SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Selamat Bobo


__ADS_3

Pagi ini, langit nampak cerah bersahabat, burung-burung liar berkicau merdu menyambut sang mentari. Embun pagi membasahi dedaunan di luar sana.


Icha terbangun dari tidur lelapnya, Terlihat dalam pelukannya sebuah boneka kucing berbulu lembut dan berwarna putih cerah.


Dengan setengah sadar ia membulatkan kedua matanya


"Ku -ku -cing... " Teriak Icha dengan terbata-bata,


Ia pun melempar boneka kucing tersebut menjauh darinya, dan segera berlari meninggalkan kamar dengan mengibaskan badannya, Ia terlalu takut jika bulu kucing itu menempel pada tubuhnya. Padahal itu hanya sebuah boneka...


"Ya Allah kok bisa ada kucing di kamar sih" lirih Icha


Enggak heran sih, karena Icha salah satu dari ribuan orang yang mungkin takut terhadap kucing, meskipun tidak bisa dipungkiri juga jika diluar sana jutaan orang yang sangat menyukai kucing.


Terkadang mereka menunjukkan rasa sayang kepada kucing secara berlebihan, seperti mendekap atau menggendong kucing, dan mengajaknya bermain.


Tapi semua itu begitu menakutkan bagi Icha, pasalnya ia masih terbayang-bayang kenangan masa lalu saat usianya baru enam tahun seekor kucing liar tiba-tiba datang dan menyerang dengan cakar ganasnya. Sejak saat itulah Ia memutuskan untuk tidak mendekati kucing atau sesuatu yang berbentuk kucing, Ia terlalu kapok!


Eits... Tunggu deh... terus itu boneka dari siapa dong??? 🧐


*Flashback On


Sudah menjadi rutinitas bagi Adit untuk berkunjung ke kamar Icha tiap tengah malam, Iya dia pun paham itu tidak baik, tapi mau bagaimana lagi kalau sudah rindu melanda segala cara akan dilakukan bukan? hehe😎


Soal masuk kamar Icha, berawal saat Adit tanpa sengaja melewati kamar Icha saat akan mengambil air minum, iseng-iseng ia masuk ke dalam kamar yang kebetulan tidak dikunci, Adit pun mendekati tempat tidur lalu duduk di tepi ranjang, dan memperhatikan setiap detail wajah istrinya yang sedang tertidur dengan pulas.


Momen terbaik saat bersama Icha adalah ketika Icha tertidur pulas, Yap Adit bebas memandangi istri manisnya Itu, meski hanya satu pihak tapi bagi Adit itu adalah momen terbaik bagi dirinya.


_____________


"Serius Adit cuma mandangin istrinya doang? gak ada yang lebih Thor? "


"Hush usir pikiran kot _ _ r " 🔨🔨🔨🔨


______________


Hello Adit itu pria normal, jadi munafik jika ia tidak tergoda saat melihat istrinya, dan tidak tidak berdosa kan kalau misal ia meminta?"


Tapi....


Adit juga punya prinsip, Ia tak akan memaksa dan akan sabar menunggu jika nanti waktunya sudah PAS, lagi pula Ia masih SMA dan belum siap jika di panggil Ayah! tunggu tanggal mainnya.


Meskipun kadang-kadang nafsunya lebih besar, seperti halnya malam ini, Ia berencana untuk memberikan hadiah pada Icha, karena Ia terlalu malu untuk memberikan nya secara langsung.


Justru Godaan datang melanda saat Adit menatap wajah Icha, semakin dalam ia memandang semakin dalam pula rasa ingin meminta lebih, Ia pun tak dapat mengendalikan dirinya, reflek Ia pun mendaratkan kecupan di bibir mungil Icha. Naluri sebagai laki-laki muncul tanpa diundang, Ia pun semakin berlanjut hingga akhirnya Adit tersadar dan segera menarik dirinya sebelum lupa daratan bisa berabe nanti.


" Si kecil Mulai Aktif ya Bun"


Tak lupa Ia pun meletakkan boneka kucing yang ia beli selepas pulang sekolah, berharap istri nya itu akan menyukai hadiahnya kali ini.


"Selamat Bobo" ucap Adit malu-malu dengan pipi merona.


Begitulah Adit, dalam keramaian sikapnya sedingin es batu, sedang saat ini tak akan ada yang menyangka jika Ia bisa bersikap seperti itu.


*Flashback Off


Kembali ke Icha....


Dengan penampilan yang masih berantakan Ia pun segera menuju kamar mandi di lantai bawah untuk mandi sekaligus wudhu.


Pagi ini sengaja Ia tak memasak, kebetulan pagi ini Ia bangun agak kesiangan, Ia pun juga merasa heran bagaimana bisa semalam tidur sangat nyenyak sekali.


Ia sudah memesan beberapa menu ringan untuk sarapan melalui aplikasi yang lagi ngehits, ada salad, jus wortel serta bubur ayam pastinya.


Icha pun duduk di meja makan dan menunggu suaminya turun ke bawah. Tak lama akhirnya Adit turun dengan seragam lengkap.


"Oh iya suami gue kan masih sekolah" kekeh Icha dalam hatinya, baginya saat melihat Adit mengenakan seragam terasa menggemaskan, sebab ia terlalu ganteng.


(Aish apa sih mulai ngelantur deh.... )


"Sorry ya Dit, aku gak masak pagi ini" ucap Icha membuka percakapan pagi ini


"Iya gak papa kok, aku pemakan segalanya, gak rewel masalah makanan" jawab Adit panjang lebar sambil menyantap bubur dengan lahap


Icha hanya menganga mendengar apa yang diucapkan Adit, bukankah jawabannya terlalu panjang?


"Kenapa gak di makan?" ucap Adit membuyarkan lamunan Icha


"Ah iya iya ini baru mau makan" Icha tergagap saat menjawab pertanyaan suami kecilnya itu

__ADS_1


"Ada apa dengan Adit pagi ini? " batin Icha


"Gimana persiapan buat ujian Dit?"


"Baik"


"Hish baru juga dipuji, udah kumat lagi irit bicara" gerutu Icha


Mendengar jawaban Adit yang super Irit, Icha merasa mungkin Adit sedang malas untuk bicara pagi ini.


Setelah selesai sarapan, mereka pun bergegas menuju ke sekolah,


"Mau bareng?" ucap Adit saat berada di teras tempat motor antik nya di parkir di sana.


"Seriusan? " balas Icha tak yakin dengan tawaran Adit pagi ini.


"He'em... " sambil menepuk-nepuk jok belakang


"Apa kata anak-anak nanti? kalau mereka melihat kita boncengan bersama?"


" Ya terserah mereka mau berkata apa, ayok keburu telat"


Adit sudah mulai menyalakan mesin motornya, sedang Icha masih ragu akan pilihannya, harus ikut atau tidak,


Tapi tunggu kenapa aku harus mikirin apa kata orang? emang dosa kalau aku di bonceng sama suamiku sendiri? enggak kan...


Dengan wajah sumringah Icha menyambut tawaran Adit, dan langsung naik ke atas motor tak lupa Ia kenakan helm, agar aman dan yang terpenting gak bakal kena tilang hehe " canda gaes


Karena belum terbiasa naik motor, maka Icha pun memeluk Adit dengan erat, dan Adit tentu senang akan hal itu.


Mereka berdua menerobos kemacetan ibu kota di pagi hari, mereka seakan melupakan orang-orang yang nampak heran melihat keduanya. Seorang anak dengan baju SMA sedang bermesraan dengan seorang wanita berseragam khas guru, OMO OMO"


bisa Viral gaes!!!!


Jarak sekolah dengan rumah Adit sekitar 15 menit, jika di tempuh kecepatan sedang,


"Adit,... ku rasa aku harus turun di warung itu," ucapnya tepat di telinga Adit


Saking terkejutnya, Adit pun menghentikan motornya,


"Hah? kenapa? " tanyanya panik


"Kalau ada yang lihat?" ini sudah hampir area sekolah" potong Icha sambil terus memeluk Adit meskipun motor sudah berhenti sedari tadi.


Icha pun mencubit pinggang Adit, bagaimana mungkin Adit tak juga paham.


_


_


"Bu Icha? ".... Panggil seseorang diujung jalan


Sepasang suami-istri itu pun nampak terkejut dengan kehadiran nya, dan buru-buru Icha melepaskan tangannya yang sedari tadi memeluk Adit dengan erat.


Ia pun segera turun dari motor, dan berkata


" Ah, sel-amat _ pagi Pak" sapa Icha dengan canggung, takut jika Pak Dion melihat kebersamaan nya bersama Adit pagi ini, kalau sampai bocor berabe"


"Loh Adit....?" ucap Pak Dion terkejut


Adit pun hanya mengangguk kan kepala tanpa kata, dan Icha tentu saja berlalu meninggalkan Adit tanpa sepatah kata pun.


"Bunda patah hatiku, lihat dengan mudahnya Icha meninggalkan diriku" gumam Adit seorang diri


_


_


_


Icha dan Pak Dion berjalan beriringan, siapa pun yang melihat keduanya, akan mengira jika keduanya nampak serasi sebagai sepasang kekasih,


Sesekali Icha mencuri pandang ke belakang untuk memastikan Adit sudah beranjak dari tempat tadi, tapi semakin Ia menunggu kenapa tak juga nampak batang hidungnya.


"Kemana sih tuh anak" ucap Icha pelan yang masih terdengar oleh Pak Dion


"Ah, kalau Adit sudah langganan Bu, kalau udah jam segini gak bakal masuk, ini rahasia ya Bu, dia pasti bolos" ucap Pak Dion dengan berbisik


"Bolos?" tanya Icha tak percaya jika suaminya itu tukang bolos, lalu piala yang di rumah itu milik siapa? gak mungkin dong tukang bolos tapi selalu menjuarai kejuaraan bahkan tingkat nasional.

__ADS_1


"Serius Bu, saya juga heran anak yang suka bolos tapi pinter, buktinya kalau ada perlombaan pasti pihak sekolah bakal ngajuin Adit." balas Pak Dion


"Oh,... " ucap Icha


"Dan ada satu rahasia lagi Bu, saya tahu tempat persembunyian Adit kalau lagi bolos!"


"Dimana Pak" jawab Icha dengan penuh semangat


"Wah ibu semangat sekali, hahaha"


"Ah anu, dia bagian dari tanggungjawab saya Pak, hehe" ucapnya sambil menggaruk telinga yang tak gatal


"Ah, Ibu benar juga, sebagai guru BK memang sudah jadi kewajiban untuk menertibkan murid yang bandel," ujar Pak Dion sambil mengangguk-angguk kepala, seakan membenarkan apa yang katakan oleh Icha.


"Dimana Pak?" tanya Icha kembali seakan tak ingin kehilangan kesempatan emasnya.


"Itu Bu, di kedai kopi "Aroma Coffe" letaknya tak jauh dari sini, kebetulan beberapa kali saya tidak sengaja melihat dia disana saat jam pelajaran berlangsung.


" Ah, disana.. makasih Pak informasi nya" ucap Icha


"Baik Bu, saya permisi dulu" ucap Pak Dion berlalu menuju ke ruang kelas untuk mengajar pastinya.


Sementara Icha masih memikirkan cara agar bisa bertemu Adit di kedai kopi itu,


"Bisa-bisanya Ia tak tahu kebiasaan buruk suaminya itu, INI GAK BISA DIBIARIN! "


Tanpa pikir panjang Icha pun putar arah dan berlari untuk menyusul suaminya itu, tak lupa Ia izin ke pihak sekolah untuk datang terlambat, dengan terengah-engah Icha menghampiri suaminya di kedai kopi itu.


"Setelah 10 menit berlari akhirnya tempat tujuan berhasil di temukan, benar sekali ia melihat motor Adit terparkir di sana, pertanda si empunya sedang nongkrong, pikir Icha


Ia pun masuk ke dalam kedai tersebut, untuk mencari keberadaan suaminya itu, seorang pegawai pun menyapa Icha


" Selamat pagi Bu, mau pesan apa?" tanya nya sopan


"Adit tanpa gula" jawab nya tanpa sadar


"Baik Bu, Adit tanpa gula ya" ucap pegawtitu mengulangi perkataan Icha, hingga ia tersadar


"Maaf bu, Adit tanpa gula?" ucap nya lagi untuk menyakinkan


"Astaghfirullah, itu maksudnya kopi tanpa gula" balas Icha dengan kikuk, sambil terus mencari keberadaan suami kecilnya.


"Baik Bu, silahkan di tunggu pesanannya"


"Icha pun mau tak mau harus duduk manis untuk menunggu pesanannya, sedang matanya terus menelisik tiap sudut di kafe tersebut.


Tak lama pesanan pun datang


" Silahkan kopi tanpa gulanya Bu " ucap pegawai dengan penampilan khas para barista


"Ah, terimakasih, mas kalau boleh tahu, tadi lihat anak SMA yang bolos kesini? " tanya Icha


Raut muka pegawai tersebut nampak berubah seketika, ia tak tahu harus menjawab apa pasalnya, bos nya alias Adit Atmaja memang suka bolos kesini.


"Maaf Bu, kami tidak menjual informasi pribadi" tegasnya


"Hah" Icha masih tak percaya dengan apa yang Ia dengar.


Saking kesalnya Ia pun meminum kopi tanpa gula itu


"Allah, Allah pahit sekali, Cocok banget kopi ini buat ku pagi ini, kopi pahit untuk hidup yang pahit"


"AWAS KAMU DIT! " geram Icha


_


_


Di sisi yang lain Adit nampak mengamati Icha di ruangan yang lain,


"Mampus gue, kalau sampai ketahuan!" ucapnya frustasi.


_____________________________


Happy Reading gaes....


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣


Pastikan untuk like, comment dan juga vote ya gaes,

__ADS_1


Biar makin semangat buat update tiap hari hihihihi


Saranghaeyo🤍


__ADS_2