
Desas-desus mengenai hubungan terlarang antara Adit dengan seorang guru tersebar luas, sebagian besar siswa maupun guru mendapatkan pesan broadcast dari nomor yang tak dikenal. .
Cukup Singkat pesan yang ditulis, pengirim hanya menuliskan sebuah kalimat
"Viralkan siswa Mesum di sekolah!" tak lupa untuk menguatkan berita tersebut ia kirimkan sebuah foto yang menampilkan secara jelas muka Adit sedang memeluk seorang guru lengkap dengan seragam yang melekat padanya.
Terlihat pengirim pesan nampak tertawa berbahak-bahak mengingat musuh bebuyutan nya sebentar lagi akan di depak dari sekolah dengan tidak terpuji.
"Lo harus ngerasain apa yang gue rasain Adit" kelakarnya dengan senyum yang menakutkan penuh dendam yang membara.
_______________________________
Sayangnya berita heboh tersebut belum sampai pada Adit dan Icha, justru keduanya nampak asik menikmati bakso yang dibeli bersama Rara kemarin sore.
Selepas salat Isya Adit dengan sengaja masuk ke kamar Icha, sebenarnya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.
"Cha, kamu sibuk?"
"Ah... Adit, tidak kok, ada apakah? tanya nya heran.
" Emm maaf aku baru bisa ngasih segini" ucapnya pelan sembari menyerahkan dua amplop berwarna coklat susu itu.
"Apa ini? tanya Icha penasaran, ia pun segera membuka seketika kedua matanya nampak membulat ketika melihat isinya
" Maaf sementara hanya ini" ucapnya malu-malu
Icha segera bangkit dan memeluk Adit kegirangan, entahlah mungkin bisa dibilang Icha terlalu bahagia saat menerima nafkah pertama dari suami kecilnya itu. Dulu sebelum menikah ia adalah orang yang sangat senang ketika melihat sang Papa memberikan uang bulanan kepada sang Mama, dan kini ia bisa merasakan sebahagia apa mamanya dulu,
__ADS_1
"Makasih, suamiku" bisik Icha dengan memeluk Adit
"Apakah wanita sangat bahagia saat diberi uang bulanan?" tanya Adit Polos
"Iya" balas Icha
"Kalau begitu aku akan memberimu uang harian saja, biar dipeluk terus" sebuah candaan yang membuat kedua pipi Icha merona.
"Tunggu, ini uang Bunda?" tanya Icha segera melepaskan pelukannya, saat sadar jika suaminya belum berkerja, tapi malah memberinya uang.
"Hahahaha, Aku sudah terbiasa mandiri Cha, bahkan jauh sebelum ada kamu" kekeh Adit dan duduk pada tepi ranjang Icha
"Tapi Adit ini lumayan banyak loh, " ucap Icha sembari menunjukkan beberapa lembaran uang kertas.
"Aku bisa beri lebih banyak asal.... "
"Anak?, ayok kita bikin, pingin gendong dedek bayi" rengek Adit dengan Antusias tanpa memikirkan jangka panjang.
Mendengar ucapan Adit yang dengan mudahnya ingin bikin anak seperti bikin mie instan membuat Icha melemparkan guling tepat di wajah Adit.
"Sana Belajar dulu yang Rajin!!! ujarnya dan menggiring Adit untuk keluar dari kamarnya, takut jika Icha khilaf dan menuruti permintaan Adit.
"Cha Kamu apa gak pingin gendong Adek bayi?" teriak Adit di luar kamar Icha
"Dasar Adit, dikira hamil itu gampang apa!!" gerutunya dengan kesal
Sementara Adit tersenyum geli saat membayangkan dirinya menjadi seorang ayah, dan anak kecil merengek memanggil namanya untuk mengajak nya bermain bersama.
__ADS_1
"Gemes banget sih kamu" ucap Adit yang masih tenggelam dalam halusinasi nya.
____________________________
Suasana pagi ini seperti biasanya, Icha yang sibuk menyiapkan beberapa menu ringan untuk sarapan sementara Adit terlihat bersiap-siap.
"Selamat pagi Istriku" Sapa Adit dengan riang,
Icha hanya mengendus mendengar candaan Adit pagi ini.
"Ya, potek hati abang, salam Abang gak dijawab" ucapnya dengan mulut cemberut
"Nih cepetan dimakan!" titah Icha menyodorkan roti panggang dengan selai kacang itu.
"Katanya suka romantis, tapi malah cuek hem" sindir Adit dengan menghembus nafas dengan kesal
Senyum tipis yang Icha tampilkan melihat tingkah Adit yang sedang merajuk di pagi hari,
"Benar-benar masih bocah" batin Icha
"Gemes" lanjutnya
__________________
Adit nampak heran saat hendak memarkirkan motor antik kesayangannya itu,
"Apa ada yang salah, kenapa pada nyolot ke gue sih! batin Adit saat berpapasan dengan beberapa murid pagi ini.
__ADS_1
"Derita orang ganteng mah gini" ucapnya melenggang dengan santai menuju ruang kelas.