SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Icha Prov


__ADS_3

Selepas tragedi Jiu-jitsu yang berhasil merobohkan harga diri Adit di hadapan ku, perlahan aku merasakan perubahan pada sikap Adit, ia kembali pada sifat aslinya manusia dingin layaknya sebongkah es batu, seperti sore ini setelah pulang mengajar ia terkesan acuh dan menghindar darinya, "Apakah aku terlalu keras membanting nya sehingga dia ngambek?" pikirku kala itu.


Bahkan sudah tiga hari kita saling diam membisu, aku sibuk mengerjakan urusanku di sekolah, sementara Adit selalu pulang larut dengan tampilan lesu saat menginjakkan kaki di rumah,. Ingin rasanya aku bertanya atau setidaknya meminta penjelasan, tapi mungkin egoku terlalu tinggi untuk bisa merendah.


Dalam pendirian ku, aku tidak sepenuhnya salah bukan? toh aku sudah memberi peringatan tapi ia abaikan, maka ia harus menerima konsekuensi nya.


Hubungan kami kian merenggang, apalagi sekarang kita berdua sudah kembali ke rumah, tak ada mata yang akan mengawasi gerak-gerik kami berdua, kadang kala aku dan Adit layak disematkan sebagai aktor profesional karena seringkali menapakkan kepalsuan romansa pernikahan kami di depan Bunda, ada sedikit perih yang kurasa, seringkali aku bertanya pada diri sendiri apakah ini pernikahan yang aku dambakan? tentu aku akan lantang menjawab!! TIDAK


aku lebih bersyukur jika tidak terikat hubungan dengan siapapun sampai luka penghianatan yang ia alami tidak meninggalkan luka yang menganga di relung hati.


Aku harus memupuk kesabaran setiap hari, setidaknya agar ia siapmenghadapi kerasnya hidup yang akan ia jalani. Pura-pura menerima takdir tapi disisi lain ia tak juga dengan mudah memaafkan keadaan.


Disini lah Icha saat ini menunggu senja yang menghilang dan perlahan berganti dengan pekatnya malam, sengaja ia berlama-lama disana, kebetulan hari ini ia sedang ada tamu bulanan jadi tak ada kewajiban bagi dirinya untuk melaksanakan salat maghrib.


Hari ini ia tidak sendiri, kopi hitam serta keripik tempe setia menemaninya, jangan kau tanya kemana Adit? pasalnya bahkan hanya sekedar berkabar pun tak pernah ia dapatkan, bisa dibilang kita berdua berjalan pada poros yang berbeda, kita berputar dan tak pernah bertemu pada ujung yang sama" mungkin itu analogi hubungan kita berdua.


Semilir Angin malam memaksaku untuk segera menyudahi lamunanku malam ini, ku raih cangkir serta toples berisi cemilan masuk kedalam, dengan sedikit menggigil aku perlahan berjalan menuju ke dapur, saat langkah kakiku sudah hampir sampai ke dapur, terdengar suara deru motor memasuki pekarangan rumah, dan aku bisa menebak siapa yang datang, tentulah Adit.


pandangan ku lurus menatapnya dari kejauhan,


Baju seragam putih Abu-Abu lengkap dengan tas selempang menempel pada tubuhnya yang lagi-lagi terlihat lesu, "Entah apa yang sedang terjadi pada suami kecilnya itu"


Aku masih terdiam mematung diujung sana, perlahan ia pun berjalan ke dalam rumah, saat ia hendak menaiki tangga netra kami tanpa sengaja saling bertatapan dalam diam, cukup lama kita saling menatap satu sama lain,

__ADS_1


Saat ku kedip kan mata, Adit sudah menghilang meninggalkan ku dengan penuh penyesalan. Lagi-lagi pikiranku dipenuhi dengan segudang pertanyaan " Se marah itukah dia denganku?" dasar Bochil ngambekan!!!! gerutuku penuh amarah.


Malam ini meskipun suasana hati sedang tidak baik, aku tetap tahu akan kewajiban ku untuk memastikan bahwa perut suamiku harus terisi, aku pun memeriksa beberapa bahan di kulkas dan dengan segera aku meraciknya menjadi makanan yang layak untuk disantap.


Sekitar tiga puluh menit semua hidangan sudah tersaji, tapi si Bochil tak jua terlihat batang hidungnya, dengan langkah gontai Icha dengan sisa-sisa aroma asap bau makanan menghampiri Adit naik ke lantai dua.


"Tok Tok Tok"


Ku ketuk pintu kamar Adit berulang kali, tapi tak ada juga ada sahutan dari si empunya kamar, hampir ku berbalik arah tapi suara denyitan pintu mencegahku beranjak dari sana.


"Ceklek" suara pintu terbuka, terlihat Adit dengan muka bantalnya serta rambut yang sedikit terkoyak muncul di depan pintu. Lagi-lagi kita berdua berdiam cukup lama.


Sampai Adit sedikit Berdehem menghentikan aksi saling tatap kita berdua.


"Makan malam sudah siap" ku lirik orang di depanku menganggukkan kepala meskipun ia dengan sekuat tenaga mencoba menyadarkan diri dari rasa kantuk yang sedang mendera dirinya.


Adit pun berjalan mengekor tepat dibelakang ku menuju ruang makan. sengaja aku duduk bersebelahan dengan dirinya, tak lupa ku ambilkan sepiring nasi penuh dengan lauk pauk diatasnya, aku bersyukur ia tak menolak.


Kami menyantap makanan dalam diam, hanya denting sendok beradu dengan piring memecah kesunyian malam ini, setelah mentandaskan makanan, kita berdua sama-sama membawa piring kotor ke dapur belakang.


Agak canggung memang, tapi lagi-lagi Icha bersyukur pasalnya Adit bersedia membantunya. Sesekali aku mencuri pandang pada lelaki yang sedang berdiri di sampingku yang sudah penuh busa cuci piring di kedua tangannya.


"Ganteng ya?" ucapnya dengan percaya diri

__ADS_1


Aku pun segera menggelengkan kepalaku dengan cepat seakan mematahkan argumennya.


Perkataan tersebut nyatanya sedikit mengubah suasana malam ini, rasa canggung kini sedikit mencair, aku ulangi hanya sedikit!!!


Selepas membersihkan semuanya, kami pun beranjak menuju kamar masing-masing, tanpa ada kecupan pengantar tidur! "WHATTTTT!!! Apasih, ngaco!!!!" ucap Icha mengusir pikiran kotornya malam ini.


_________________________


KAMAR ICHA


Selepas membersihkan tubuhnya dan berganti dengan pakaian tidur, tak lupa ia pun mematikan lampu kamar dan bergegas memejamkan mata serta berharap esok kan jauh lebih indah dari hari ini,


Malam ini mungkin Icha terlalu lelah, ia tertidur sangat pulas dan tanpa sepengetahuan nya Adit kembali menyusup masuk kedalam kamar.


Cukup lama Adit memandang wajah Icha yang sedang terlelap, sesekali ia pun membelai hangat ujung kepala serta pipi dengan lembut. Icha pun sedikit menggeliat saat sentuhan Adit mengusik tidur nyenyak nya.


Tak ingin membangunkan Icha tengah malam ia pun memberi kecupan manis pengantar tidur untuk Icha, dan bergegas meninggalkan kamar Icha.


_______________________________


Happy Reading Gaes,....


Jangan lupa Like, Comment dan Vote biar Author makin semangat buat Update tiap hari🤍🤍🤍🤍

__ADS_1


__ADS_2