SUAMI PENGGANTI ICHA

SUAMI PENGGANTI ICHA
Gerah Cha,


__ADS_3

"Nay, duduk sini, ada yang mau mas obrolin sama kamu" ucap Radit kepada istrinya


Naya pun mulai mendekat, Ia nampak heran dengan suaminya itu, pasalnya canggung sekali saat Radit meminta izin untuk sekeder mengobrol.


"Apakah terjadi sesuatu dengan Mas Radit? batin Naya


Radit, tak kunjung buka suara, meskipun Naya sudah duduk di hadapannya, terlihat Ia menarik nafas lalu menghembuskan dengan perlahan, untuk menetralkan suasana hatinya.


"Nay.. " kata pertama yang terucap


"Kamu jangan tersinggung ya, aku cuma mau ngutarain apa yang aku pikirkan selama ini" ujar Radit dengan tampang serius, yang semakin membuat Naya khawatir.


"Iya, Mas gak papa, silahkan" balas Naya dengan senyum tulus


"Mas, beberapa hari ini kepikiran Bunda, kamu mau enggak misal kita ketemu sama Bunda?" tanya Radit


Naya nampak terkejut, pasalnya ia tak menyangka jika suaminya akan mengajaknya bertemu dengan mertuanya secepat ini. Meskipun takut, Naya terpaksa mengangguk, pertanda Ia menyetujui ajakan suaminya itu.


"Alhamdulillah" Ucap Radit dengan menggenggam tangan Naya


"Nanti sore kita ke sana ya"


"Nanti Sore Mas? tapi aku belum nyiapin apa-apa buat Bunda" ucapnya terkejut


"Nanti kita beli di jalan saja, sekarang kamu siap-siap ya" balas Radit dengan semangat.


_________________________

__ADS_1


Rumah Bunda


Sekitar pukul 16.30 Icha sudah kembali ke rumah Bunda dengan menggendong sebuah ransel di punggungnya.


Terlihat Bunda sangat bersemangat menyambut kedatangan menantunya itu dengan senyum sumringah,


Setelah sedikit berbasa basi dengan Bunda, ia naik ke lantai dua di mana kamar mereka berada.


Bunda bilang jika keempat teman Adit sudah pulang, itu artinya Adit tinggal sendiri di dalam kamar.


Saat membuka pintu kamar, keadaan kamar kosong. Tidak ada tanda-tanda Adit di atas tempat tidur. Menurut penuturan dokter Anton, kaki Adit masih sulit digunakan untuk berdiri.


"Adit?" panggil Icha. "......"Tidak ada jawaban. "Dit? Adit?!" masih tidak ada jawaban namun Icha mendengar ada suara air mengucur dari dalam kamar mandi. Baru saja Icha berniat melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar mandi, langsung terdengar pekikan keras dari dalam


"Aaakkkhhh!" Teriak Adit.


"Sa-sakit Cha…" Meski agak samar tapi Icha bisa mendengar suara ringisan Adit, tanpa pikir panjang Icha membuka kenop pintu kamar mandi dan kemudian ia terperangah melihat keadaan Adit.


Adit hanya mengenakan boxer bermotif doraemon, menampakkan seluruh bagian atasnya tubuhnya yang tidak pernah Ia lihat sebelumnya.


Tapi bukan itu yang membuat Icha terperangah, kondisi Adit yang terduduk di lantai kamar mandi dan ada sedikit cairan merah yang mengalir di siku dan kakinya yang membuat Caca terkejut.


Ia berjalan cepat mendekati Adit, tidak ia pedulikan bajunya yang basah karena shower masih mengucur di atas kepalanya. "Ya ampun Adit, kenapa bisa begini sih?" tanya Icha sarat dengan nada khawatir, tangannya meraih siku Adit yang membuatnya meringis sakit.


"Gerah Ca…gue mau mandi," jawab Adit mencebikkan bibirnya dengan nada yang sangat manja, untung Icha tidak mempermasalahkannya. "Kenapa Nggak panggil Bunda? Atau yang lain? "Iya, kaki gue masih sakit. Tapi gerah Ca," suaranya kembali terdengar seperti rengekan anak kecil yang meminta permen pada ibunya.


Icha mendengus pelan, "Yaudah, sini aku bantu bangun." Icha meletakkan sebelah tangan Adit di bahunya lalu membantu Adit berdiri.

__ADS_1


"Kok malah keluar?" protes Adit saat Icha memapahnya keluar kamar mandi.


"Terus?" tanya Icha bingung menolehkan wajahnya ke arah Adit.


"Gue kan mau mandi Caaa…" Ujar Adit manja.


"Ya tapi kaki kamu masih sakit, emang bisa mandi?" tanya Icha dengan kening yang berkerut.


Adit menggeleng pelan, "Mandiin!" lalu memamerkan cengiran lebarnya, membuat Icha kembali membelalakan mata "Hah?!" "Gerah Ca," Adit kembali merengek, "Mandiin aja apa susahnya sih? kan gak dosa?"


Icha kalah, ia menghembuskan nafasnya menyerah "Iya iya, Nggak usah merengek kayak bayi deh. Malu sama seragam!" omel Icha, sementara vAdit hanya terkekeh senang.


Icha kembali ke dalam kamar mandi, masih dengan memapah Adit. Ia mendudukkan suaminya itu di pinggiran bath up,


"Nggak di tutup pintunya Cha?"tanya Adit dengan tampang polos.


"Untuk?"tanya Icha bingung.


"Biar aman aja sih," jawab Adit


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nah kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah akan ada sesuatu?


Tunggu episode selanjutnya ya...


🌞🌞🌞

__ADS_1


__ADS_2