
Semalam Icha terlalu lama bergadang hingga tanpa sadar ia tertidur di meja kerja, alhasil badan remuk serta perut begah yang Ia rasakan saat membuka mata di pagi hari.
"Ya Ampun, aaaaaakkkkk" ucapnya merenggangkan tubuh yang terasa ngilu,
Tangannya meraih tombol kipas Angin yang dari semalam berputar lupa ia matikan.
"Haduh pengin muntah, banyak makan angin! Hoek Hoek" Icha menahan rasa mualnya.
Saat akan menuju ke kamar mandi lantai bawah, tanpa sengaja Ia berpapasan dengan Adit di dekat tangga
"Hoek,... "
"Cha.... " panggil Adit kemudian mendekati dirinya.
"Kenapa? " tanyanya penasaran saat melihat muka Icha sedikit pucat.
"Aku...
" Kamu Hamil?" Ucap Adit memotong perkataan Icha.
"Sembarangan!!!!" pekiknya dan reflek memukul lengan Adit
"Aku masuk Angin Aditttttttttttttt!!!! balasnya dengan suara lantang.
" Becanda Cha, hehe"
"Gak lucu! balas Icha dengan kesal
" Aku buatkan bubur ya?" tanyanya saat Icha sudah tak nampak olehnya.
Adit sama seperti sebagian laki-laki diluar sana yang tidak mempunyai keahlian dalam memasak, tetapi demi menyenangkan hati sang Istri ia pun menuju ke dapur, tapi bagaikan tersesat di planet lain, Adit nampak bingung dengan semua peralatan serta bumbu yang ada di dapur,
Yah meskipun Adit sudah hidup terpisah dari Bunda tapi bukan berarti ia pandai dalam memasak, maklum selama ini kalau urusan perut ia serahkan sepenuhnya pada lia.
"Waduh bahaya nih, bisa telat kalau nunggu aku masak" pikirnya, kemudian ia pun segera memesan makanan pada aplikasi online.
"Ok lima menit lagi"
__ADS_1
Tak lama pesanan dua porsi bubur ayam telah sampai, selepas membayar Adit pun segera meletakkan bubur ke dalam mangkok.
Sekitar sepuluh menit sudah ia menanti Icha, tapi yang ditunggu tak kunjung menampakkan diri.
"Kenapa lama sekali?" batin Adit
Segera Ia menyusul Icha ke kamar mandi yang letaknya tak jauh dari ruang makan.
" Cha.... "Panggil Adit
" Iya. . " sahut Icha dari samping rumah
"Kamu ngapain?, udah nanti sepulang sekolah aku yang nyuci" titahnya mencoba menghentikan Icha yang sibuk menjemur baju
"Hehe udah, kamu berangkat dulu saja, keburu telat nanti." pintar Icha dengan lembut
"Kita bareng saja, biar aku yang mengemudi" tegas Adit
"Hari ini aku ambil cuti, sepertinya badanku kurang enak badan" lirihnya
"Yaudah aku temenin ya?"
" Baiklah, jangan lupa minum obat dan istirahat ya, sama bubur nya juga"
"He'em " balasnya dengan menganggukkan kepala
________________________
Lanjut yaw.....
Hari ini terasa berbeda bagi Adit saat akan melangkah ke dalam kelas ia merasa seisi ruangan menatapnya dengan penuh amarah dan rasa jijik.
Tapi Adit tak ambil pusing ia pun segera memposisikan dirinya duduk di kursi dan menunggu pelajaran yang sebentar lagi akan dimulai.
Disampingnya ada Agung yang beberapa hari ini mendiamkan dirinya, yap hubungan ke empat sahabat ini sedang sedikit renggang dan belum ada yang memulai untuk berbaikan terlebih dulu dengan Adit.
Adit terlihat menarik nafas dan menghembuskan nya dengan kesal saat ia merasa semua orang menatap nya dengan tatapan penuh amarah dan sinis kepadanya.
__ADS_1
"Apaan sih" gerutunya yang tanpa sengaja terdengar oleh Agung
Agung tak berkutik, ia hanya menggeser kepalanya menjauh dari Adit,
Sayup-sayup dari sudut ruangan tanpa sengaja Adit mendengar dua orang sedang Asik menggunjing dirinya.
"Enggak nyangka, kelakuan busuk kayak gitu sih, najis pokoknya"
Sebenarnya Adit mencoba mengabaikan mereka, tapi entahlah semakin lama Adit tak bisa menahannya.
"Maksud loh apa ngomong gitu?" ucap Adit menghampiri keduanya, karena Adit merasa sedari tadi sorot mata keduanya menatap Kearahnya.
"Jangan sok suci lu Dit! demennya yang udah berumur lu? sindirnya meremehkan
Hampir saja Adit akan melayangkan pukulan, tapi dihalangi oleh Agung dan segera menarik Adit keluar dari ruang kelas menuju tempat sepi.
" Apa-apasin lu Gung!" makinya dengan kesal
"Sadar dong dit! apa yang lu perbuat! gue diemin lo biar lo sadar! tapi percuma sih, " teriak Agung tak kalah frustasi.
Ia pun dengan kasar menunjukkan sebuah foto yang sedang ramai jadi pergunjingan satu sekolah!
"Puas Lo!" maki Agung
" Siapa yang ngirim ini? tanyanya penuh emosi
"Itu gak penting Dit, tapi apa yang akan lu lakuin? ngaku kalau Icha istri Lu? atau ...
Ah bodo amat dah gue pusing!" tandasnya dan perlahan meninggalkan Adit.
"Awas bakal gue cari pelakunya!" geramnya
Segera Ia pun kembali ke ruang kelas, dan kebetulan sudah ada Pak Dion yang mulai mengajar, dan Adit asal nyolonong tanpa permisi.
Sementara Pak Dion memilih untuk mengabaikan nya dan kembali melanjutkan pelajaran.
______________________"
__ADS_1
Hari ini Adit nampak tidak konsentrasi pada pelajaran , pikiran nya berselancar memikirkan siapa orang yang berani menyebarkan privasinya itu,
"Sialan! " umpatnya dalam hati