panti, kebetulan punya temen yang ngelolah yayasan Pa, kan kita bisa berbagi juga itung-itung tasyakuran juga deh" balas Mama dengan berbinar
"Wah, Istri Papa memang pinter, kenapa Papa gak mikir gitu ya? Hahaha" tutur Papa tak kalah bahagia
"Siapa dulu dong, tapi rencana ini jangan sampai bocor! awas loh ya kalau sampai keceplosan" Ancam Mama pasalnya Ia tahu betul jika suaminya ini kadang suka tidak terkendali.
"Janji, Hihih, kita bobok yuk Ma, Papa pingin... " goda Papa
" Ishh, udah tua masih aja genit, Mama capek mau tidur, " jawab Mama yang tahu kemana arah pembicaraan suaminya itu!
__ADS_1
"Yah gagal dong! " gumam Papa
"Tidur Pa! besok berangkat pagi" Teriak Mama yang sudah di atas kasur empuk.
\=\=\=\=\=
Hari ULANG TAHUN ICHA
Pagi ini senyum Icha merekah, pasalnya hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu, angan-angan akan pesta mewah di hotel berbintang, gaun mewah, serta kado berlimpah sebentar lagi akan jadi kenyataan.
Apalagi saat kedua orang tuanya meyakinkan jika pesta kali ini akan menjadi pesta yang istimewa bagi Icha.
"Widih, bahagia bener si Cantikku, ati-ati loh terlalu bahagia itu pertanda buruk" Ucap Abang menggoda Icha
"Dih, Iri bilang... " jawab Icha dengan kesal
*****
Pukul 08.30 pagi, Icha sekeluarga sudah siap untuk menuju ke tempat acara, sepanjang perjalanan Icha terlihat sangat antusias Ia selalu berbinar ketika bayangan pesta megah ada di depan mata.
Hampir 45 menit waktu yang diperlukan ke tempat acara,
Saat turun dari mobil, Icha nampak kebingungan melihat sekeliling, bukan hotel bertingkat justru hanya ada rumah sederhana dan beberapa anak bersorak di ujung sana.
Belum sempat Icha meminta penjelasan dari kedua orang tuanya Ia sudah di tarik Abang untuk segera masuk ke dalam menyusul Papa dan Mama yang sudah terlebih dahulu menemui perempuan di ujung sana.
" Iya, kita nyasar " jawab Abang asal
"Alhamdulillah, ada sedikit kelegaan di hati Icha, Uh... Icha kira bakal ngerayain disini hahaha" Ungkap Icha
Abang hanya menggelengkan kepala, bagaimana bisa Icha tak juga menyadari ini... hemmm....
****
Panti Asuhan Bunda
"Wah siapa ini, cantik sekali, mau jadi mantu Bunda?" tanya wanita paruh baya yang nampak anggun dan elegan meski usianya sudah tidak muda lagi.
Pipi Icha pun memerah, pasalnya Ia sangat malu dan terkejut bagaimana bisa seseorang meminta nya menjadi mantu dadakan, padahal belum saling mengenal.
"Saya Icha tante" jawab Icha santun
" Jangan panggil tante, panggil saja Bunda, yuk masuk udah ditunggu sama anak-anak" balas Bunda
"Di Tunggu?" What kenapa kita ditunggu? bukannya kita nyasar? dan hanya sekadar tanya jalan? pikiran Icha semrawut
meskipun begitu Icha tak langsung memberontak, buktinya ia masih berpikiran positif dan memilih untuk mengikuti keluarga nya masuk ke Panti.
__ADS_1
Dan....
saat pintu terbuka, sorak dari puluhan anak-anak memenuhi ruangan
"Selamat Ulang Tahun Kak Icha" sorak mereka bersamaan
Icha hanya tertegun, mimpi indah nya hancur sudah, hatinya hancur ketika menyadari kedua orang tuanya telah berbohong kepadanya, dan ini sungguh diluar ekspetasi!!
Ingin rasanya lari dan menangis sejadi-jadinya, tapi ia urungkan Ia terlalu malu untuk menunjukkan air mata nya ke semua orang! jadi ia pun mengikuti serangkaian acara yang sudah disiapkan oleh orang tuanya itu.
Acara Icha, terkesan meriah dan terlihat anak-anak panti sangat menikmati acara tersebut, kecuali Icha pastinya. Maka saat ada kesempatan untuk melarikan diri dari pesta segera ia pergi menjauh dari keramaian.
Icha terlihat termenung dengan air mata yang tumpah di wajahnya, nampak raut kekecewaan teramat menghiasi wajahnya!
Tiba-tiba seorang bocah lengkap dengan setelan jaz rapi datang menghampiri, Ia pun mulai mendekati Icha seraya memberikan selembar sapu tangan untuk menghapus air matanya.
"Siapa Kamu" Tanya Icha pada bocah tersebut dengan terbata-bata
"Aku? namaku tidaklah penting! tetapi kehadiran ku lah yang lebih penting untuk saat ini" ucapnya dengan percaya diri.
Icha merasa kurang nyaman dengan kehadiran bocah itu, maka ia memilih untuk pergi
"Tunggu... " ucapnya menghentikan langkah Icha
"Aku tahu, kamu menangis karena ini bukan seperti yang kau harapkan! tapi kau tahu? ada banyak tawa bahagia di pestamu tadi! ucapnya melanjutkan
" kamu telah memberi sedikit kebahagiaan buat mereka hari ini, harusnya kau bangga dengan itu" ucapnya mencoba menyadarkan Icha
"Jangan sok tahu, kau! tegas Icha
" Hahahaha, kamu lucu" jawabnya tak nyambung dengan ucapan Icha.
"Sekarang hapus air matamu, pastikan mereka gak ada yang melihat, lebih baik tersenyum, kau tampak manis saat tersenyum" bisik nya pada Icha.
Terlihat bocah itu memberikan sapi tangan dan bergegas pergi.
Icha masih tertegun dengan apa yang baru saja di katakan bocah misterius itu, bagaimana bisa bocah itu punya pikiran bijaksana diusianya yang masih nampak sangat muda itu!
Jika dipikir apa yang di sampaikan oleh bocah itu ada benarnya juga, harusnya Ia lebih bersyukur dengan hidup nya saat ini.
Ia pun kembali ke pesta dengan perasaan yang tulus,
_Terimakasih bocah, semoga kita bisa ketemu lagi_
*Sejak saat itu Icha memilih merayakan hari kelahiran nya bersama anak panti
*Flashback Off*
__ADS_1
\=\=\=\=