
Tak jauh dari sang Abang, malam ini Adit dan Icha juga harus tidur sekamar, meskipun suasananya berbeda
Pasalnya Icha masih kesal dengan tingkah Adit kemarin sore yang menurut nya masih Kekanak-kanakan itu. Bisa dipastikan jika malam ini Icha dalam suasana hati yang buruk, Ia berusaha untuk tidak berinteraksi dengan Adit malam ini,
Seperti saat Adit sesekali mengajak nya mengobrol, Icha hanya menganggukkan kepala dan berseru "hem" hanya itu tidak kurang tidak lebih.
Icha nampak malas jika harus berlama-lama dengan Adit malam ini, lelaki labil yang tak tahu bagaimana cara harus meminta maaf saat melakukan kesalahan!
"Dasar... suami durhaka... " Kesal Icha dan mulai menarik selimut untuk menutupi tubuh nya malam ini.
Adit hanya menggelengkan kepala melihat aksi istrinya yang sedang merajuk itu, Eitsssss Adit tak separah itu, jujur Ia juga merasa bersalah pada Icha, karena menggoda nya kemarin, tapi mau bagaimana dong salahkan Icha yang terlalu gemes itu. hehe
Dua pasang suami istri yang sudah terlelap dalam mimpi yang panjang....
Alarm berbunyi tepat pukul 04.00 WIB waktu yang cukup pagi untuk manusia bangun di pagi hari, Radit dia sengaja menyetel Alarm di pagi buta, ia sudah menyusun rencana untuk hari ini.
Selepas bangun ia segera beranjak dari kamar tidur menuju kamar mandi dan bergegas untuk melaksanakan ibadah salat subuh. Sengaja Ia tak membangunkan Naya karena kalau tidak salah Naya sedang datang bulan hari ini.
Ia pun terlihat meninggalkan kamar dan segera bergegas dengan mobilnya.
Yap sesuai rencana Radit hari ini, tepatnya setelah menyatakan perasaannya pada istrinya tadi malam ia memutuskan memulai awal yang baru bersama Naya istrinya itu,
layaknya anak muda yang sedang kasmaran Radit pun melakukan hal yang sama, pagi buta ia melajukan mobilnya menuju tempat penjual bunga dengan penuh semangat, tapi ia harus sabar menanti pasalnya ini masih terlalu pagi untuk sang empunya membuka Toko!
Cukup lama penantian Radit kurang lebih dua jam,akhirnya toko bunga tersebut buka, jelas dia adalah pembeli pertama hari ini.
"Selamat pagi Mas, ada yang bisa dibantu?" tanya mbak penjual bunga
"Em.. mbak kira-kira bunga yang cocok buat wanita yang cantik, baik dan super baik hati apa ya mbk? tanya Radit balik
Mbak penjual nampak heran dengan pelanggan pagi ini, dengan seutas senyum ia pun kembali bertanya
" Untuk pacar ya mas?"
__ADS_1
"Oh bukan" Radit menggelengkan kepala
"Ini untuk pujaan hati Mbak, istri saya" jawab Radit nampak tersipu malu
" Ada banyak Mas, ada Anyelir merah ini melambangkan cinta yang mendalam, warna putih mewakili cinta yang abadi. Nah ini cocok banget untuk menyampaikan perasaan romantis. Tutur Mbak nya terlalu menghayati
"Atau bunga Tulip? Ketika berbicara tentang cinta, tulip mampu memberikan arti yang istimewa. Tulip merah melambangkan cinta abadi, mengungkapkan fakta bahwa cinta tidak memiliki batas. Sebaliknya, tulip kuning melambangkan cinta tanpa harapan, menjadikannya bunga cinta yang pahit-manis. Hadiah tulip kuning menunjukkan kepada penerima bahwa pasangan mencintai seseorang tanpa logika meskipun perasaan itu mungkin tidak dibalas. ucapnya dengan panjang lebar
Radit pun seolah mendapatkan pelajaran baru mengenai arti berbagai bunga dari Mbak tersebut,
"Saya pilih tulip saja Mbak, yang gede ya" ucapnya
Penjual bunga tersebut nampak sibuk menyiapkan bunga untuk di rangkai, akhirnya bunga dengan diameter cukup besar sudah Adit dapatkan, Ia pun bergegas untuk kembali ke hotel sebelum istrinya mencari keberadaan dirinya.
Benar saja Naya nampak bingung saat bangun dari tidurnya, Ia tak melihat suaminya itu, selepas mandi dan berganti baju ia mencoba menghubungi Radit beberapa kali tapi masih tak ada jawaban.
"Mas kemana?" tanya Naya
Ia mencoba mengusir segala bentuk pikiran jelek tentang suaminya itu, "Mas Radit gak bakal ninggalin aku disini kan?" atau "Mas Radit mau ketemu Bunda tanpa aku?" udah Naya kamu jangan egois! marahnya pada diri sendiri.
*Rumah Bunda
Pagi ini sengaja Icha bangun lebih awal selain malas untuk berlama-lama dengan Adit, Ia juga harus membantu bunda di dapur, sebelum berangkat ke sekolah.
"Icha nanti gak libur dulu? kamu enggak capek?" tanya Bunda
"Enggak Bunda, kerjaan udah banyak yang Icha tinggalin, enggak enak sama yang lain"
"Ok sayang, pokonya jangan sampai kecapean ya, nanti kalau kamu sakit gimana?"
"Baik Bunda Icha akan jaga kesehatan" balasnya dan bergegas menuju ke kamar suaminya itu.
Terlihat Adit masih terlelap dalam tidurnya, Icha mendekat untuk menatap suami kecilnya itu.
__ADS_1
"Manis kalau tidur... " ucap nya pelan yang terdengar oleh Adit
"Makasih" balasnya dengan senyum sumringah
"Ih.... GR! ucap kesal saat aksi mengagumi suaminya itu tertangkap basah.
Adit masih cengengesan di atas tempat tidur.
" Cha... bantuin... " Panggil Adit saat istrinya akan keluar dari kamar
Icha pun harus memasang muka tembok! ia tanggalkan rasa malu dan menghampiri Adit untuk membantunya menuju ke kamar mandi.
"Maaf ya merepotkan kamu" bisiknya pada Icha
Tak ada jawaban, "Hari ini ngajar?" tanya Adit kembali
Icha hanya mengangguk, "Kamu masih marah?" tanya Adit saat keduanya sudah berada di dalam kamar mandi.
"Kalau iya gimana?" jawabnya dengan mata melotot
"Kalau gitu kita harus berdamai" jawabnya enteng
"Damai?" Enggak semudah itu! jawab Icha semakin kesal, tapi masih membantu Adit menyeka wajah dan sikat gigi. Ketika akan beranjak dari kamar mandi Adit menanggapi ucapan Icha
" Dalam tiga detik, kita akan damai" ujarnya dengan percaya diri
"Satu, dua, ti.... " Ucap Adit terputus, ia keburu mendaratkan morning kiss kepada istrinya itu.
Sangat menerima kritik dan saran dari Readers sekalian, mohon dukungannya untuk penulis pemula ini, 😁
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣 hehe
Eitssss Hari ni double episode ya...
__ADS_1
^^^Happy Reading 🥰🥰🥰^^^